
Bitcoin sempat menembus $80.000 dan mencatat level tertinggi sejak akhir Januari. Pergerakan ini muncul saat pasar masih mencerna perkembangan terbaru perang di Timur Tengah.
Kenaikan itu menegaskan bahwa aset kripto terbesar dunia kembali mendapat dorongan setelah beberapa pekan kesulitan menembus area $76.000. Pada perdagangan malam Minggu, token ini sempat naik hingga 2% setelah Presiden Trump mengumumkan “Project Freedom” untuk memberi jalur aman bagi kapal internasional netral yang terjebak di Selat Hormuz akibat perang AS-Iran.
Sinyal bullish setelah tekanan berbulan-bulan
Bitcoin tercatat di level $80.249,23, naik $1.598,70 atau 2,03% pada pukul 4:31:57 PM UTC saat pasar dibuka. Lonjakan ini memperkuat sentimen positif karena pergerakan ke $80.000 dipandang sebagai sinyal bullish bagi investor.
Dalam beberapa pekan sebelumnya, Bitcoin beberapa kali kesulitan bergerak di atas $76.000. Kondisi itu membuat tembusnya level $80.000 menjadi perhatian pelaku pasar yang menunggu konfirmasi kekuatan tren naik.
Didorong sentimen perang dan reli bulanan
Selain kabar geopolitik, Bitcoin juga menunjukkan ketahanan di tengah perang Iran. Dalam periode konflik itu, token ini disebut berkinerja lebih baik daripada saham dan emas, dengan kenaikan sekitar 20% sejak perang Iran berlangsung.
Secara bulanan, Bitcoin naik 12% pada April dan mencatat gain bulanan terkuat sejak Mei tahun lalu. Pencapaian itu menambah alasan mengapa pergerakan terbaru dipantau ketat oleh investor kripto dan pasar aset berisiko.









