Karyawan Ubisoft Siap Massal Resign akibat Pembatalan Game dan Ancaman PHK Besar-Besaran

Author: Qoo Media

Ubisoft menghadapi gelombang keprihatinan dari karyawan setelah pembatalan sejumlah proyek game besar dan ancaman PHK besar-besaran. Banyak pegawai yang mulai secara terbuka mengkritik manajemen dan mencari peluang kerja di tempat lain untuk menghindari pemutusan hubungan kerja yang akan datang.

Menurut laporan dari Tom Henderson, seorang pengamat industri game, komunikasi internal di Ubisoft dipenuhi dengan karyawan yang secara terbuka mengecam pimpinan perusahaan. Hal ini menunjukkan ketegangan yang meningkat dan tidak biasa di kalangan staf, mengingat kritik terbuka semacam ini jarang terjadi di studio game.

Kemarahan dan Kekhawatiran Karyawan Ubisoft

Sejumlah proyek ambisius studi ini, termasuk remake Prince of Persia: The Sands of Time yang sudah dikerjakan selama lebih dari lima tahun, dibatalkan secara mendadak. Kegagalan ini membuat banyak pengembang merasa frustrasi karena kerja keras mereka selama bertahun-tahun tidak berbuah hasil. Ini pula yang memicu ketidakpuasan dan keresahan di kalangan staf.

Belum cukup sampai di situ, keputusan perusahaan untuk menetapkan wajib hadir kantor lima hari dalam seminggu juga menjadi salah satu faktor pengunduran diri massal. Kebijakan ini dianggap membebani dan mengubah keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi karyawan terutama setelah lama bekerja dengan fleksibilitas sistem remote.

Eksodus Pegawai dan Dampak Restrukturisasi

Sejak September lalu, lebih dari 3.500 karyawan telah di-PHK, menyisakan kurang dari 17.100 tenaga kerja di Ubisoft secara global. Proses restrukturisasi ini belum selesai dan diperkirakan akan ada tambahan sekitar 2.400 pemutusan hubungan kerja dalam waktu dekat. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran besar baik bagi pegawai yang masih bertahan maupun bagi investor.

Berdasarkan aktivitas di platform profesional seperti LinkedIn, banyak pegawai yang saat ini tengah aktif mencari pekerjaan baru. Situasi ini menunjukkan bahwa Ubisoft akan menghadapi gelombang pengunduran diri besar-besaran meskipun belum ada PHK resmi berikutnya.

Daftar Faktor yang Menyebabkan Ketidakpuasan Karyawan

  1. Pembatalan proyek game penting yang sudah dikembangkan bertahun-tahun.
  2. Ketidakamanan kerja akibat PHK besar-besaran yang terus berlanjut.
  3. Kebijakan wajib hadir kantor penuh waktu yang mengurangi fleksibilitas.
  4. Penutupan studio di lokasi seperti Stockholm, Halifax, dan pemangkasan staf di Abu Dhabi.
  5. Turunnya kepercayaan karyawan dan investor terhadap manajemen puncak.

Ancaman Masa Depan Perusahaan

Penurunan harga saham Ubisoft mencerminkan ketidakpastian situasi perusahaan saat ini. Banyak pihak meragukan efektivitas rencana penghematan hingga €200 juta yang diumumkan. Para pengamat dan karyawan mempertanyakan apakah upaya tersebut cukup untuk memperbaiki masalah mendasar yang berasal dari kurang solidnya kepemimpinan.

Kritik tajam dari para pegawai terhadap pimpinan Ubisoft mengindikasikan perubahan yang sangat dibutuhkan, baik dari segi strategi bisnis maupun kultur perusahaan. Kegagalan manajemen dalam menjaga stabilitas internal dan kesuksesan produk menjadi alasan utama ketidakpuasan ini.

Walaupun Ubisoft masih menjadi salah satu nama besar di industri game, kondisi internalnya yang bergejolak berpotensi mempengaruhi kualitas dan kuantitas game yang akan dirilis kedepannya. Bagaimana perusahaan bisa membalikkan tren ini menjadi perhatian utama bagi penggemar, karyawan, dan pemegang saham.

Terbaru