Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Iran memukul pasar kripto pada perdagangan akhir pekan, tetapi respons Bitcoin terlihat tidak serendah yang dikhawatirkan sebagian pelaku pasar. Sejumlah aset utama memang melemah, namun seorang analis menilai ketahanan BTC di tengah kepanikan itu sebagai sinyal yang “pretty interesting”.
Bitcoin sempat mencoba menembus $60,000, tetapi tekanan jual mendorong harganya turun di bawah $59,000. Ethereum bergerak di kisaran $1,500, sementara Dogecoin dan XRP juga diperdagangkan di zona merah.
Tekanan pasar makin terasa
Data Coinglass menunjukkan lebih dari $180 juta dilikuidasi dari pasar kripto dalam 24 jam terakhir, dan sebagian besar berasal dari posisi long. Kapitalisasi pasar kripto global juga turun 3.38% dalam 24 jam menjadi $2.02 triliun.
Sentimen pasar ikut memburuk. Crypto Fear & Greed Index menunjukkan kondisi “Extreme Fear”, sementara open interest Bitcoin turun 0.69% dalam 24 jam terakhir.
Meski begitu, tidak semua pelaku pasar bersikap defensif. Di Binance, trader ritel dan whale justru meningkatkan eksposur long, walaupun sentimen smart money masih tercatat “extremely bearish”.
Ketegangan geopolitik jadi pemicu utama
Fokus pasar bergeser ke Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Iran saling baku tembak pada akhir pekan. Eskalasi itu terjadi setelah dugaan pelanggaran gencatan senjata di Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dunia.
Kemudian, seorang pejabat pemerintahan Trump dilaporkan mengatakan kedua pihak akan “stand down for now” dan membiarkan kapal bergerak bebas di titik pengiriman minyak yang krusial itu. Kabar tersebut ikut mendorong futures saham bergerak naik pada Minggu malam.
Dow Jones Industrial Average Futures naik 147 poin atau 0.29% pada pukul 8:45 p.m. EDT. Futures S&P 500 naik 0.40%, sedangkan Nasdaq 100 Futures menguat 0.19%.
Bitcoin jadi fokus karena tak jatuh lebih dalam
Popular cryptocurrency commentator Michaël van de Poppe menyoroti skenario Bitcoin jika kembali menembus $61,000. Ia menilai pergerakan itu akan menguatkan tesis bullish divergence dan membuka area target berikutnya di $65,000.
Menurut van de Poppe, yang menarik bukan hanya potensi pemulihan harga. Ia menilai pasar tidak jatuh lebih dalam meski ketakutan dan kepanikan sedang tinggi, dan itu menjadi sinyal yang cukup menarik untuk BTC.
Ethereum berada di bawah tekanan whale
Ethereum mendapat tekanan tambahan dari aksi jual besar pemegang besar. Ali Martinez menyebut whale menjual sekitar 550,000 ETH dalam sepekan, setara kurang lebih $880 juta dalam tekanan pasokan jual ke pasar.
Martinez mengatakan penjualan itu mendorong ETH jatuh di bawah support penting $1,633. Jika tren distribusi itu berlanjut ke pekan depan, ia melihat target demand ber-volume tinggi di $1,237 dan $1,089.
Altcoin utama ikut melemah
Di tengah pelemahan pasar, Dogecoin dan XRP tidak menunjukkan kekuatan berarti. Keduanya bergerak di zona merah seiring pasar yang lebih luas tetap rapuh.
Secara intraday, Ethereum menjadi salah satu aset yang paling diperhatikan karena volume perdagangannya naik 10% dalam 24 jam terakhir, meski harga masih tertahan di area $1,500. Sementara itu, daftar penguat 24 jam di atas kapitalisasi pasar $100 juta justru didominasi token yang tidak termasuk kelompok utama seperti ETHGAS, Velvet, dan Solstice.
