Android Canary mulai membawa penyegaran penting untuk aplikasi Linux Terminal bawaan Android. Pembaruan ini tidak hanya mengubah tampilan antarmuka, tetapi juga menambah kontrol baru yang membuat Terminal lebih praktis dipakai di ponsel Pixel.
Informasi ini muncul dari pengamatan Android Authority pada build Android Canary 2603. Media tersebut melaporkan Google menghadirkan “serangkaian peningkatan” pada Terminal, mulai dari elemen visual yang lebih modern hingga pengaturan lanjutan untuk operasi virtual environment.
Linux Terminal Android makin matang
Linux Terminal termasuk fitur yang kerap luput dari perhatian pengguna umum. Padahal, fitur ini memberi akses ke lingkungan Linux penuh di perangkat Android dan sudah bisa dipakai untuk menjalankan berbagai aplikasi maupun gim Linux.
Android Authority menilai fitur ini selama ini lebih dekat dengan kalangan pengoprek, tetapi tetap bisa diaktifkan dengan relatif mudah oleh pengguna biasa. Dalam laporannya, media itu juga menyebut Terminal Android bahkan telah dipakai untuk menjalankan gim seperti DOOM, yang menunjukkan fleksibilitas platform tersebut.
Arah pengembangan ini penting karena Google disebut sedang menyiapkan dukungan yang lebih luas untuk aplikasi Linux berskala penuh di Android. Jika benar diterapkan lebih luas, Terminal bukan lagi sekadar alat eksperimen, melainkan bisa menjadi fondasi baru untuk produktivitas dan pengembangan di perangkat mobile.
Perubahan antarmuka yang paling terlihat
Pada tahap pemasangan Terminal, Android Canary menghadirkan layar instalasi yang tampak lebih modern. Bilah progres kini ditempatkan di tengah, lalu opsi Wi-Fi only diganti menjadi toggle yang lebih selaras dengan desain Android masa kini.
Android Authority juga mencatat progres instalasi sekarang tampil dalam bentuk live activity. Perubahan ini memang kecil, tetapi memberi pengalaman yang lebih jelas saat pengguna menunggu proses penyiapan lingkungan Linux di perangkat.
Di area command line, perubahan visual tidak terlalu besar. Namun, tab di bagian atas disebut tidak lagi memakai sisi melengkung, dan hal itu dinilai media tersebut bisa jadi hanya kekurangan sementara dalam build Canary.
Untuk mode antarmuka grafis, perubahan justru lebih terasa. Tombol untuk keyboard dan touchpad sekarang dipindahkan ke bagian atas layar, bukan lagi di bawah seperti sebelumnya.
Langkah ini berpotensi memudahkan navigasi, terutama saat layar ponsel dipakai untuk jendela aplikasi Linux yang padat elemen. Penempatan kontrol di atas juga lebih konsisten dengan pendekatan multitasking Android yang terus berkembang.
Fitur baru di menu Advanced
Tambahan paling penting ada di menu baru bernama Advanced dalam pengaturan Terminal. Menu ini menghadirkan kontrol yang lebih teknis untuk pengguna yang ingin menyesuaikan perilaku lingkungan virtual Linux di Android.
Berikut fitur utama yang disebut hadir di menu tersebut:
- Pengaturan batas memori untuk virtual environment.
- Opsi menjaga layar tetap aktif dalam durasi tertentu.
- Pilihan waktu screen timeout dari 1 menit hingga 1 hari.
Fitur pembatasan memori sangat relevan untuk perangkat mobile. Dengan kontrol ini, pengguna bisa mencegah lingkungan Linux mengambil terlalu banyak sumber daya dan mengganggu kinerja utama ponsel.
Sementara itu, opsi menjaga layar tetap menyala bisa membantu saat menjalankan proses yang lama. Android Authority menyebut fitur ini berguna ketika pengguna tidak ingin aplikasi yang berjalan di latar belakang dihentikan otomatis oleh sistem.
Google juga memberikan peringatan bahwa layar yang terus aktif dapat mempercepat pengurasan baterai. Meski begitu, pada skenario tertentu seperti kompilasi, instalasi paket besar, atau proses aplikasi yang memakan waktu panjang, pengaturan ini bisa menjadi kebutuhan nyata.
Belum tersedia luas
Saat ini, perubahan tersebut dilaporkan baru terlihat di Android Canary. Android Authority menyebut fitur-fitur itu belum tampak di Android 17 Beta 2 maupun Android 16 QPR3.
Artinya, belum ada kepastian apakah pembaruan ini akan segera hadir ke lebih banyak perangkat Android atau tetap terbatas pada jalur pengujian lebih awal. Karena statusnya masih Canary, perubahan desain dan fitur juga masih mungkin disesuaikan sebelum rilis yang lebih stabil.
Bagi ekosistem Android, pembaruan ini tetap memberi sinyal jelas bahwa Google terus serius membangun pengalaman Linux yang lebih matang di ponsel. Kombinasi UI yang lebih modern, kontrol memori, dan pengaturan screen timeout menunjukkan bahwa Terminal Android sedang diarahkan menjadi alat yang lebih siap dipakai untuk kebutuhan nyata, bukan sekadar fitur eksperimen bagi pengguna tingkat lanjut.
Source: www.androidauthority.com