Galaxy Watch Ultra 2 Tinggalkan Exynos, 5G dan Chip 3nm Ubah Segalanya?

Samsung disebut tengah menyiapkan Galaxy Watch Ultra 2 sebagai pembaruan besar untuk lini jam tangan pintarnya. Bocoran yang beredar mengarah pada tiga perubahan utama, yaitu dukungan 5G, chipset 3nm baru, dan kemungkinan berakhirnya dominasi Exynos di seri wearable premium Samsung.

Perangkat ini diperkirakan menjadi model unggulan pada ajang Galaxy Unpacked musim panas. Jika informasi dari berbagai laporan industri akurat, Galaxy Watch Ultra 2 tidak lagi sekadar penyegaran kecil, melainkan lompatan generasi yang menyasar performa, konektivitas, dan fitur kesehatan.

Arah baru: Snapdragon menggantikan Exynos

Perubahan paling penting ada di sektor dapur pacu. Selama beberapa generasi, Samsung mengandalkan chip Exynos untuk jam tangan pintarnya, termasuk Exynos W1000 pada Galaxy Watch Ultra generasi awal.

Namun, bocoran terbaru menyebut Galaxy Watch Ultra 2 akan memakai Qualcomm Snapdragon Wear Elite. Chip ini sama-sama dibangun dengan proses 3nm, tetapi perpindahan arsitektur tersebut dinilai strategis karena dapat memberi ruang bagi peningkatan kinerja dan efisiensi yang lebih besar.

Laporan awal menyebut peningkatan single-core dan multi-core akan terasa signifikan. Kenaikan ini penting karena Samsung disebut ingin membawa lebih banyak fitur AI yang berjalan langsung di perangkat, bukan hanya bergantung pada cloud.

Snapdragon Wear Elite juga dikabarkan memiliki NPU khusus. Komponen ini dibutuhkan untuk memproses model AI skala kecil secara lokal di pergelangan tangan, termasuk untuk asisten suara, ringkasan notifikasi, dan analisis kebugaran yang lebih personal.

Dukungan 5G dan sinyal satelit jadi pembeda

Bocoran lain yang ramai dibahas adalah hadirnya modem 5G bawaan. Jika benar, Galaxy Watch Ultra 2 akan menjadi wearable 5G pertama Samsung dan melampaui konektivitas 4G LTE yang masih dipakai model saat ini.

Model yang dikaitkan dengan perangkat ini disebut membawa nomor SM-L716. Dari sudut pandang pengguna aktif luar ruang, 5G bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga latensi yang lebih rendah dan koneksi yang lebih stabil di area padat.

Yang lebih menarik, chipset barunya dikabarkan mendukung NB-NTN atau Non-Terrestrial Network. Dukungan ini membuka peluang hadirnya konektivitas satelit untuk pesan darurat saat sinyal seluler tidak tersedia, fitur yang relevan untuk pendaki, pelari trail, dan pelancong.

Efisiensi baterai jadi sorotan

Kapasitas baterai disebut tetap di 590mAh. Meski angkanya tidak berubah, kombinasi chip 3nm baru dan manajemen daya yang lebih baik disebut dapat mendorong masa pakai ke kisaran 3,5 hingga 4 hari dalam penggunaan nyata.

Ini menjadi salah satu poin penting bagi seri Ultra. Jam tangan tangguh perlu bertahan lama saat dipakai untuk aktivitas luar ruang, navigasi, atau pemantauan kesehatan sepanjang hari tanpa sering mengisi daya.

Sensor kesehatan dibidik lebih serius

Samsung juga dikabarkan menyiapkan peningkatan besar pada sistem pemantauan kesehatan. Fokusnya ada pada sensor BioActive yang diperbarui dan potensi hadirnya pengukuran glukosa non-invasif.

Fitur glukosa tanpa tusuk jarum masih berada di area rumor dan akan bergantung pada persetujuan regulator. Meski begitu, arah pengembangan ini sejalan dengan pernyataan Samsung sebelumnya yang beberapa kali menyinggung ambisi di bidang pemantauan kesehatan digital non-invasif.

Selain itu, akurasi HRV atau variabilitas detak jantung dan pelacakan tidur disebut akan ditingkatkan. Area ini penting karena kompetisi jam tangan premium kini tidak hanya ditentukan desain dan performa, tetapi juga kualitas data kesehatan yang dikumpulkan.

Desain tetap familiar, tetapi lebih matang

Samsung diperkirakan mempertahankan bahasa desain “circle-on-squircle” khas Ultra. Bodi titanium 47 mm disebut tetap dipakai karena sudah menjadi identitas visual yang membedakan model ini dari seri Galaxy Watch reguler.

Layar Super AMOLED disebut bisa menembus tingkat kecerahan di atas 3.000 nits. Angka ini akan membantu visibilitas di bawah sinar matahari langsung, terutama saat dipakai di luar ruangan.

Tombol Quick Button berwarna oranye kemungkinan tetap hadir. Bocoran menyebut tombol ini akan mendapat fungsi perangkat lunak tambahan seperti shortcut double tap atau long press untuk rutinitas olahraga berbasis AI.

Untuk ketahanan, rating 10ATM dan IP68 diperkirakan tetap dipertahankan. Ada juga kabar soal kristal safir yang ditingkatkan serta kemungkinan teknologi baterai yang lebih tahan terhadap suhu ekstrem.

Perangkat lunak dan AI jadi nilai jual utama

Galaxy Watch Ultra 2 disebut akan debut dengan One UI 9 Watch berbasis Wear OS 7. Fokus utamanya adalah personalisasi berbasis AI, termasuk saran latihan harian berdasarkan kondisi fisiologis pengguna.

Integrasi Gemini dari Google juga diperkirakan makin dalam. Kerja sama Samsung dan Google yang semakin erat membuat fitur perintah suara, balasan pintar, dan tugas harian berbasis AI berpotensi menjadi pengalaman utama di perangkat ini.

Berikut ringkasan bocoran spesifikasi yang paling banyak dibahas:

  1. Chipset: Snapdragon Wear Elite 3nm
  2. Konektivitas: 5G dan kemungkinan satelit NB-NTN
  3. Baterai: 590mAh, estimasi 3,5–4 hari
  4. Penyimpanan: 64GB sebagai standar
  5. Sensor: BioActive baru dan glukosa non-invasif masih rumor
  6. Layar: Super AMOLED dengan kecerahan 3.000+ nits

Dari sisi harga, sejumlah insider memperkirakan banderol awal tetap di $649.99. Perangkat ini juga diprediksi diperkenalkan pada Juli bersama Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Watch 9, menandai upaya Samsung menjadikan jam tangan Ultra sebagai perangkat yang lebih mandiri, lebih kuat, dan tidak lagi bergantung pada warisan Exynos.

Source: www.geeky-gadgets.com

Berita Terkait

Back to top button