3 Kripto yang Terus Disarankan AI, Dari Bitcoin Hingga Solana

AI kini semakin sering dipakai sebagai alat bantu riset investasi, termasuk untuk mencari aset kripto yang dianggap layak dipantau. Namun, rekomendasi dari asisten AI tetap perlu dibaca hati-hati karena teknologi ini bisa menyusun jawaban dari banyak sumber tanpa selalu menjamin akurasi penuh.

Saat beberapa asisten AI populer seperti ChatGPT, Grok, dan Gemini diminta menyebutkan kripto yang layak dibeli, jawabannya cenderung mengarah ke tiga nama yang sama: Bitcoin, Ethereum, dan Solana. Ketiganya menonjol karena kapitalisasi pasar besar, ekosistem yang aktif, serta reputasi yang lebih mapan dibanding banyak aset digital lain di luar kelompok utama.

Bitcoin masih jadi pilihan utama karena skala dan reputasi

Bitcoin tetap berada di posisi teratas dalam banyak percakapan AI karena statusnya sebagai aset kripto terbesar di pasar. Dalam artikel referensi, Bitcoin dan Ethereum bersama-sama menguasai hampir 70% total kapitalisasi pasar kripto, dan ukuran itu membuat Bitcoin sulit diabaikan oleh model AI yang mengutamakan data populer dan sentimen pasar.

AI juga kerap menyoroti peran Bitcoin sebagai penyimpan nilai dan menyerupainya dengan emas digital. Alasannya jelas, pasokan Bitcoin dibatasi hanya 21 juta koin, sehingga narasi kelangkaan terus menjadi daya tarik utama bagi investor jangka panjang.

Meski begitu, narasi emas digital belum sepenuhnya terbukti. Artikel sumber mencatat bahwa emas justru mengungguli Bitcoin dalam performa setahun terakhir, sehingga klaim Bitcoin sebagai lindung nilai inflasi masih harus dibuktikan lebih jauh.

Ethereum masih unggul berkat ekosistem dan utilitas

Ethereum muncul sebagai rekomendasi kuat karena perannya yang besar dalam decentralized finance atau DeFi. Menurut data yang dikutip dalam artikel referensi, Ethereum menguasai hampir 60% dana di sektor DeFi, sebuah posisi yang memperkuat statusnya sebagai tulang punggung banyak aplikasi blockchain.

Ethereum juga dikenal sebagai kripto pertama yang memperkenalkan smart contract, yaitu kode kecil yang memungkinkan lahirnya aplikasi terdesentralisasi, aset lain, stablecoin, dan tokenisasi. Basis pengembangnya yang besar ikut memperkuat keunggulan tersebut, karena artikel sumber menyebut Ethereum memiliki lebih banyak pengembang penuh waktu daripada kripto lain.

Selain itu, Gemini menyinggung pembaruan “Glamsterdam” yang dijadwalkan hadir lewat dua peningkatan sekaligus, yakni Gloas dan Amsterdam. Peningkatan ini ditujukan untuk memperbaiki skalabilitas, keamanan, dan kegunaan jaringan, dua faktor yang biasanya menjadi perhatian utama investor jangka panjang.

Solana menarik karena cepat dan murah, tetapi risikonya lebih tinggi

Solana masuk daftar rekomendasi AI sebagai pilihan pertumbuhan yang lebih agresif dibanding Bitcoin dan Ethereum. Daya tarik utamanya ada pada kecepatan transaksi dan biaya yang rendah, dua karakteristik yang membuatnya diminati di sektor DeFi dan aplikasi berbasis blockchain.

Namun, reputasi Solana tidak sepenuhnya mulus. ChatGPT dan Grok mengingatkan bahwa jaringan ini pernah mengalami masalah teknis pada masa awalnya, dan gangguan seperti itu sempat menggerus kepercayaan pasar.

Meski demikian, artikel referensi mencatat Solana tidak mengalami outage sejak Februari 2024. Sejumlah pembaruan yang dilakukan juga ditujukan untuk meningkatkan keandalan jaringan, tetapi risiko teknis tetap lebih tinggi dibanding dua aset kripto terbesar tadi.

Tiga kripto yang paling sering direkomendasikan AI

  1. Bitcoin

    • Kapitalisasi pasar terbesar di antara aset kripto utama.
    • Dianggap sebagai aset penyimpan nilai dan sering disebut sebagai emas digital.
  2. Ethereum

    • Sangat kuat di sektor DeFi dan smart contract.
    • Didukung komunitas pengembang yang besar dan roadmap pembaruan jaringan.
  3. Solana
    • Menonjol karena kecepatan transaksi dan biaya rendah.
    • Lebih berorientasi pertumbuhan, tetapi risikonya lebih tinggi.

Mengapa AI cenderung memilih nama yang sama

AI assistant biasanya lebih sering merekomendasikan aset yang sudah banyak dibahas, banyak dipakai, dan punya data pasar yang melimpah. Itulah sebabnya Bitcoin dan Ethereum hampir selalu muncul lebih dulu, karena keduanya dianggap lebih likuid, lebih dikenal investor institusional, dan lebih mudah dijelaskan secara umum.

Artikel referensi juga menekankan bahwa beberapa model AI sempat mengusulkan porsi 50% hingga 70% portofolio kripto untuk dua aset terbesar itu. Meski begitu, penulis sumber mengingatkan bahwa alokasi kripto sebaiknya tetap kecil dalam portofolio yang lebih luas, dengan batas sekitar 5% dari total investasi.

Risiko yang tetap perlu diperhatikan

Pasar kripto dikenal sangat fluktuatif, bahkan pada aset besar sekalipun. Artikel sumber menyebut hanya setengah dari kripto yang masuk 10 besar lima tahun lalu masih bertahan di daftar teratas saat ini, yang menunjukkan seberapa cepat posisi pasar bisa berubah.

Data itu menjadi pengingat bahwa rekomendasi AI bukan jaminan hasil investasi. Dalam konteks ini, AI lebih tepat dipakai sebagai titik awal riset, bukan sebagai pengganti analisis risiko, verifikasi data, dan strategi keuangan yang sesuai profil investor.

Tokenisasi dan stablecoin bisa jadi katalis berikutnya

Ethereum dan Solana juga dinilai berpeluang besar dari pertumbuhan tokenisasi aset dan stablecoin. Tokenisasi, yaitu pencatatan kepemilikan di blockchain, bisa membuka jalan bagi adopsi kripto yang lebih luas di sektor keuangan tradisional.

Artikel referensi bahkan menyebut estimasi paling optimistis bahwa nilai aset tokenisasi bisa naik dari $30 miliar saat ini menjadi $4 triliun pada 2030. Jika proyeksi itu mendekati kenyataan, jaringan yang kuat untuk smart contract dan transaksi cepat akan menjadi salah satu penerima manfaat terbesar.

Dalam situasi seperti ini, tiga nama yang paling sering direkomendasikan AI tetap punya alasan kuat untuk terus masuk radar investor, meski pendekatannya berbeda: Bitcoin sebagai aset terbesar, Ethereum sebagai fondasi ekosistem aplikasi blockchain, dan Solana sebagai opsi pertumbuhan dengan risiko lebih tinggi.

Exit mobile version