
Inovasi terbaru datang dari Ganfeng Lithium yang berhasil menciptakan baterai hybrid solid-liquid dengan kerapatan energi mencapai 650 Wh/kg. Hal ini menandai langkah maju di industri baterai, melampaui standar generasi pertama baterai solid-state dari produsen besar seperti Toyota dan Samsung.
Pencapaian ini didukung dengan proses produksi massal yang telah dimulai oleh Ganfeng, penyedia lithium terbesar di dunia yang menguasai 70% pasar lokal Tiongkok dan hampir separuh pasar global. Fokus pada pengembangan campuran elektrolit dan paduan elektroda telah menjadi kunci sukses Ganfeng dalam menciptakan baterai dengan performa tinggi.
Terobosan Teknologi Lithium Alloy
Baterai terbaru Ganfeng menggabungkan 95% elektrolit solid, meninggalkan sebagian kecil elektrolit cair untuk menjamin biaya produksi tetap terjangkau dan kompatibilitas dengan lini produksi yang ada. Penggunaan paduan lithium pada elektroda menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kapasitas energi.
Menurut Ganfeng, tantangan utama dalam persiapan lithium alloy adalah rendahnya massa jenis lithium dan kecenderungan unsur campuran mengendap, yang dapat menyebabkan segregasi komposisi. Hal ini berisiko membentuk fase kedua yang keras sehingga bisa merobek separator atau memicu retak selama proses produksi.
Berbekal peningkatan alat dan proses produksi, Ganfeng berhasil menghasilkan paduan lithium yang homogen. Hasilnya, kekuatan tarik, kekerasan, dan modulus Young paduan ini lebih unggul dibanding lithium murni sehingga memperbaiki stabilitas proses produksi.
Spesifikasi dan Keunggulan Baterai Hybrid Solid-Liquid
Baterai dengan kerapatan energi 650 Wh/kg ini memiliki Critical Current Density (CCD) mencapai 50 mA/cm² pada laju deposisi 1 mAh/cm². Dalam kondisi manufaktur standar dengan deposisi 3 mAh/cm², CCD justru tetap di atas 10 mA/cm², bahkan mampu menembus 12,6 mA/cm². Dengan spesifikasi ini, baterai bisa diisi ulang hingga kecepatan 3C hanya dalam waktu 20 menit.
Ganfeng menegaskan bahwa penggunaan elektrolit solid saja belum cukup untuk mencapai kepadatan energi tinggi. Teknologi solid-state sulfid yang banyak digunakan memang menawarkan kepadatan dua kali lipat dibanding baterai EV konvensional, namun masih rawan pembentukan dendrit saat ditingkatkan. Hybrid solid-liquid menjadi jalan tengah yang efektif sambil menunggu biaya dan umur pakai baterai solid-state bisa diturunkan.
Perbandingan dengan Kompetitor
Sebagai pembanding, Toyota, Samsung, dan produsen besar lainnya tengah menyiapkan baterai solid-state dengan densitas 500 Wh/kg yang dijadwalkan rilis secara komersial pada 2027. Angka ini sebelumnya diperkirakan sebagai batas teoretis dari teknologi solid-state. Namun, Ganfeng berhasil melampaui nilai tersebut sebelum kompetitor dan telah memasuki fase produksi massal.
Pada tahap awal, baterai hybrid 650 Wh/kg dari Ganfeng akan digunakan pada aplikasi yang membutuhkan kepadatan energi maksimal seperti drone dan robot humanoid. Selanjutnya, teknologi ini berpotensi besar diadopsi untuk kendaraan listrik, mengingat FAW Group – mitra Volkswagen di Tiongkok – telah melakukan uji coba pada sedan listrik dengan teknologi baterai solid-liquid dan meraih densitas energi 500 Wh/kg.
Mengapa Hybrid Solid-Liquid Penting?
CATL menyatakan bahwa baterai hybrid solid-liquid merupakan solusi transisi yang ideal sebelum teknologi solid-state murni siap secara komersial. Ketersediaan teknologi hybrid memberikan efisiensi biaya serta kompatibilitas dengan lini produksi yang berjalan, sehingga mempercepat adopsi industri baterai menuju era baru.
Berikut ringkasan keunggulan utama baterai hybrid solid-liquid Ganfeng:
- Kepadatan energi lebih tinggi dari baterai solid-state generasi pertama (650 Wh/kg vs 500 Wh/kg).
- Proses produksi massal telah dimulai, dengan aplikasi pada sektor drone, robot humanoid, dan kendaraan listrik.
- Memanfaatkan peningkatan lithium alloy sehingga lebih tahan terhadap masalah mekanis pada proses manufaktur.
- Kecepatan pengisian tinggi, dapat hingga 3C dalam 20 menit.
- Ramah untuk biaya produksi dan kompatibel dengan lini produksi eksisting.
Teknologi hybrid solid-liquid ini menunjukkan bahwa inovasi di bidang baterai masih sangat dinamis. Industri kini melihat masa depan baterai dengan kepadatan energi tinggi yang dapat diakses secara lebih luas, baik untuk perangkat berenergi besar seperti kendaraan listrik maupun aplikasi cerdas lainnya.
Source: www.notebookcheck.net



