Lucas Gouveia / Jerome Thomas / How-To Geek
BIOS update kini bukan lagi sekadar pilihan tambahan, tetapi menjadi kebutuhan penting bagi semua pengguna komputer. Pembaruan ini membawa peningkatan performa, kompatibilitas perangkat keras, dan fitur baru yang krusial untuk menjaga kestabilan sistem.
BIOS atau Basic Input Output System adalah perangkat lunak dasar yang menjalankan fungsi awal pada komputer. BIOS menginisialisasi CPU, memori, dan perangkat penting lainnya sebelum sistem operasi mulai berjalan. Karena perannya yang sangat fundamental, versi BIOS yang usang dapat menimbulkan risiko keamanan serius yang mengancam keseluruhan sistem.
Pentingnya BIOS Update untuk Performa dan Kompatibilitas
Pembaruan BIOS sering kali memperbaiki dukungan terhadap komponen terbaru seperti RAM, SSD NVMe, dan bahkan prosesor. Misalnya, beberapa prosesor AMD terbaru menggunakan teknologi 3D V-Cache namun tidak dapat dikenali oleh motherboard lama tanpa pembaruan BIOS. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat yang tampak kompatibel secara fisik belum tentu bisa berfungsi optimal jika BIOS belum diperbarui.
Selain itu, BIOS update juga dapat meningkatkan performa secara signifikan. Contohnya, pembaruan BIOS pada chipset Ryzen 9000 Series berhasil meningkatkan konsumsi daya dan performa CPU Ryzen 7 9700X sebesar 10%. Intel generasi 13 dan 14 juga mendapat peningkatan stabilitas berkat update BIOS dengan microcode baru yang memperbaiki pengaturan suhu dan voltase.
Beberapa fitur baru yang mempermudah penggunaan atau meningkatkan kualitas hidup pengguna juga hadir melalui BIOS update. Sebagai contoh, Gigabyte memperkenalkan X3D Turbo Mode yang memberi peningkatan performa hingga 18% pada beberapa prosesor Ryzen 9000 Series non-X3D, bukan hanya tipe dengan 3D V-Cache.
Risiko Keamanan dari BIOS yang Kadaluarsa
Tidak hanya masalah kompatibilitas, versi BIOS yang lama dapat membuka celah keamanan yang sangat berbahaya. Karena BIOS bekerja di level terendah dalam sistem komputer, kerentanan di sini bisa mengelabui sistem keamanan Windows dan membuka kendali penuh sistem bagi penyerang.
Banyak produsen perangkat, seperti Lenovo, secara rutin merilis advisori keamanan yang menunjukkan ditemukan celah pada BIOS. BIOS yang tidak diperbarui secara rutin membuat komputer rentan terhadap eksploitasi dan serangan siber meskipun sistem operasi dan aplikasi sudah diperbarui dengan patch terbaru.
Update BIOS Kini Lebih Aman dan Mudah
Dulu, proses update BIOS dianggap berisiko tinggi dan rawan ‘brick’ motherboard jika gagal. Saat ini, produsen motherboard telah mengimplementasikan fitur-fitur seperti BIOS Flashback yang memungkinkan upgrade firmware tanpa harus menghidupkan sistem terlebih dahulu. Fitur ini penting terutama untuk mengatasi ketidakcocokan CPU dan motherboard yang baru.
Meski pembaruan BIOS tetap punya risiko kegagalan karena pemutusan listrik atau media penyimpanan yang rusak, langkah preventif seperti menggunakan UPS dan flashdisk yang telah diformat FAT32 dapat meminimalisir potensi masalah. Selain itu, kebanyakan motherboard modern memeriksa integritas file BIOS selama proses update, sehingga risiko gagal instalasi makin kecil.
Kapan dan Bagaimana Melakukan BIOS Update
Pembaruan BIOS sebaiknya dilakukan secara berkala, tidak menunggu ada kerusakan atau laporan bug besar. Sayangnya, produsen motherboard jarang menyediakan notifikasi otomatis untuk update BIOS seperti halnya update Windows atau driver. Oleh karena itu, pengguna perlu secara aktif mengunjungi situs resmi produsen untuk memantau update terbaru.
Beberapa langkah praktis melakukan update BIOS:
- Kunjungi situs resmi produsen motherboard dan cari model perangkat yang digunakan.
- Unduh versi BIOS terbaru yang tersedia.
- Ekstrak file update dan pindahkan ke USB flashdisk yang sudah diformat FAT32.
- Masuk ke menu BIOS saat booting, pilih opsi update BIOS, dan pilih file dari USB.
- Ikuti instruksi yang diberikan oleh produsen dengan cermat.
- Pastikan menggunakan UPS untuk menghindari kehilangan daya saat proses berlangsung.
Sangat dianjurkan untuk update BIOS segera setelah membeli PC baru. Dalam banyak kasus, motherboard baru tidak dapat mendeteksi CPU atau komponen lain kecuali BIOS sudah diperbarui.
BIOS update bukan hanya soal meningkatkan performa atau fitur, tetapi juga langkah penting menjaga keamanan dan keandalan sistem komputer. Dengan kemudahan dan fitur perlindungan yang semakin berkembang, tidak ada alasan untuk menunda update BIOS secara rutin demi menjaga perangkat tetap optimal dan aman digunakan.








