OpenAI Diam-Diam Ajukan IPO, Langkah Besar Di Tengah Lomba Modal AI

OpenAI diam-diam menyiapkan langkah besar menuju pasar saham. Perusahaan pencipta ChatGPT itu telah mengajukan dokumen penawaran umum perdana saham atau IPO secara rahasia kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).

Langkah ini langsung menyita perhatian karena muncul saat persaingan AI makin panas. OpenAI bergerak hanya sepekan setelah Anthropic mengajukan IPO serupa dan beberapa hari sebelum SpaceX milik Elon Musk dijadwalkan melantai di bursa.

OpenAI menyebut pengajuan itu sebagai S-1 yang bersifat rahasia. Skema ini membuat perusahaan bisa menyerahkan laporan keuangan ke regulator lebih dulu sebelum informasi dibuka ke investor dan publik.

Perusahaan juga menegaskan bahwa waktu IPO belum diputuskan. Dalam pernyataannya, OpenAI mengatakan pelaksanaan penawaran umum itu masih bisa memakan waktu karena ada beberapa hal yang lebih mudah dilakukan ketika perusahaan masih privat.

Namun, OpenAI juga memberi sinyal bahwa pintu menuju bursa kini sudah dibuka. Perusahaan menilai langkah tersebut memberi opsi untuk melantai lebih cepat jika itu menjadi pilihan terbaik.

Di sisi internal, OpenAI berada pada posisi valuasi yang sangat besar. Perusahaan kecerdasan buatan itu disebut bernilai lebih dari US$850 miliar, dengan valuasi terbaru mencapai US$852 miliar setelah pendanaan.

OpenAI juga menyiapkan tender offer untuk memfasilitasi karyawan yang ingin menjual saham mereka. Mekanisme ini ditujukan untuk mengurangi tekanan likuiditas dalam jangka pendek.

Rencana IPO ini tidak lepas dari kebutuhan modal yang besar di industri AI. OpenAI telah menghimpun pendanaan lebih dari US$180 miliar, tetapi masih menghabiskan kas dalam jumlah besar untuk kapasitas komputasi serta pembangunan infrastruktur pelatihan dan operasional model AI.

Kondisi itu membuat perusahaan makin agresif memilah fokus bisnis. Dalam beberapa bulan terakhir, OpenAI menghentikan sejumlah proyek non-prioritas, termasuk aplikasi video pendek Sora.

Sebagai gantinya, OpenAI menggelontorkan investasi besar ke bisnis korporasi dan produk asisten pemrograman Codex. Produk itu berhadapan langsung dengan Claude Code milik Anthropic.

OpenAI juga datang ke pasar dengan modal pengguna yang sangat besar. ChatGPT, produk yang melambungkan nama perusahaan sejak diluncurkan pada 2022, kini memiliki lebih dari 900 juta pengguna aktif mingguan.

Di balik rencana IPO tersebut, OpenAI disebut sudah menggandeng bank investasi besar. Goldman Sachs dan Morgan Stanley masuk dalam daftar pihak yang membantu persiapan proses penawaran saham itu.

Kedua bank itu juga tercatat sebagai penjamin emisi utama dalam dokumen IPO SpaceX. Keterlibatan mereka memperlihatkan bagaimana jalur menuju bursa kini menjadi arena yang sama-sama diperebutkan para pemain teknologi besar.

Persaingan di industri AI sendiri terus menekan perusahaan untuk mencari dana baru. Anthropic baru saja mengumumkan pengajuan IPO rahasia dan sebelumnya menutup putaran pendanaan dengan valuasi US$965 miliar, lebih tinggi dari valuasi OpenAI pada akhir Maret lalu.

SpaceX pun ikut masuk ke daftar kompetitor yang diperhitungkan. Dalam dokumen IPO-nya, perusahaan milik Elon Musk itu menyebut OpenAI, Anthropic, dan Google sebagai pesaing utama di bidang AI.

Situasi ini semakin menarik karena rencana IPO OpenAI dan SpaceX muncul kurang dari sebulan setelah Sam Altman dan Elon Musk menyelesaikan perseteruan hukum yang berlangsung selama tiga pekan. Musk sebelumnya menggugat OpenAI dan Altman sejak 2024 dengan tuduhan bahwa keduanya mengingkari janji untuk mempertahankan OpenAI sebagai organisasi nirlaba.

Bagi OpenAI, IPO bisa menjadi jalan untuk memperluas ruang gerak di tengah kebutuhan modal yang terus membesar. Tetapi perusahaan juga masih menegaskan bahwa keputusan akhir soal waktu melantai di bursa belum diambil.

Source: www.cnbcindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button