iPhone Tak Aman, Tim Cook Akui Harga Pasti Naik Gara-Gara Krisis Memori

Kenaikan harga iPhone tampaknya makin dekat setelah CEO Apple Tim Cook mengakui tekanan dari krisis memori global yang terus memburuk. Dalam wawancara dengan Wall Street Journal yang dikutip CNBC International, Cook menyebut lonjakan biaya akibat kekurangan memori sebagai sesuatu yang “tidak dapat dihindari”.

Isyarat ini langsung menarik perhatian karena Apple selama ini dikenal mampu menjaga biaya tetap terkendali. Namun, kali ini situasinya disebut sudah berada di level ekstrem, dan bahkan raksasa teknologi itu tidak sepenuhnya kebal dari dampaknya.

Apple kena imbas krisis memori

Krisis yang dimaksud berkaitan dengan komponen penting untuk perangkat elektronik modern, terutama DRAM dan NAND. DRAM dipakai untuk penyimpanan data jangka pendek, sedangkan NAND digunakan untuk penyimpanan data jangka panjang dan sering dikaitkan dengan solid state drive.

Cook tidak menjelaskan kapan harga produk akan naik atau lini mana yang paling terdampak. Meski begitu, ia menegaskan bahwa kondisi pasokan memori saat ini menciptakan situasi yang tidak berkelanjutan bagi industri.

Tekanan itu tidak hanya dirasakan Apple. Ledakan penggunaan AI disebut memicu permintaan memori yang tak terkendali, sehingga kekurangan terjadi di berbagai belahan dunia dan harga ikut terdorong naik.

Permintaan AI memperparah kebutuhan chip

Di tengah lonjakan kebutuhan tersebut, chip AI untuk pusat data memakai memori bandwidth tinggi yang bekerja lebih cepat dan membutuhkan daya lebih besar dibanding memori pada ponsel pintar. Salah satu contohnya adalah Nvidia Blackwell B200 dengan memori bandwidth tinggi 192GB.

Setiap delapan chip seperti itu dapat dipasang dalam satu server. Lebih dari 2.000 server kemudian bisa disusun menjadi satu klaster, yang menunjukkan betapa besar skala konsumsi memori di infrastruktur AI.

Sebaliknya, iPhone hanya hadir dengan RAM 8GB atau 12GB. Kesenjangan kebutuhan ini membuat pasokan memori menjadi rebutan antara perangkat konsumen dan industri AI yang terus berkembang cepat.

Apple siapkan langkah, tetapi biaya tetap menekan

Cook mengatakan Apple siap memakai cadangan kas perusahaan untuk membantu meningkatkan pasokan. Ia menyebut Apple bersedia menggunakan neraca keuangan untuk menjadi bagian dari solusi atas gangguan pasokan tersebut.

Sinyal kenaikan harga dari Apple memperkuat dugaan bahwa tekanan biaya sudah masuk ke level yang sulit ditahan. Analis menyebut bahkan perusahaan sebesar Apple, yang dikenal memiliki keahlian dan perencanaan jangka panjang, tetap tidak bisa sepenuhnya membatasi dampak dari krisis ini.

Ranjit Atwal dari Gartner menilai masalah ini menunjukkan betapa dalamnya gangguan yang sedang terjadi. Menurut dia, Apple tidak aman meski memiliki sumber daya besar dan kemampuan manajemen yang kuat.

Hingga kabar ini ditayangkan, Apple belum memberikan komentar lanjutan. Namun, pernyataan Cook sudah cukup memberi sinyal bahwa harga produk Apple, termasuk iPhone, berisiko ikut terdorong naik jika kekurangan memori terus berlanjut.

Source: www.cnbcindonesia.com

Terkait