Ubisoft Tutup Studio dan Batalkan Game, Inilah Proyek Far Cry dan Assassin’s Creed yang Masih Bertahan

Restrukturisasi besar-besaran yang tengah berlangsung di Ubisoft membawa dampak signifikan pada lini pengembangan game. Setelah menutup sejumlah studio dan membatalkan sedikitnya enam proyek, banyak penggemar bertanya-tanya tentang masa depan judul-judul andalan perusahaan ini.

Data terbaru dari pernyataan resmi CEO Ubisoft, Yves Guillemot, serta laporan dari berbagai sumber internal, mengungkap deretan proyek yang masih berjalan. Beberapa waralaba utama tetap menjadi fokus pengembangan meski perusahaan melakukan penyesuaian strategi secara global.

Far Cry Masih Jadi Prioritas

Ubisoft tetap menaruh perhatian pada seri Far Cry di tengah perubahan besar internal. Dua proyek Far Cry dilaporkan aktif dikembangkan. Proyek pertama merupakan entri utama berikutnya, yang disebut dengan nama kode Blackbird. Sedangkan proyek kedua adalah game spin-off berbasis aksi yang menggunakan nama internal Maverick.

Keduanya mengalami sejumlah perubahan dan penundaan akibat restrukturisasi di tubuh perusahaan. Sumber internal menyebutkan, penggarapan dua judul ini sempat terkendala pada awal 2026, namun kini tetap diprioritaskan sebagai ujung tombak penawaran Ubisoft di pasar game aksi dan shooter.

Franchise Assassin’s Creed Semakin Berkembang

Assassin’s Creed menjadi salah satu pilar utama dalam strategi jangka panjang Ubisoft. Melalui pernyataan resminya, Ubisoft menegaskan fokus pada ekspansi dunia Assassin’s Creed ke berbagai bentuk, baik single-player maupun multiplayer.

Laporan dari Insider Gaming menyebut tiga proyek Assassin’s Creed yang tengah digarap oleh tim internal. Daftar judul utama yang dikembangkan meliputi:

  1. Proyek multiplayer spin-off terbaru.
  2. Remake dari Assassin’s Creed IV: Black Flag menghadirkan penyegaran bagi pemain lama maupun baru. Versi PS4 dari judul ini sendiri masih dijual di Amazon dengan harga sekitar $20.
  3. Assassin’s Creed Hexe, sebuah proyek bergaya lebih gelap dan mengeksplorasi sisi baru waralaba.

Di balik upaya ekspansi tersebut, dua proyek Assassin’s Creed resmi dibatalkan. Salah satunya adalah game trading card berbasis dunia Assassin’s Creed, menandakan perubahan fokus Ubisoft pada format game AAA yang lebih potensial secara komersial.

Dukungan Terhadap Rainbow Six Tetap Kuat

Selain Far Cry dan Assassin’s Creed, merek Rainbow Six pun terus dipertahankan. CEO Yves Guillemot menyebut, Rainbow Six Siege X memiliki jumlah pemain aktif harian mencapai 2,5 juta orang. Ekspansi ke platform mobile pun disiapkan, dengan Rainbow Six Mobile dijadwalkan meluncur secara global pada akhir Februari 2026.

Konsistensi dan pembaruan konten menjadi kunci utama menjaga basis pemain Rainbow Six tetap aktif. Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi Ubisoft untuk meningkatkan engagement komunitas dan mempertahankan posisi di pasar kompetitif game multiplayer online.

Ekspansi ke Industri Hiburan Lain

Ubisoft tidak hanya berfokus pada pengembangan game baru, tetapi juga memperluas portofolio ke sektor hiburan lain. Langkah strategis yang sedang berjalan antara lain adaptasi live-action Assassin’s Creed untuk layanan streaming Netflix.

Selain itu, waralaba Far Cry juga sedang dalam tahap pengembangan serial oleh FX. Langkah ini menunjukkan keseriusan Ubisoft dalam memperluas jangkauan intelektual ke audiens yang lebih luas melalui platform di luar dunia gaming.

Daftar Proyek Ubisoft yang Masih Aktif Dikembangkan

Berikut daftar ringkas proyek yang masih aktif digarap Ubisoft berdasarkan informasi publik dan sumber internal:

Waralaba Nama Proyek / Kode Tipe Game / Media
Far Cry Blackbird Mainline Shooter
Far Cry Maverick Standalone Action Shooter
Assassin’s Creed Multiplayer Spin-off Multiplayer Game
Assassin’s Creed Black Flag Remake Single-player Remake
Assassin’s Creed Hexe Single-player Gelap
Rainbow Six Rainbow Six Siege X Multiplayer Shooter
Rainbow Six Rainbow Six Mobile Mobile Multiplayer
Assassin’s Creed Live-action Series (Netflix) Serial TV
Far Cry FX Adaptation Serial TV

Ubisoft terus menjaga perhatian pada portofolio utama di tengah dinamika industri dan restrukturisasi internal. Komitmen ini tercermin dari kelanjutan pengembangan berbagai proyek sekaligus diversifikasi ke ranah hiburan lain di luar video game.

Source: www.notebookcheck.net
Exit mobile version