Tim Cain Pernah Usulkan RPG Perjalanan Waktu, Bisa Membunuh Tokoh Sejarah Dan Picu Paradoks

Tim Cain ternyata pernah membayangkan sebuah RPG first-person yang terdengar liar bahkan untuk standar genre ini. Proyek bernama Time Walker itu menempatkan pemain sebagai agen temporal yang bisa melintasi waktu, membunuh tokoh sejarah, dan memicu paradoks besar yang mengancam eksistensi dunia mereka sendiri.

Gagasan itu muncul dalam video terbaru di kanal YouTube Cain, yang selama ini memang sering dipakai untuk membahas berbagai skenario “what if” seputar game RPG. Kali ini, fokusnya bukan pada Fallout atau sejarah Interplay, melainkan pada proposal yang ia susun di Troika bersama Jason Anderson, veteran RPG yang juga pernah bekerja dengannya di Fallout dan Vampire: The Masquerade – Bloodlines.

Misi di banyak era, risiko menghapus realitas

Dalam Time Walker, pemain akan berperan sebagai “temporal agent” yang dikirim ke berbagai periode sejarah untuk menjalankan misi dan memastikan realitasnya tetap ada. Lawan yang dihadapi adalah agen lain yang berusaha menulis ulang sejarah, sehingga stabilitas garis waktu menjadi bagian inti dari gameplay.

Cain menjelaskan bahwa jika timeline makin tidak stabil, perlengkapan pemain justru akan berubah menjadi semakin fantastis dan tidak masuk akal. Tetapi bila kekacauan itu terlalu jauh, dunia asal bisa lenyap, dan karakter pemain berhenti eksis.

Konsep itu membalik cara kerja progresi yang umum di banyak RPG. Alih-alih semakin mudah karena level naik dan senjata makin kuat, permainan justru menjadi lebih mudah saat waktu semakin kacau dan pemain memperoleh teknologi anachronistic.

Saat pemain berhasil memulihkan keteraturan dan mendekati jaminan atas eksistensi realitasnya, pendekatan permainan akan kembali seperti FPS yang lebih standar. Bagi Cain, perubahan ritme itu menjadi inti daya tarik desain Time Walker.

Bisa membunuh firaun hingga menciptakan paradoks

Cain bahkan menyebut beberapa fitur yang ia anggap “great” dalam video tersebut. Ia menyebut pemain bisa mengunjungi 15 periode waktu berbeda, bertemu tokoh sejarah, lalu membunuh mereka.

Contoh misi yang ia sebut termasuk membunuh seorang firaun di Mesir kuno. Ada juga misi memberikan sebuah boneka spesifik kepada seorang anak perempuan pada ulang tahunnya yang kedelapan, yang terdengar seperti bagian dari skenario butterfly effect.

Misi lain yang disebut Cain adalah menciptakan paradoks dengan mencegah penemuan perjalanan waktu. Ide-ide itu menunjukkan bahwa Time Walker tidak hanya mengandalkan aksi, tetapi juga konsekuensi naratif yang ekstrem dan saling bertabrakan.

Ambisi besar untuk konsol dan multiplayer

Cain juga menyebut proyek itu direncanakan hadir di Xbox. Selain itu, Time Walker diproyeksikan memiliki multiplayer online dan skill tree terbuka yang memberi banyak solusi untuk tiap misi.

Pendekatan tersebut sejalan dengan pengalaman Cain dan Anderson di RPG klasik yang memberi banyak cara menyelesaikan tantangan. Dengan elemen perjalanan waktu di 15 zona berbeda, variasi jalur yang harus diakomodasi jelas akan sangat besar.

Meski begitu, Time Walker tidak pernah melampaui tahap proposal. Proyek itu bahkan tidak sampai menjadi prototipe atau pitch yang lebih lengkap, meski ambisinya terdengar besar untuk zamannya.

Jejak ide yang terasa akrab di game modern

Yang membuat kisah ini makin menarik, Jason Anderson kini bekerja di InXile sebagai principal designer untuk Clockwork Revolution. Game itu juga merupakan RPG first-person bertema perjalanan waktu, dengan dunia yang berubah mengikuti campur tangan pemain.

Sulit memastikan seberapa banyak jejak Time Walker yang akhirnya masuk ke Clockwork Revolution, karena proposal itu tidak pernah benar-benar diwujudkan. Namun paralelnya cukup kuat untuk menunjukkan bahwa ide tentang manipulasi waktu masih terus hidup di tangan para kreator yang sama.

Terkait