Sorceress Tanpa Tidur Tembus Level Tersulit Diablo 4, Cuma Butuh 17 Jam

Mode kesulitan terbaru di Diablo 4: Lord of Hatred langsung menjadi sorotan setelah seorang streamer bernama Mekuna berhasil menaklukkannya hanya dalam sekitar 17 jam. Pencapaian itu mencuri perhatian karena tier kesulitan baru ini dirancang jauh lebih menantang dari sebelumnya dan menuntut karakter yang sudah sangat matang.

Keberhasilan tersebut juga menegaskan bahwa pemain Diablo 4 tampaknya akan terus mendorong batas sistem baru yang dibawa ekspansi ini. Mekuna, yang memainkan sorceress, menyelesaikan lompatan dari karakter level 1 ke level 70 sambil terus mengejar kesulitan tertinggi tanpa jeda panjang.

Perjalanan cepat menuju torment 12

Mekuna menjalani sesi bermain maraton selama sekitar 20 jam di siaran Twitch-nya. Dalam rentang waktu itu, ia sempat memulai ekspansi dengan kelas warlock baru melalui campaign, sebelum akhirnya beralih ke sorceress yang kemudian membawanya ke puncak tantangan.

Ia mencapai torment 12 pada jam ke-20 stream tersebut, sebuah capaian yang membuatnya kemungkinan menjadi salah satu pemain pertama yang berhasil sampai ke titik itu dengan waktu sesingkat itu. Blizzard sebelumnya telah menyebut torment 12 akan “really fucking hard,” dan hasil yang diraih Mekuna memperlihatkan bahwa pernyataan itu memang bukan sekadar bumbu promosi.

Pencapaian ini penting karena banyak pemain lain masih bergerak bertahap sambil mengumpulkan gear untuk naik ke tier yang lebih tinggi. Mekuna justru melompat sangat cepat, bahkan ketika masih terlihat belum memiliki seluruh peningkatan yang dibutuhkan.

Build berbasis Blizzard lightning

Salah satu kunci keberhasilannya adalah build yang berpusat pada varian baru skill Blizzard. Alih-alih menjatuhkan hujan es ke musuh, Mekuna memanfaatkan versi petir dari skill tersebut untuk melelehkan kelompok lawan dalam hitungan detik.

Visual serangan itu digambarkan sangat ramai hingga hampir sulit dilihat dengan jelas, karena banyak lingkaran cahaya menumpuk di layar saat pertarungan akhir berlangsung. Dari sisi gameplay, pendekatan ini menunjukkan bagaimana satu skill yang dirombak bisa mengubah ritme permainan secara drastis.

Belum ada indikasi bahwa pencapaian itu terjadi karena bug damage tak terbatas. Karakter Mekuna tetap tampak masih membutuhkan banyak upgrade saat berhasil mencapai hasil tersebut, sehingga performanya lebih terlihat sebagai kombinasi optimasi build dan kecepatan eksekusi.

Bukan batas tertinggi yang sesungguhnya

Meski torment 12 sudah menjadi tonggak besar, tier itu belum tentu menjadi titik paling ekstrem dalam Lord of Hatred. Ada sistem skill tree aktivitas baru yang bisa menaikkan tingkat kesulitan monster beberapa level lagi di atas batas torment normal.

Artinya, masih ada ruang bagi pemain lain untuk menghadapi tantangan yang bahkan lebih ganas daripada yang sudah ditaklukkan Mekuna. Kondisi ini membuat pencapaian sang sorceress cepat itu terasa seperti awal dari persaingan baru, bukan akhir dari pencarian build terkuat.

Blizzard juga memperkenalkan skill tree baru, sistem crafting item, dan penyesuaian tier kesulitan yang membuat ukuran kekuatan karakter lama menjadi kurang relevan. Dengan perubahan sebesar itu, hasil dari para pemain di leaderboard nanti kemungkinan akan sulit dibandingkan langsung dengan era Diablo 4 sebelumnya.

Sorotan awal untuk komunitas kompetitif

Pencapaian Mekuna memberi gambaran awal tentang bagaimana komunitas akan bereaksi terhadap sistem baru Diablo 4. Ia menunjukkan bahwa karakter tertentu bisa melampaui ekspektasi lebih cepat dari yang diperkirakan, terutama bila didukung waktu bermain panjang dan build yang sangat tajam.

PC Gamer mencatat bahwa leaderboard resmi akan segera aktif, dan saat itu publik akan mulai melihat build absurd lain dari berbagai kelas. Sorceress, warlock, dan paladin diperkirakan akan menjadi beberapa kelas yang paling banyak dipantau karena potensi mereka di sistem baru ini.

Untuk saat ini, capaian Mekuna menjadi penanda bahwa Lord of Hatred memang membuka level tantangan baru yang besar. Namun dari sisi kompetitif, pencapaian 17 jam itu tampaknya baru menjadi salah satu tolak ukur awal sebelum pemain lain mencoba menembus batas yang lebih jauh lagi.

Berita Terkait

Back to top button