Komdigi Dorong Kampus Cetak Talenta AI, Targetkan SDM Unggul untuk Ekonomi Digital

Pemerintah mulai menyiapkan jalan yang lebih jelas untuk mempercepat pemanfaatan kecerdasan buatan di Indonesia. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Nezar Patria menyebut Peta Jalan AI Nasional sebagai strategi utama agar adopsi AI berjalan aman, akuntabel, dan mendukung ekonomi digital.

Peta jalan itu tidak hanya mengatur pemanfaatan AI di berbagai sektor. Dokumen tersebut juga memuat prinsip etika, keamanan data, akuntabilitas, dan alat ukur kesiapan adopsi teknologi agar Indonesia bisa bergerak menuju kemandirian teknologi atau Sovereign AI.

Dorong SDM digital lewat AI Talent Factory

Di sisi lain, Komdigi menilai kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci agar teknologi AI tidak hanya dikonsumsi, tetapi juga dikembangkan di dalam negeri. Karena itu, kementerian mendorong literasi digital dan peningkatan kecakapan digital lewat program AI Talent Factory.

Program ini ditujukan untuk memperkuat kemampuan SDM dalam negeri agar mampu memanfaatkan teknologi digital di sektor-sektor strategis. Nezar menyebut pemanfaatannya dapat menjangkau pertanian, layanan keuangan, hingga kesehatan.

Kampus diminta ikut membangun ekosistem AI

Komdigi juga mengajak perguruan tinggi mengambil peran lebih besar dalam menyiapkan talenta AI. Kampus dinilai bisa menjadi ruang penting untuk membangun ekosistem pengembangan SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri dan transformasi digital nasional.

Langkah ini menjadi relevan karena pengembangan AI membutuhkan lebih dari sekadar infrastruktur teknologi. Negara juga harus menyiapkan tenaga ahli yang paham etika penggunaan, tata kelola data, dan penerapan AI di sektor publik maupun swasta.

Tantangan penguasaan teknologi masih besar

Di tengah gejolak ekonomi global, Komdigi melihat pengembangan AI di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Salah satu tantangan utama adalah penguasaan teknologi, terutama ketika negara harus bersaing dalam ekosistem digital yang didominasi pemain besar.

Karena itu, pemerintah menilai perlu ada penguatan kolaborasi yang fair dengan negara maju. Kolaborasi tersebut dipandang penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga memiliki posisi tawar dalam pengembangan dan pemanfaatan AI.

Sovereign AI dan kedaulatan teknologi digital

Peta Jalan AI Nasional juga ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, yakni penguatan kedaulatan teknologi digital Indonesia. Pemerintah ingin memastikan adopsi AI tidak berjalan liar, melainkan mengikuti prinsip keamanan data dan akuntabilitas yang jelas.

Upaya itu sejalan dengan dorongan hilirisasi dan industrialisasi mineral kritis. Pemerintah melihat langkah tersebut dapat membantu Indonesia masuk ke rantai pasok global dan memperkuat posisi nasional dalam pengembangan teknologi digital.

AI untuk ekonomi digital yang lebih siap

Penggunaan AI diproyeksikan memberi dampak besar bagi ekonomi digital Indonesia jika ekosistemnya terbentuk dengan baik. Karena itu, pemerintah menekankan bahwa regulasi, talenta, dan kolaborasi harus berjalan beriringan.

Nezar Patria menegaskan bahwa arah kebijakan ini tidak hanya soal mengikuti perkembangan teknologi. Yang dikejar adalah kemampuan Indonesia untuk membangun ekosistem AI yang aman, produktif, dan kompetitif di tengah perubahan digital yang cepat.

Source: www.cnbcindonesia.com

Terkait