
Samsung disebut sedang menyiapkan pembaruan besar untuk lini jam tangan pintarnya lewat Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2. Berdasarkan bocoran spesifikasi yang beredar, model Ultra 2 berpotensi menjadi lompatan paling besar karena membawa konektivitas 5G, dukungan satelit, chip 3nm baru, serta baterai yang jauh lebih tahan lama.
Di sisi lain, Galaxy Watch 9 diposisikan sebagai opsi yang lebih realistis untuk pengguna harian. Peningkatannya memang tidak seekstrem Ultra 2, tetapi tetap menyasar hal yang paling sering dikeluhkan pengguna, yakni efisiensi baterai, performa, dan fitur kesehatan yang lebih cerdas.
Fokus terbesar ada di Galaxy Watch Ultra 2
Bocoran dari artikel referensi menyebut Galaxy Watch Ultra 2 akan menjadi smartwatch Samsung pertama dengan dukungan 5G. Teknologi yang disebut adalah 5G RedCap, format konektivitas yang dirancang lebih efisien untuk perangkat wearable dan Internet of Things.
Jika informasi ini akurat, Ultra 2 akan lebih mandiri tanpa terlalu bergantung pada ponsel. Pengguna berpeluang mengakses data lebih cepat, menerima pesan, hingga memakai layanan berbasis jaringan saat beraktivitas di luar ruangan.
Samsung juga disebut menambahkan Wi‑Fi 6, Bluetooth 6.0, dan Ultra-Wideband. Kombinasi ini penting karena tidak hanya menambah kecepatan transfer data, tetapi juga meningkatkan akurasi pelacakan lokasi dan koneksi dengan perangkat lain.
Salah satu fitur paling menarik adalah konektivitas satelit berbasis NB-NTN. Fitur ini disebut dapat dipakai untuk pesan darurat dan berbagi lokasi ketika area tidak memiliki cakupan seluler, yang membuat Ultra 2 lebih relevan untuk pendaki, pelari jarak jauh, atau pekerja lapangan.
Chip 3nm dan baterai lebih besar
Galaxy Watch Ultra 2 dikabarkan memakai Snapdragon Wear Elite berbasis 3nm. Proses fabrikasi ini umumnya menjanjikan efisiensi daya lebih baik sekaligus ruang untuk peningkatan kinerja dan pemrosesan AI di perangkat.
Untuk daya, model ini dirumorkan membawa baterai 590mAh dengan teknologi silicon-carbon. Artikel referensi menyebut masa pakainya bisa mencapai sekitar 3,5 hingga 4 hari, angka yang jauh lebih kompetitif untuk kategori smartwatch premium.
Bocoran lain menyebut pengisian daya 15W fast charging. Bahkan, kapasitas 50 persen disebut bisa dicapai dalam 10 menit, meski klaim ini tetap perlu menunggu konfirmasi resmi dari Samsung.
Galaxy Watch 9 tetap penting bagi pasar utama
Tidak semua pengguna membutuhkan fitur ekstrem seperti satelit atau 5G. Karena itu, Galaxy Watch 9 justru bisa menjadi model yang paling relevan untuk pasar luas karena tetap menawarkan peningkatan praktis tanpa keluar dari formula yang sudah dikenal.
Varian ini dirumorkan hadir dalam ukuran 40mm dan 44mm. Kapasitas baterainya masing-masing disebut 300mAh dan 435mAh, dengan model 44mm mempertahankan angka yang serupa dengan generasi sebelumnya tetapi dibantu efisiensi sistem yang lebih baik.
Untuk performa, Galaxy Watch 9 disebut memakai Exynos W1000 3nm. Kombinasi ini menunjukkan Samsung masih mengandalkan platform internal untuk model reguler, sementara Ultra 2 diarahkan sebagai perangkat flagship dengan fondasi yang lebih agresif.
Perbandingan singkat spesifikasi bocoran
-
Galaxy Watch 9
- Ukuran: 40mm / 44mm
- Chip: Exynos W1000 3nm
- Konektivitas: Bluetooth / 4G LTE
- RAM dan penyimpanan: 2GB / 32GB
- Layar: 1,3 inci / 1,5 inci Super AMOLED hingga 3.000 nits
- Baterai: 300mAh / 435mAh
- Material: aluminium, sapphire glass, IP68
- Galaxy Watch Ultra 2
- Ukuran: 47mm
- Chip: Snapdragon Wear Elite 3nm
- Konektivitas: 5G RedCap dan satelit
- RAM dan penyimpanan: 2GB / 64GB
- Layar: 1,5 inci Super AMOLED 3.000+ nits
- Baterai: 590mAh
- Material: titanium, sapphire glass, 10ATM
AI dan kesehatan jadi nilai jual utama
Samsung disebut tetap menjadikan kesehatan sebagai pilar utama. Kedua model diharapkan membawa sensor yang lebih baik untuk memantau detak jantung, pola tidur, dan tingkat stres secara lebih akurat.
Bocoran juga menyebut hadirnya fitur Galaxy AI untuk coaching kebugaran dan balasan pintar pada Watch 9. Sementara itu, Ultra 2 dikabarkan melangkah lebih jauh dengan on-device AI dan NPU 2 miliar parameter, yang dapat membuka pemrosesan data kesehatan langsung dari perangkat.
Pendekatan ini sejalan dengan arah industri wearable saat ini. Banyak produsen kini tidak hanya mengejar pencatatan data, tetapi juga insight yang lebih mudah dipahami dan dipakai untuk mengubah kebiasaan pengguna.
Desain dan ketahanan dibedakan dengan jelas
Samsung tampaknya akan menjaga diferensiasi produk lewat material dan daya tahan. Galaxy Watch 9 diperkirakan tetap tampil ramping dan serbaguna, sedangkan Ultra 2 diarahkan untuk penggunaan berat dengan bodi titanium dan ketahanan air 10ATM.
Layar keduanya juga disebut sangat terang, mencapai 3.000 nits atau lebih. Angka ini penting untuk visibilitas di bawah sinar matahari, terutama bagi pengguna yang sering berolahraga atau bekerja di luar ruangan.
Menurut bocoran jadwal, Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2 kemungkinan diperkenalkan pada acara tahunan Samsung di bulan Juli, dengan periode peluncuran pada musim panas. Jika semua spesifikasi ini terwujud, lini baru ini bisa menjawab dua tuntutan terbesar pasar smartwatch saat ini: fitur yang benar-benar baru di kelas premium dan peningkatan yang terasa berguna di model reguler.
Source: www.geeky-gadgets.com








