Telkom dan PGN Satukan Infrastruktur Digital- Energi Hijau untuk Data Center AI offtake?

Telkom Indonesia dan PGN memperkuat peta pengembangan infrastruktur digital hijau lewat kerja sama yang menautkan kebutuhan data center dengan pasokan energi rendah karbon. Kedua BUMN itu menandatangani Nota Kesepahaman untuk mengintegrasikan ekosistem digital dengan sumber energi bersih, termasuk biomethane, sebagai fondasi operasional green data center yang lebih berkelanjutan.

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kebutuhan pusat data yang andal, efisien, dan rendah emisi. Telkom menempatkan data center sebagai bagian penting dari strategi infrastruktur digital nasional, sementara PGN melihat peluang memperluas perannya dari penyedia gas bumi konvensional menjadi penyedia energi bersih untuk kebutuhan masa depan.

Kolaborasi Telkom dan PGN

Penandatanganan MoU dilakukan di Jakarta pada Jumat dan dihadiri jajaran pimpinan kedua perusahaan serta perwakilan Danantara Indonesia. Kerja sama ini menandai langkah konkret sinergi antar-BUMN untuk menjawab dua agenda besar sekaligus, yakni transformasi digital dan transisi energi nasional.

Dalam skema kolaborasi ini, Telkom berperan sebagai pengembang ekosistem digital dan pengelola kebutuhan data center, sedangkan PGN menyiapkan pasokan energi rendah emisi. Biomethane yang bersumber dari limbah minyak kelapa sawit di Sumatra menjadi salah satu opsi pasokan yang dinilai relevan untuk mendukung operasional data center TelkomGroup.

Bhimo Aryanto dari Danantara Indonesia menyebut kolaborasi ini sebagai momentum untuk memperkuat integrasi sektor digital dan energi. “Sinergi yang dibangun tidak hanya akan menciptakan efisiensi, tetapi juga membuka peluang penciptaan nilai baru yang berkelanjutan,” ujarnya.

Fokus pada data center yang lebih hijau

Ruang lingkup kerja sama tidak berhenti pada penyaluran energi. Telkom dan PGN juga akan melakukan studi bersama dan penjajakan implementasi energi hijau pada ekosistem data center TelkomGroup, baik di dalam maupun luar negeri.

Pendekatan ini penting karena data center membutuhkan pasokan listrik yang stabil, kapasitas tinggi, dan emisi serendah mungkin. Di saat yang sama, industri digital global juga bergerak menuju penggunaan energi terbarukan sebagai standar baru untuk menjaga daya saing dan memenuhi tuntutan keberlanjutan.

Dian Siswarini menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur digital nasional yang andal dan berkelanjutan. Menurut dia, kesiapan energi bersih akan mendukung pengembangan data center yang efisien sekaligus menguatkan posisi Indonesia sebagai regional digital hub.

Lima lokasi strategis jadi sorotan

TelkomGroup memiliki lima wilayah strategis pengembangan data center yang dinilai potensial didukung pasokan energi PGN, yaitu Cikarang, Batam, Serpong, Sentul, dan Surabaya. Kelima wilayah itu disebut sudah terhubung dengan jaringan pipa gas eksisting PGN, sehingga memudahkan optimalisasi infrastruktur yang sudah ada.

Kondisi tersebut memberi ruang untuk efisiensi lebih besar karena kerja sama bisa memanfaatkan aset eksisting sambil membuka peluang pengembangan jaringan baru. Berikut gambaran sederhana ekosistem yang dibidik dalam kerja sama tersebut:

  1. Pasokan energi hijau untuk operasional data center.
  2. Optimalisasi jaringan pipa gas PGN yang telah tersedia.
  3. Studi implementasi biomethane untuk kebutuhan pusat data.
  4. Pengembangan solusi terintegrasi bagi pelanggan enterprise.
  5. Dukungan pada kesiapan AI-ready green data center.

PGN dorong biomethane sebagai nilai baru

Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto menilai biomethane menjadi salah satu penggerak penting transformasi bisnis perusahaan menuju era rendah karbon. Ia menekankan bahwa PGN tidak lagi sekadar menjadi penyedia gas bumi konvensional, tetapi juga pemasok energi bersih bagi infrastruktur masa depan.

“PGN telah melangkah lebih jauh dari sekadar penyedia gas bumi konvensional,” ujar Arief, seraya menyebut inisiatif biomethane untuk data center dapat membuka nilai tambah baru sekaligus mendukung transisi energi nasional. Pernyataan ini menegaskan bahwa sektor energi dan digital kini bergerak ke arah yang sama, yakni efisiensi dan keberlanjutan.

Koneksi lokal dan global makin kuat

Di luar kerja sama domestik dengan PGN, TelkomGroup juga memperluas kolaborasi global lewat NeutraDC bersama Sembcorp Development Ltd. Kemitraan yang telah berjalan sejak 2025 itu difokuskan pada integrasi infrastruktur digital, platform, dan layanan energi berkelanjutan.

Arah pengembangannya mencakup rantai nilai end-to-end, mulai dari ketersediaan energi hijau di sisi hulu, penyediaan listrik, hingga pengembangan solusi hilir untuk use case dan commercialization. Model ini memperlihatkan bahwa penguatan green digital infrastructure tidak sekadar soal pasokan energi, tetapi juga tentang membangun ekosistem yang siap mendukung kebutuhan enterprise dan aplikasi berbasis AI.

Dengan strategi tersebut, TelkomGroup dan PGN menempatkan diri pada simpul penting antara teknologi, energi, dan keberlanjutan. Sinergi ini berpotensi memperkuat daya saing infrastruktur digital Indonesia sekaligus membuka jalan menuju pengembangan layanan yang lebih efisien, rendah emisi, dan relevan untuk kebutuhan ekonomi digital yang terus tumbuh.

Source: www.cnbcindonesia.com
Exit mobile version