One UI 9 Mulai Buka Jalan Baru, Samsung Permudah Akses Galaxy Lewat Keyboard dan Teks

Samsung mulai menunjukkan arah pengembangan One UI 9 dengan fokus yang lebih jelas pada fitur aksesibilitas. Bocoran awal dari pengujian internal mengindikasikan bahwa pembaruan ini tidak hanya membawa fitur baru, tetapi juga merapikan letak menu agar lebih mudah ditemukan pengguna.

Informasi itu muncul dari temuan string teks dalam kode yang diduga disiapkan untuk layar “What’s new” di One UI 9. Android Authority melaporkan bahwa Samsung sedang menyiapkan penjelasan khusus untuk pembaruan aksesibilitas, termasuk perubahan pada TalkBack dan kontrol berbasis keyboard.

Bocoran awal One UI 9 mulai terungkap

One UI 9 disebut sedang diuji secara internal oleh Samsung. Sistem ini dikaitkan dengan Android 17, meski versi akhirnya masih menunggu penyelesaian platform Android yang biasanya makin mendekati musim panas.

Karena itu, fitur yang muncul saat ini belum bisa dianggap final. Android Authority juga memberi catatan bahwa temuan dari APK teardown hanya menunjukkan fitur yang sedang dikerjakan, dan sebagian di antaranya masih bisa berubah atau batal dirilis.

Di dalam kode, terdapat string seperti “What’s new in One UI %s”, “Try it out”, dan “What’s new in TalkBack”. Detail ini menguatkan dugaan bahwa Samsung sedang menyiapkan halaman khusus untuk memperkenalkan peningkatan aksesibilitas kepada pengguna saat One UI 9 tersedia nanti.

Fitur aksesibilitas yang disorot Samsung

Berdasarkan teks yang ditemukan, ada beberapa area yang sedang mendapat perhatian. Sebagian merupakan peningkatan dari fitur lama, sementara sebagian lain terlihat sebagai penyempurnaan pengalaman penggunaan sehari-hari.

Berikut fitur yang paling menonjol:

  1. Kontrol mouse dengan keyboard yang lebih lengkap
    Pengguna dapat menggerakkan kursor mouse menggunakan keyboard. Samsung juga disebut menambah opsi pengaturan kecepatan kursor dan dukungan numeric keypad sebagai alternatif tombol kontrol.

  2. Shortcut aksesibilitas dari keyboard fisik
    Pengguna nantinya bisa menyalakan atau mematikan fitur aksesibilitas langsung dari keyboard fisik. Fitur ini penting bagi pengguna yang mengandalkan input eksternal tanpa harus sering menyentuh layar ponsel.

  3. Menu “replace swipe with single tap” dipindahkan
    Fitur pengganti gesture usap dengan sekali ketuk sebenarnya sudah tersedia. Namun di One UI 9, Samsung disebut memindahkannya ke level atas menu “Interaction and dexterity” agar lebih mudah ditemukan.

  4. Text spotlight
    Samsung juga menyiapkan fitur yang dapat memperbesar sekaligus menyorot teks dengan satu ketukan. Pengguna nantinya bisa menyesuaikan ukuran, warna, dan elemen lain agar tampilan lebih nyaman dibaca.

Mengapa perubahan ini penting

Pembaruan aksesibilitas sering terlihat kecil di atas kertas. Namun dalam penggunaan nyata, perubahan seperti lokasi menu yang lebih jelas atau shortcut keyboard baru bisa sangat berpengaruh bagi pengguna dengan kebutuhan akses khusus.

Kontrol berbasis keyboard, misalnya, relevan untuk pengguna dengan keterbatasan motorik. Dukungan numeric keypad dan pengaturan kecepatan kursor memberi fleksibilitas lebih besar saat menavigasi antarmuka tanpa sentuhan langsung.

Fitur text spotlight juga berpotensi membantu pengguna dengan gangguan penglihatan ringan hingga sedang. Opsi untuk menyorot dan memperbesar teks pada jendela terpisah dapat membuat bacaan di layar lebih mudah dipahami dalam berbagai kondisi.

Pemindahan menu “replace swipe with single tap” juga menunjukkan pendekatan praktis. Alih-alih sekadar menambah fitur, Samsung tampak berusaha mengurangi hambatan saat pengguna mencari pengaturan yang benar-benar dibutuhkan.

Masih tahap awal, tetapi arahnya sudah jelas

Sampai saat ini belum ada jadwal publik untuk beta One UI 9. Dengan Android 17 yang belum final, peluncuran uji coba terbuka kemungkinan masih menunggu beberapa bulan lagi.

Meski begitu, bocoran ini memberi gambaran tentang prioritas Samsung di generasi antarmuka berikutnya. Fokusnya bukan hanya visual atau performa, tetapi juga bagaimana perangkat Galaxy bisa dipakai lebih nyaman oleh lebih banyak orang.

Pendekatan seperti ini sejalan dengan tren industri yang makin menempatkan aksesibilitas sebagai bagian inti dari desain perangkat lunak. Saat fitur-fitur tersebut akhirnya dirilis, pengguna Galaxy kemungkinan akan melihat One UI 9 sebagai pembaruan yang bukan sekadar baru, tetapi juga lebih inklusif dan lebih mudah diakses di penggunaan harian.

Source: www.androidauthority.com
Terkait