Samsung Galaxy Watch 9 mulai dibicarakan karena posisinya sudah sangat dekat dengan siklus peluncuran Galaxy Watch 8. Perhatian utama ada pada desain, model yang akan hadir, dan fitur baru yang bisa dibawa Samsung ke jam pintar berikutnya.
Samsung tampaknya tidak akan mengubah arah secara drastis. Jika pola sebelumnya berlanjut, Galaxy Watch 9 kemungkinan tetap memakai desain squircle atau “Cushion Design” yang kini menjadi ciri seri Galaxy Watch terbaru.
Model yang kemungkinan hadir
Berdasarkan pola rilis Samsung, Galaxy Watch 9 diperkirakan hadir dalam dua ukuran dengan bodi aluminium. Keduanya juga diperkirakan membawa sertifikasi tahan air 5ATM dan perlindungan MIL-STD-810H sebagaimana generasi sebelumnya.
Di sisi varian, ada peluang Samsung hanya merilis Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra baru, sementara model Classic bisa mengikuti strategi rilis selang-seling. Sumber referensi juga menilai ada kemungkinan Samsung menghadirkan Galaxy Watch FE 2 sebagai opsi murah, mengacu pada langkah Apple yang merilis seri SE setiap dua sampai tiga tahun.
Performa dan chipset
Samsung disebut jarang menurunkan spesifikasi dari generasi sebelumnya, tetapi Galaxy Watch 9 tetap dinilai butuh peningkatan di sektor chip. Dua generasi terakhir memakai Exynos W1000 3nm dengan RAM 2GB, dan bocoran firmware terbaru menyebut Watch 9 bisa memakai Snapdragon Wear Elite 3nm.
Jika bocoran itu benar, fokus utamanya ada pada performa yang lebih cepat dan efisiensi daya yang lebih baik. Ada juga kemungkinan Samsung menambah koprosesor baru agar tugas latar belakang dan pemrosesan AI berjalan lebih lancar.
Baterai dan pengisian daya
Daya tahan baterai masih jadi salah satu harapan terbesar pengguna. Referensi menyebut kapasitas Watch 9 kemungkinan tidak jauh dari Galaxy Watch 8 yang memakai baterai 325mAh dan 435mAh, dengan estimasi penggunaan sekitar 40 jam.
Samsung memang sedang mengembangkan baterai all-solid-state yang disebut “Dream Batteries”. Namun, teknologi ini disebut kemungkinan belum siap untuk Watch 9 dan baru masuk ke generasi setelahnya, sementara biayanya juga bisa lebih tinggi.
Pengisian cepat 10W WPC diperkirakan tetap dipakai. Meski begitu, banyak pengguna berharap Samsung mulai mempertimbangkan Qi2 agar pengisian lebih modern dan praktis, walau perusahaan tampaknya tidak akan mengejar kecepatan setinggi rival seperti OnePlus Watch 3.
Fitur kesehatan dan AI
Samsung justru kemungkinan besar akan memperluas fitur kesehatan. Watch 8 sudah membawa banyak alat baru berbasis Samsung Health dan Galaxy AI, sehingga Watch 9 diperkirakan melanjutkan pendekatan yang sama dengan penambahan fitur yang lebih berguna.
Salah satu kemungkinan yang dibahas adalah layanan Samsung Health berlangganan. Samsung sendiri pernah mengisyaratkan hal itu, sementara sebagian penjelasan Galaxy AI menyebut fitur gratis hanya sampai 2025.
Apple-like model memang belum pasti cocok untuk konsumen Samsung, tetapi dorongan ke fitur kesehatan tambahan tampak realistis. Karena itu, Watch 9 kemungkinan akan datang dengan lebih banyak alat pelacakan dan coaching agar paket fiturnya terasa lebih bernilai.
Sensor, Gemini, dan hal yang paling dinantikan
Samsung diperkirakan tetap memakai BioActive sensor yang sudah menjadi dasar berbagai fitur baru seperti Antioxidant Index, Running Coach, Vascular Load, dan AGEs Index. Sensor ini mungkin hanya mendapat penyempurnaan kecil lewat LED baru, bukan perombakan total.
Di sisi lain, integrasi Gemini di Wear OS juga jadi sorotan. Harapannya, AI itu bisa bekerja lebih erat dengan aplikasi Google dan Samsung, termasuk Samsung Health, agar pengguna mendapat saran yang lebih personal berdasarkan data tubuh.
Samsung juga dinilai masih bisa memperbaiki tampilan fisik jamnya. Banyak penggemar berharap tali jam dibuat lebih tebal agar proporsinya lebih serasi dengan bodi squircle yang kini tampil sangat tipis namun tetap terasa besar di pergelangan tangan.
Jika Samsung mengikuti arah yang sama seperti Galaxy Watch 8, maka Galaxy Watch 9 kemungkinan tidak akan menjadi lompatan besar dari sisi desain. Namun, kombinasi chip baru, daya tahan baterai yang lebih baik, integrasi Gemini yang lebih cerdas, dan perluasan fitur kesehatan bisa membuat generasi ini tetap relevan bagi pengguna yang mencari jam pintar Android yang lebih matang dan lebih pintar.







