Video viral yang menampilkan kapal pesiar besar tenggelam dramatis ternyata bukan rekaman bencana sungguhan. Lead Stories menemukan sejumlah video semacam itu dibuat dengan kecerdasan buatan dan dibagikan untuk menarik perhatian di media sosial.
Fenomena ini masuk dalam kategori yang kerap disebut sebagai “AI-slop”, yakni video pendek vertikal hasil generator AI yang diburu agar viral. Kontennya sering memainkan emosi dan rasa penasaran penonton lewat adegan yang tampak meyakinkan, padahal dibuat dari nol.
Bentuk visual yang dibuat untuk memancing klik
Video-video itu umumnya memperlihatkan kapal besar di laut yang miring atau terbalik lalu perlahan tenggelam. Sebagian menampilkan orang di pantai atau di kapal lain yang menonton saat kapal masuk ke air.
Beberapa kapal dibuat menyerupai Titanic dengan dua cerobong asap. Ada juga yang digambarkan seperti kapal pesiar raksasa bertingkat banyak dengan detail visual yang sengaja dibuat dramatis.
Sejumlah akun bahkan menampilkan diri sebagai pembuat AI. Langkah ini tampak seperti upaya membangun pengikut di media sosial sambil terus memproduksi variasi video serupa.
Contoh yang muncul di platform besar
Akun Instagram @maritimeconnect diketahui mengunggah video AI bertema kapal pesiar dalam bahaya. Sementara itu, akun TikTok @the.worldai menyematkan label “Creator labeled as AI-generated” pada video yang memperlihatkan kapal tenggelam disaksikan kerumunan di pantai.
Di YouTube, akun @levelhigher mengunggah video kapal pesiar yang jatuh melewati air terjun. Keterangan videonya secara eksplisit menyebut AI dengan kalimat “Cruise Ship HORROR: Worst Cruise Ship Disasters ! 🚢💥ai video #wow.”
Label seperti ini penting karena memberi petunjuk awal bahwa konten tersebut bukan dokumentasi kejadian nyata. Namun label tidak selalu cukup, sebab sebagian video serupa bisa beredar tanpa penanda yang jelas.
Cara mengenali konten yang menyesatkan
Pada TikTok, konten buatan AI bisa diberi penanda seperti “Contains AI-generated media” atau “AI-generated”. Di X, label yang umum muncul adalah “Made with AI”, sedangkan di Facebook dan Instagram sering terlihat “AI info”.
Deskripsi video juga perlu diperiksa. Pembuat konten kadang menambahkan catatan atau tag seperti #AI, #madewithAI, atau #fiction, dan bio akun bisa memuat penjelasan serupa.
Pola unggahan juga membantu. Jika satu akun memposting puluhan variasi video dengan tema yang sama, penggunaan AI biasanya lebih mudah terlihat.
Verifikasi sederhana sebelum percaya
Pemeriksaan tidak boleh berhenti di akun pengunggah. Video bisa saja disalin dari tempat lain, lalu diunggah ulang oleh akun berbeda untuk mengejar jangkauan.
Salah satu langkah yang disarankan adalah mengambil tangkapan layar dari frame pertama lalu mencarinya lewat reverse image search. Cara ini dapat menunjukkan apakah video berasal dari akun satire, akun pembuat AI, atau karya visual lain di internet.
Jika masih ragu, video bisa diunduh dan diperiksa dengan alat deteksi AI. Beberapa alat dapat membantu mencari watermark atau karakteristik teknis yang mengarah pada pembuatan oleh AI.
Tanda-tanda visual yang patut dicurigai
Video AI sering memuat kejanggalan yang tidak konsisten dengan dunia nyata. Tanda-tandanya bisa berupa orang atau benda yang muncul dan hilang tiba-tiba, benda berat yang jatuh terlalu lambat, atau objek kaku yang justru melengkung.
Tulisan yang kacau, huruf yang aneh bentuknya, serta orang atau benda yang seolah menyatu juga patut diwaspadai. Ketidaksamaan antar-shot, perubahan latar, detail arsitektur yang tiba-tiba muncul, hingga perubahan pakaian atau gaya rambut juga sering menjadi jejak visual.
Audio pun layak dicermati karena kerap terdengar ganjil. Suara bisa terlalu datar, terkesan tersusun, teriakan penonton terdengar tidak alami, atau efek suara tidak sinkron dengan aksi di layar.
Salah satu contoh nyata kapal pesiar yang benar-benar tenggelam adalah Costa Concordia milik Costa Cruises pada Januari 2013. Kapal itu menabrak formasi batuan di dasar laut Mediterania, miring, lalu sebagian tenggelam, dan 32 orang tewas setelah kapten Francesco Schettino meninggalkan kapal sebelum semua penumpang dan awak berhasil dievakuasi dengan selamat.
Perbedaan antara tragedi nyata dan video buatan AI semakin penting saat konten palsu dibuat seolah-olah dokumentasi kecelakaan besar. Untuk mengecek kebenaran video yang tampak newsworthy, pencarian berita dari media tepercaya tetap menjadi langkah yang relevan sebelum mempercayai atau membagikannya.







