Resident Evil Requiem Jadi Game Horor Terfavorit dengan Rating Metacritic Sangat Positif

Resident Evil Requiem berhasil mencuri perhatian setelah dirilis dan langsung memuncaki peringkat pengguna di Metacritic dengan skor impresif 9,5 dari 10. Game ini juga mendapatkan respons sangat positif dari lebih dari 42 ribu pengguna di platform Steam, menandakan antusiasme besar di kalangan komunitas gamer.

Keberhasilan Resident Evil Requiem tidak lepas dari kecerdasan desain gameplay yang memadukan perspektif orang pertama dan orang ketiga. Kombinasi tersebut mengingatkan penggemar pada dua era klasik dalam franchise Resident Evil, yaitu horor intens ala Resident Evil 7 dan aksi cepat khas Resident Evil 4.

Pencapaian Skor di Metacritic dan Steam

Skor pengguna 9,5 yang diraih Resident Evil Requiem menempatkan game ini sebagai yang tertinggi sepanjang masa di Metacritic, melewati nama-nama legendaris seperti Metal Gear Solid dan The Witcher 3. Di Steam, ulasan game ini masuk kategori ‘Luar Biasa Positif’ yang semakin memperkuat reputasi positifnya.

Namun, penting dicatat bahwa skor pengguna terkadang lebih mencerminkan popularitas daripada kualitas objektif. Pengguna cenderung memberi nilai ekstrem, yaitu 10 atau 0. Sisi lain, kritik profesional memberikan penilaian yang lebih seimbang dengan metascore solid 88.

Respons Kritik dan Penghargaan dari Media Gaming

Skor 88 dari para kritikus menjadikan Resident Evil Requiem sebagai salah satu game teratas tahun 2026, meskipun belum masuk jajaran game terbaik sepanjang masa versi kritikus. Situs review ternama seperti Polygon, EuroGamer, dan GameSpot masing-masing memberi nilai di atas 85, menunjukkan keyakinan mereka terhadap kualitas game ini.

Para kritikus memuji kemampuan Capcom menggabungkan elemen horor dan aksi dalam satu pengalaman kohesif. Struktur naratif yang mengusung dua protagonis dengan gaya permainan berbeda menjadi kunci utama kesuksesan tersebut.

Gabungan Perspektif Orang Pertama dan Ketiga

Pemain akan merasakan ketegangan lewat sudut pandang orang pertama saat mengendalikan Grace Ashcroft, seorang agen FBI baru. Atmosfer ini mengingatkan pada suasana menegangkan Resident Evil 7 yang mengedepankan horor psikologis.

Di sisi lain, cerita beralih ke perspektif orang ketiga ketika pemain mengendalikan Leon S. Kennedy, protagonis berpengalaman yang membawa nuansa aksi dan nostalgia ala Resident Evil 4. Perpaduan dua gaya ini memberikan pengalaman bermain yang seimbang antara horor lambat dan aksi yang intens.

Dukungan Komunitas dan Pengaruh Streamer Lokal

Fenomena kesuksesan Resident Evil Requiem juga diperkuat oleh adanya streamer populer Indonesia seperti Windah Basudara dan RRQ Lemon yang secara aktif memainkan dan memperkenalkan game ini kepada penggemar lokal. Hal ini membantu memperluas jangkauan dan popularitas game di Indonesia.

Dengan segala pujian dan pencapaian yang diraih, Resident Evil Requiem berhasil menjadi sebuah karya penting dalam sejarah franchise yang membawa inovasi sekaligus menjaga nilai-nilai klasik series. Capcom menunjukkan kemampuannya menghadirkan horor yang menegangkan sekaligus aksi mengasyikkan di era modern gaming.

Baca selengkapnya di: www.suara.com
Terkait