Sony kembali menjadi sorotan karena rumor terbaru soal FX5 makin mengarah ke satu arah: peluncuran pada Juli dengan fitur yang selama ini paling dicari kreator video. Kamera ini dikabarkan membawa 5K open gate video dan triple-base ISO, dua teknologi yang disebut muncul pertama kali di kamera Sony.
Jika kabar itu akurat, FX5 bukan sekadar penerus tak langsung dari FX3. Kamera ini justru diposisikan lebih dekat ke kelas sinema, dengan kombinasi fitur hybrid yang bisa mengubah susunan lini kamera video Sony.
Fitur utama yang paling menonjol
Laporan terbaru menyebut FX5 akan merekam video open gate 5K dalam rasio 3:2. Format ini memberi ruang lebih luas untuk crop ke berbagai rasio, termasuk 9:16 dan 16:9, sehingga lebih fleksibel untuk kebutuhan media sosial dan produksi profesional.
Selain itu, FX5 juga disebut mengusung triple-base ISO. Sony Alpha Rumors menyatakan tiga sumber telah mengonfirmasi fitur itu, dan ini akan menjadi yang pertama pada kamera Sony.
Kanal yang sama juga menyebut kamera ini merekam internal RAW. Format yang dikaitkan adalah X-OCN, yaitu extended tonal range Original Camera Negative dengan encoding linear 16-bit milik Sony.
Perubahan sikap Sony terhadap open gate
Kehadiran open gate menjadi sorotan karena Sony selama bertahun-tahun dinilai tidak melihat kebutuhan besar dari fitur tersebut. Sony Alpha Rumors menulis bahwa para manajer Sony beberapa kali mengatakan mereka tidak yakin fitur itu benar-benar dibutuhkan pengguna.
Kini arah itu tampaknya berubah. FX5 disebut akan mendukung full open gate, dengan catatan spesifik open gate 5K 3:2.
Langkah ini juga penting karena Canon lebih dulu memperkenalkan open gate lewat Canon EOS C50. Kamera hybrid itu memang diposisikan sebagai rival FX3, sehingga Sony terlihat merespons langsung tekanan kompetitor.
Soal nama model masih belum sepenuhnya pasti
Meski Sony Alpha Rumors menyebut nama FX5 sudah “confirmed”, masih ada perbedaan pendapat soal identitas model ini. Photo Rumors justru menyebut nama yang beredar sebagai Sony FX4, dan laporan itu banyak bertumpu pada unggahan pembocor informasi X.com, how2fly.
Kedua situs tampaknya membahas kamera yang sama. Namun, belum tertutup kemungkinan ada dua model berbeda, FX4 dan FX5, meski untuk saat ini skenario paling masuk akal adalah keduanya merujuk ke perangkat yang sama.
Sensor dan posisi di lini kamera Sony
Bagian sensor juga masih menyisakan tanda tanya. Sony Alpha Rumors sempat melaporkan kemungkinan global shutter, tetapi kemudian menyebut belum yakin apakah kamera ini memakai sensor global shutter 5K baru atau solusi lain.
Laporan lain menyebut sensor global shutter itu berbeda dari yang ada di Sony A9 III. Ada pula klaim dari forum situs tersebut yang menyebut roadmap bocoran menunjukkan sensor IMX01A, 16MP, 5K 240p, fully stacked, high sensitivity, dan full sensor dual pixel AF.
Di sisi lain, FX5 disebut akan menjadi lompatan besar dari FX3. Seorang pengguna forum menyebutnya sebagai “dream sensor” untuk upgrade dari FX3.
Desain yang lebih dekat ke kamera sinema
Dari sisi bentuk dan pendekatan, FX5 disebut tidak lagi terasa seperti kamera Alpha biasa. Sony Alpha Rumors menulis bahwa kamera ini akan lebih mirip “mini Venice” ketimbang kamera Alpha dengan fitur sinema.
Akun Weibo E8M_8888 juga melaporkan bahwa Sony telah mendaftarkan model FX baru ke badan sertifikasi di China. Tiga kode yang muncul, WW679476, WW789166, dan WW308784, disebut kemungkinan tidak merujuk ke tiga kamera berbeda.
Laporan itu juga menyebut bodi kamera bersifat modular dan mendukung aksesori sinema seperti XLR handle, external EVF, dan konektivitas SDI. Tata letak tombol dan menu juga dikatakan mengambil banyak elemen dari kamera Venice profesional.
Implikasi untuk pasar kamera sinema
Jika semua bocoran ini terbukti, FX5 bisa mengguncang hierarki kamera sinema Sony. Kombinasi hybrid Alpha dan Venice membuat posisinya berbeda dari penerus FX3 biasa, dan itu bisa memaksa pesaing seperti Canon untuk merespons lebih agresif.
Canon sendiri bukan pemain baru di ranah global shutter karena teknologi itu sudah hadir di lini Cinema EOS, termasuk Canon EOS C700 PL. Namun, jika Sony benar-benar menggabungkan global shutter, open gate, dan triple-base ISO dalam satu kamera kompak, langkah itu tetap akan menjadi pernyataan yang kuat di pasar.







