Bitcoin Tembus Rata-Rata 200 Hari, Visser Lihat Fase Baru, Sell-Off Micron Jadi Alarm AI

Bitcoin kembali jadi sorotan setelah investor makro Jordi Visser menilai penembusan di atas rata-rata pergerakan 200 hari akan membuka “fase berikutnya” bagi kripto. Ia menempatkan ambang itu di atas 70.000 dolar dan menyebut momentum tersebut bisa muncul pada paruh kedua tahun ini.

Visser menilai pasar masih terlalu pesimistis terhadap Bitcoin. Ia juga mengatakan volatilitas Bitcoin jauh lebih rendah dibanding indeks momentum saham teknologi yang baru-baru ini mencapai level tertinggi dalam 25 tahun, sehingga aset digital itu berpeluang menjadi penampil terbaik di antara kelas aset lain.

Sinyal teknikal yang jadi pemicu

Dalam percakapannya dengan Anthony Pompliano di podcast, Visser mengatakan tesisnya akan terkonfirmasi jika tiga kondisi terpenuhi. Tiga hal itu adalah pasar yang terlalu melebih-lebihkan sikap hawkish The Fed, inflasi yang mendingin, dan pertumbuhan laba terkait AI yang masih bertahan.

Ia menilai sentimen terhadap Bitcoin sudah berada di titik ekstrem. Menurut dia, sekitar 60% hingga 70% pemegang lama sedang mempertanyakan keterlibatan mereka, dan ia belum melihat alasan untuk bertaruh pada kenaikan sebelum harga kembali di atas rata-rata 200 hari.

Meski begitu, ia menyebut narasi bearish terhadap Bitcoin sudah lama beredar. Karena itu, penembusan level teknikal tersebut bisa menjadi sinyal penting bagi perubahan arah persepsi pasar.

Bitcoin dan perdagangan AI

Visser mengaitkan pandangannya soal Bitcoin dengan apa yang ia sebut sebagai perlambatan pertengahan siklus dalam perdagangan AI. Ia mengatakan uang mudah di nama-nama infrastruktur sudah habis, sementara hambatan baru masih terus muncul.

Ia menyebut pengawasan pemerintah yang makin ketat terhadap perusahaan model AI, penundaan perizinan pusat data, serta persaingan dari model open-source asal China sebagai tekanan yang tidak akan hilang. Dalam kerangka itu, ia melihat Bitcoin sebagai aset yang lebih menarik ketimbang saham-saham teknologi yang terlalu padat posisi.

Visser juga mengatakan Bitcoin akan menjadi “best performer” dibanding saham, obligasi, dan komoditas seperti perak. Ia menyoroti Bitcoin yang diperdagangkan di sekitar volatilitas 30, sementara indeks momentum teknologi berada di volatilitas 85 dalam 60 hari terakhir, tertinggi dalam 25 tahun termasuk era dot-com.

Micron jadi peringatan untuk AI

Visser menggunakan pelepasan saham Micron Technology setelah laba yang kuat sebagai tanda bahaya. Menurut dia, aksi jual setelah kabar baik menunjukkan pasar sudah mulai kehilangan toleransi terhadap narasi AI yang terlalu mulus.

Ia mengatakan, “When you sell off on great news, that is not a good sign.” Meski demikian, ia tetap melihat ekspansi perangkat keras AI masih berada pada tahap awal.

Dalam pandangannya, ada pembangunan senilai 90 triliun dolar di bidang memori, infrastruktur, dan robot humanoid. Ia mengatakan permintaan memori masih sangat besar dan menyebut Micron, SK Hynix, serta Samsung sebagai nama yang patut dicermati.

Namun, ia menilai saham-saham memori tidak lagi akan bergerak secepat sebelumnya. Ekspektasinya kini bergeser ke kenaikan tahunan 30% hingga 40%, bukan kenaikan 30% hingga 40% dalam sepekan.

Pada perdagangan terbaru, Bitcoin tercatat di 62.970 dolar, naik 0,5% dalam 24 jam. Sentimen ritel di Stocktwits untuk BTC tetap berada di zona bullish, meski tingkat percakapan turun ke level rendah dari normal dalam sehari terakhir.

Pandangan Visser soal The Fed dan risiko pasar

Di sisi kebijakan moneter, Visser mengatakan pasar bereaksi berlebihan terhadap komentar terbaru Fed Chair Kevin Warsh. Ia menilai bank sentral akan tetap menahan suku bunga meski pasar masih memasang harga untuk kenaikan.

Ia mengingatkan bahwa fokus Warsh pada produktivitas yang didorong AI mengingatkannya pada pendekatan era Greenspan yang tidak bereaksi berlebihan terhadap data inflasi jangka pendek. Visser juga memperkirakan akan ada cetakan CPI Juni yang negatif, didorong penurunan harga energi.

Selain itu, ia memperingatkan kemungkinan guncangan akibat serangan siber dalam waktu satu tahun. Menurut dia, peretasan besar pada bank dapat menyeret pasar global turun 10% dalam satu hari.

Terkait