Saham perusahaan perangkat lunak dan keamanan siber di Amerika Serikat kembali tertekan setelah kekhawatiran dampak kecerdasan buatan memicu aksi jual investor. Pergerakan ini membuat pasar menilai ulang prospek raksasa teknologi yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan sektor software.
Tekanan terbesar datang dari pembaruan model AI milik Anthropic yang memunculkan pertanyaan baru soal keamanan, persaingan, dan daya tahan model bisnis software lama. Di saat yang sama, indeks S&P 500 Software and Services tercatat sudah turun 25,5% sejak awal tahun, termasuk pelemahan 2,6% pada perdagangan Kamis.
AI Kembali Menjadi Pemicu Ketakutan Pasar
Investor menilai kecerdasan buatan generatif tidak lagi sekadar peluang, tetapi juga ancaman langsung bagi perusahaan software tradisional. Teknologi yang makin pintar dapat mengotomatisasi banyak pekerjaan, mengurangi kebutuhan layanan tertentu, dan menekan permintaan produk lama.
Steve Sosnick, kepala analis pasar di Interactive Brokers, mengatakan pasar kembali dihantui risiko spesifik sektor software dan kredit swasta yang terkait dengan perkembangan AI. Pernyataan itu mencerminkan perubahan sentimen yang cepat, setelah sebelumnya pasar sempat tenang karena optimisme gencatan senjata AS-Iran.
Namun ketenangan itu terbukti rapuh. Begitu perhatian kembali ke fundamental sektor teknologi, investor langsung melepas saham-saham yang dianggap paling rentan terhadap disrupsi AI.
Claude Mythos Jadi Sorotan
Sumber kekhawatiran terbaru berasal dari model AI terbaru milik Anthropic bernama Claude Mythos. Model ini disebut sangat kuat, tetapi tidak dirilis secara luas karena dinilai berpotensi mengungkap celah keamanan siber yang selama ini tersembunyi.
Sekitar 40 perusahaan teknologi besar, termasuk Microsoft dan Google, mendapat akses awal ke model itu. Fakta ini menambah kesan bahwa kemampuan AI tersebut berada di level yang sangat sensitif dan bisa mengubah peta kompetisi industri software.
Michael O’Rourke, kepala strategi pasar di JonesTrading, menilai kondisi ini menunjukkan dua hal penting. Menurut dia, model AI yang sangat kuat bisa membongkar kelemahan lama perangkat lunak, sekaligus membuktikan bahwa kemajuan AI masih melaju sangat cepat dibandingkan perusahaan software konvensional.
Saham Keamanan Siber Ikut Terpukul
Gelombang jual tidak berhenti di saham software umum. Perusahaan keamanan siber juga ikut menjadi sasaran tekanan karena pasar mulai mempertanyakan seberapa aman sistem digital lama menghadapi AI generasi baru.
Berikut pergerakan yang tercatat:
- Cloudflare turun antara 4,9% hingga 6,5%.
- Okta turun antara 4,9% hingga 6,5%.
- CrowdStrike turun antara 4,9% hingga 6,5%.
- SentinelOne turun antara 4,9% hingga 6,5%.
- Zscaler merosot 8,8% dan menjadi salah satu pelemahan terbesar di S&P 500.
Zscaler juga menerima tekanan tambahan setelah BTIG menurunkan rekomendasi saham menjadi “netral” dari sebelumnya “beli”. Langkah itu diambil karena kekhawatiran terhadap permintaan dan persaingan yang makin ketat di pasar keamanan digital.
Raksasa Software Tak Luput dari Tekanan
Pelemahan juga menjalar ke nama-nama besar lain di sektor software. Atlassian, Workday, Adobe, Salesforce, hingga Intuit semuanya ikut terkoreksi, dengan penurunan berkisar 3,7% sampai 6,8%.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa investor tidak hanya menjual saham perusahaan yang langsung terkait keamanan siber. Pasar juga menghindari emiten yang bisnisnya bergantung pada langganan software, efisiensi operasional, dan kekuatan pricing di tengah perubahan teknologi yang cepat.
Pada saat yang sama, tekanan dari AI membuat valuasi perusahaan software kembali dipertanyakan. Investor mulai membedakan mana perusahaan yang mampu beradaptasi dengan AI dan mana yang berisiko tertinggal.
Efek Merembet ke Kredit Swasta dan Eropa
Kekhawatiran pasar juga masuk ke sektor kredit swasta karena investor meninjau ulang pinjaman kepada perusahaan teknologi. Situasi ini menandakan risiko tidak hanya terjadi di bursa saham, tetapi juga di pembiayaan sektor usaha yang selama ini banyak menopang ekspansi perusahaan teknologi.
Carlyle Group turun 1,5% setelah dana kredit swasta andalannya terkena gelombang penarikan dana. Di Eropa, sentimen negatif ikut menekan saham SAP Global, Capgemini, dan Temenos yang masing-masing melemah antara 3% hingga 7%.
Pola penurunan lintas kawasan ini menunjukkan bahwa pasar global sedang lebih selektif terhadap eksposur ke sektor software. Investor kini menuntut bukti yang lebih kuat bahwa perusahaan teknologi memiliki strategi yang jelas untuk bertahan di era AI, bukan sekadar mengandalkan reputasi sebagai raksasa digital.
