Bitcoin menguat seiring reli pasar saham setelah Presiden Donald Trump mengatakan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Sentimen itu mendorong kepercayaan investor dan membawa aset kripto terbesar ini ke level tertinggi dalam 11 pekan.
Pada perdagangan pagi di New York, Bitcoin sempat naik hingga 4,6% dan menembus $79.171, level tertinggi sejak 3 Februari. Ether juga ikut menguat, bahkan sempat naik hingga 4,7% mengikuti perbaikan selera risiko di pasar.
Dukungan Sentimen dari Pasar Lebih Luas
Penguatan Bitcoin tidak terjadi sendirian karena kontrak berjangka indeks S&P 500 juga naik lebih dari 0,7%. Di saat yang sama, Brent crude bergerak sekitar 1,94% ke atas $100 per barel, sementara hasil laporan laba korporasi yang kuat turut menjaga suasana pasar tetap positif.
Meski demikian, pergerakan ini terjadi ketika upaya meredakan konflik belum menunjukkan kemajuan besar. Artikel referensi juga menyebut belum ada tanda bahwa Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi akan segera dibuka kembali.
Bitcoin Masih Lebih Tahan Dibanding Aset Lain
Di tengah ketegangan geopolitik, Bitcoin justru tampil lebih tahan dibanding banyak aset lain, termasuk emas yang selama ini dikenal sebagai aset aman. Sejak 27 Februari, harga emas batangan turun sekitar 10%, sedangkan Bitcoin naik lebih dari 15% pada periode yang sama.
Perubahan ini menunjukkan bahwa kripto terbesar tersebut mampu bertahan saat ada tekanan berita negatif dan tetap mendapat dorongan saat kabar pasar membaik. Caroline Mauron, salah satu pendiri Orbit Markets, mengatakan bahwa crypto “telah berada dalam mood bullish dalam beberapa pekan terakhir” dan cenderung mengabaikan kabar buruk.
Level Harga yang Menjadi Perhatian
Analis FxPro, Alex Kuptsikevich, menilai rentang $75.000–$86.000 tidak dipenuhi hambatan teknikal yang kuat. Namun, ia juga menyoroti bahwa di sekitar $86.000, Bitcoin akan menghadapi moving average 200 hari yang berdekatan dengan area pivot penting.
Caroline Mauron menambahkan bahwa level $75.000 seharusnya menjadi dukungan yang solid, sementara penembusan bersih di atas $80.000 dapat membuka ruang kenaikan lanjutan. Dengan demikian, pasar kini memantau apakah Bitcoin mampu bertahan di atas area psikologis itu setelah lonjakan terbaru.
Arus Dana Institusional Kembali Masuk
Selain faktor geopolitik, arus dana ke produk investasi kripto juga ikut membantu penguatan harga. Dalam beberapa pekan terakhir, dana masuk kembali ke spot Bitcoin exchange-traded funds (ETF) yang tercatat di Amerika Serikat.
Sebanyak 13 ETF tersebut mencatat lebih dari $250 juta arus masuk bersih sepanjang pekan ini, setelah pekan sebelumnya menerima $996,4 juta. Joel Kruger, ahli strategi pasar di LMAX Group, menilai fokus berikutnya adalah apakah crypto bisa mempertahankan breakout dan membangun momentum lebih lanjut.
Kruger juga menekankan pentingnya stabilitas kondisi makro, bertambahnya arus institusional, serta kejelasan regulasi untuk mendukung kenaikan lanjutan. Namun, pasar tetap harus menghadapi risiko dari headline geopolitik dan perubahan selera risiko global yang bisa sewaktu-waktu memengaruhi arah Bitcoin.







