Konglomerat-konglomerat besar Korea Selatan menyiapkan gelombang investasi raksasa senilai 312 triliun won atau Rp3.661 triliun untuk Yeongnam, kawasan di Korea Tenggara yang selama ini menjadi basis manufaktur penting. Langkah ini menjadi bagian dari dorongan pemerintah Korea Selatan untuk membangun pusat regional industri berbasis kecerdasan buatan atau AI.
Nilai komitmen itu datang dari sejumlah grup bisnis papan atas dan mencakup sektor yang luas, mulai dari AI, semikonduktor, robotika, hingga energi dan dirgantara. Pemerintah menilai Yeongnam punya modal kuat untuk naik kelas dari basis manufaktur nasional menjadi pusat manufaktur canggih bertaraf global.
Porsi investasi dari para raksasa industri
Hanwha Group dan Hyundai Motor Group mengumumkan investasi gabungan 97 triliun won untuk satu dekade ke depan. Dana ini diarahkan ke kedirgantaraan, pertahanan, mobilitas masa depan, dan manufaktur canggih.
Samsung Group ikut menambah tekanan besar dengan rencana investasi 60 triliun won. Fokusnya berada pada transformasi AI, robotika, baterai, dan pembuatan kapal.
SK Group berkomitmen menggelontorkan 140 triliun won untuk membangun infrastruktur pusat data AI di seluruh wilayah tersebut. LG menyusul dengan investasi 9,4 triliun won hingga 2030 untuk memperkuat infrastruktur AI dan manufaktur canggih.
Doosan juga masuk dengan rencana sekitar 5,1 triliun won. Dana itu akan dipakai untuk memperluas bisnis energi generasi berikutnya, termasuk reaktor modular kecil, pembangkit listrik tenaga nuklir besar, serta turbin gas dan hidrogen.
Yeongnam jadi pusat strategi industri baru
Pengumuman investasi itu disampaikan dalam pengarahan yang dipimpin presiden di Jinju, Provinsi Gyeongsang Selatan. Acara ini menjadi sesi regional ketiga setelah agenda serupa untuk Honam dan Chungcheong, mengikuti laporan nasional pemerintah tentang tiga proyek mega.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengatakan investasi yang berani dan aktif akan dilakukan di bidang kedirgantaraan, pertahanan, dan energi, termasuk SMR, baterai, dan layar. Ia juga menyebut Yeongnam akan melampaui statusnya sebagai basis manufaktur utama Korea.
Lee menegaskan bahwa wilayah itu punya potensi besar untuk menjadi pusat global manufaktur canggih. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan terima kasih kepada para konglomerat atas komitmen investasi yang diumumkan.
Dorongan untuk industri dirgantara dan AI
Pemerintah Korea Selatan ingin mendorong pembangunan sabuk industri kedirgantaraan pantai selatan. Jalur industri itu dirancang menghubungkan satelit dan kendaraan peluncur dengan pesawat generasi berikutnya serta industri ruang angkasa yang sedang berkembang.
Lee juga menyatakan pemerintah akan memobilisasi seluruh kemampuan yang dimiliki untuk mendukung perusahaan dirgantara di Yeongnam agar tumbuh menjadi perusahaan kelas dunia. Infrastruktur yang dibahas akan mencakup konstelasi satelit pengintai pada ketinggian 350 kilometer.
Di sisi korporasi, rencana investasi LG menunjukkan bagaimana AI dan manufaktur canggih akan dikaitkan dengan penguatan kemampuan bisnis yang sudah ada. LG Electronics akan memperluas R&D HVAC di Changwon, LG Innotek meningkatkan kapasitas solusi optik dan substrat chip AI di Gumi, dan LG Display memperkuat produksi layar generasi berikutnya.
Komitmen besar ini memperlihatkan Yeongnam sedang diposisikan sebagai simpul baru bagi industri strategis Korea Selatan. Kombinasi investasi AI, pusat data, baterai, layar, pertahanan, dan energi menandai upaya terkoordinasi pemerintah dan konglomerat untuk mempercepat pertumbuhan kawasan tersebut.
