Scattered Hopes Diam-Diam Jadi FTL Terbaik Setelah FTL, Taktis dan Sangat Menekan

Battlestar Galactica: Scattered Hopes tidak tampil mencolok di permukaan, tetapi justru di situlah daya tariknya. Di balik art statis, bridge berpiksel, dan kapal poligon yang imut, game ini menyimpan ketegangan yang rapat dan rasa ancaman yang terus menempel, sangat mirip dengan jiwa Battlestar Galactica yang dulu membuat serial itu menonjol.

Pendekatannya sederhana: ia membawa struktur ala FTL ke dalam dunia Battlestar Galactica. Hasilnya adalah salah satu adaptasi sci-fi yang paling cocok untuk formula itu, karena pertaruhan utama di sini bukan hanya menang, melainkan bertahan hidup cukup lama untuk kabur.

Manajemen armada yang terus menekan

Pada putaran awal, pemain memimpin armada kecil berisi kapal-kapal sipil dan satu gunstar tua yang lebih kecil, tetapi lebih cepat daripada battlestar. Dari situ, armada harus melompat antar sistem untuk bertemu kapal tituler sambil mengelola sumber daya yang makin menipis, persenjataan kapal, skuadron, dan manusia di dalamnya.

Bagian manajemen berjalan dalam fase terpisah dari pertempuran. Saat aman di sebuah sistem, pemain mendapat beberapa giliran untuk mengatur skuad, menaikkan level karakter, memilih kemampuan berikutnya, dan memadamkan krisis yang kadang muncul secara harfiah sebagai kebakaran.

Setiap sistem juga menyimpan titik-titik menarik yang bisa dijelajahi dengan biaya sumber daya. Pemain bisa mengirim anggota kru untuk menyelidiki demi imbalan lebih besar, atau memakai pilot, XO, dan personel lain untuk tugas yang sesuai kemampuan mereka.

Semua selalu punya harga

Scattered Hopes memberi banyak peluang, tetapi hampir semuanya datang dengan konsekuensi. Hadiahnya bisa berupa sumber daya, kapal sipil baru, atau keuntungan lain bagi armada, namun biaya yang muncul sering berupa waktu, kesehatan, atau sumber daya yang sama pentingnya.

Kapal sipil menjadi bagian penting dari strategi. Mereka tidak bisa bertarung, tetapi bisa dilatih untuk memberi bonus bagi seluruh armada dan berubah menjadi semacam pabrik sumber daya yang sangat berguna.

Masalahnya, game ini juga sangat ingin menghancurkan kapal-kapal itu. Karena itu, setiap keputusan kecil terasa berat, apalagi ketika satu armada yang rapuh harus terus bergerak sambil menahan tekanan dari berbagai arah.

Pertempuran yang terasa seperti teka-teki

Saat giliran manajemen habis, Cylons muncul dan pertempuran dimulai. Pertarungannya berlangsung real time, tetapi pemain didorong untuk memakai fitur jeda taktis agar bisa mengatur langkah berikutnya dengan tenang.

Tidak ada target untuk menghancurkan armada kapital Cylon besar-besaran. Tujuannya jauh lebih sederhana dan jauh lebih kejam: bertahan sampai bisa melompat keluar dari sistem, dengan sisa armada yang masih bisa hidup.

Di sinilah Scattered Hopes paling terasa seperti FTL. Setiap pertempuran bekerja seperti teka-teki terpisah yang memaksa pemain membaca komposisi musuh, arah datangnya ancaman, dan kekuatan yang tersisa di tangan sendiri.

Musuh bisa datang dalam bentuk skuadron berbeda, misil, nuklir, senjata eksotis, serta modifier aneh yang mengubah kebutuhan taktis dari satu bentrokan ke bentrokan berikutnya. Armada pemain memang punya kapal kecil yang cukup kuat, termasuk senjata di kapal induk, tetapi jumlah musuh yang lebih banyak membuat semua itu bukan jaminan aman.

Satu keputusan buruk bisa mahal

Taktik di medan tempur menuntut efisiensi. Viper yang cepat bisa dikirim ke area tempat kapal ringan akan muncul, lalu memakai kemampuan khusus untuk memburu dan menghabisi target satu per satu.

Raptor bekerja dengan cara berbeda. Kapal ini lambat dan tidak bisa menembak saat bergerak, tetapi jangkauannya besar, sehingga cocok dipakai seperti menara pertahanan untuk menahan musuh dan misil yang mengarah ke kapal-kapal rentan.

Saat gelombang baru muncul, kapal induk bisa mengandalkan flak cannon untuk melenyapkan kelompok musuh yang ringan. Jika itu tidak cukup, opsi nuklir tersedia, meski risikonya jelas besar karena friendly fire bisa ikut menyapu unit sendiri.

Musuh juga punya kejutan yang memaksa pemain mengubah rencana. Ada mutasi Tactical Jump yang memberi dorongan kecepatan saat Cylon turun ke medan tempur, dan ada pula sistem penuh ranjau yang mengancam skuadron begitu mereka mendekat.

Yang paling penting tetap manusia

Di luar pertempuran, elemen manusia menjadi pusat ketegangan. Faksi-faksi di armada punya kebutuhan yang saling bertentangan, dan pemain tidak bisa menyenangkan semuanya sekaligus.

Saat faksi puas, mereka memberi peluang yang menguntungkan armada. Saat rasa hormat mereka turun, mereka justru memunculkan krisis yang menguras waktu dan sumber daya.

Kru juga harus dijaga moralnya, sementara kesehatan seluruh armada terus dipantau. Jika ada orang mati, terluka, atau terlalu sakit untuk bekerja, kesehatan armada ikut turun, dan jika mencapai nol, permainan selesai.

Bahkan kapal pun tidak bisa diabaikan terlalu lama. Setiap kapal punya tiga ambang kesehatan, dan begitu melewati batas tertentu, kondisi negatif muncul dari ringan hingga berat, sehingga kerusakan harus ditangani jauh sebelum kapal hancur total.

Semua tekanan itu diperparah oleh paranoia khas Battlestar Galactica. Jika seorang Cylon yang tampak seperti manusia menyusup ke armada, suasana curiga, perburuan, dan ketegangan sosial langsung ikut masuk ke dalam sistem permainan.

Battlestar Galactica: Scattered Hopes memang tidak berisik, tetapi justru karena itu ia terasa tajam. Game ini memadukan manajemen armada, pertempuran taktis, dan drama manusia dengan cara yang membuat formula FTL terasa segar lagi, bahkan ketika ancaman datang dari setiap arah.

Berita Terkait

Back to top button