7 Game Sega Paling Underrated, Dari Yang Terlambat Dirilis Hingga Yang Diabaikan Pasar

Banyak orang mengenal Sega lewat Sonic, Yakuza, atau Streets of Rage. Namun, katalog penerbit ini juga menyimpan game yang kualitasnya tinggi tetapi kurang mendapat sorotan karena rilis di platform yang kecil, promosi yang minim, atau hadir di waktu yang kurang tepat.

Bagi pemain yang mencari pengalaman berbeda dari game arus utama, deretan judul underrated dari Sega justru menawarkan ide paling berani. Dari shooter horor bergaya film lawas sampai strategi skala besar dan petualangan futuristik, game-game ini menunjukkan bahwa Sega sering berani mengambil risiko saat banyak penerbit lain bermain aman.

Mengapa game Sega tertentu jadi underrated

Status underrated biasanya tidak selalu berkaitan dengan kualitas. Dalam banyak kasus, game bagus gagal menembus pasar karena basis perangkat yang sempit, jadwal rilis yang kurang ideal, atau konsep yang terlalu maju untuk zamannya.

Kondisi seperti itu terlihat jelas pada beberapa judul Sega yang kini justru dipandang sebagai karya penting. Saat dirilis, sebagian belum mendapat audiens yang cukup besar, tetapi setelah dilihat kembali, banyak di antaranya terbukti punya desain, cerita, dan mekanik yang tahan uji.

7 game Sega paling underrated yang wajib dicoba

  1. The House of the Dead: Overkill
    Game ini membawa formula light gun shooter ke arah yang lebih liar dan penuh gaya. Dirilis di Wii, Overkill tampil dengan estetika grindhouse, efek film lawas, dialog vulgar, dan pengalaman bermain yang sengaja dibuat berlebihan namun sangat menghibur.

Daya tarik utamanya ada pada kombinasi tembak-menembak cepat, mode sulit, serta fitur dual-wield yang membuat replayability tetap tinggi.

  1. Dragon Force
    Rilis eksklusif di Sega Saturn pada era pertengahan dekade sembilan puluhan, Dragon Force menggabungkan strategi dan RPG dalam skala yang jarang terlihat saat itu. Pemain memilih satu dari delapan penguasa di benua Legendra, lalu memimpin pasukan dalam pertempuran real-time yang bisa melibatkan hingga 200 unit di layar sekaligus.

Kombinasi taktik, sihir, dan perpindahan unit membuat game ini terasa ambisius, meski popularitasnya ikut terbatas karena hadir di konsol dengan basis pemain yang tidak besar.

  1. Valkyria Chronicles
    Game ini memadukan strategi militer dengan visual yang menyerupai lukisan tangan. Berlatar versi alternatif Eropa saat Perang Dunia II, pemain mengikuti perjuangan Squad 7 melawan kekaisaran yang brutal lewat sistem BLiTZ, yaitu perpaduan gerak real-time dan aksi berbasis giliran.

Awalnya game ini dirilis eksklusif di PS3 saat genre taktis sedang kurang populer, tetapi kemudian mendapatkan apresiasi lebih luas setelah hadir di PC dan platform lain.

  1. Binary Domain
    Sekilas, Binary Domain terlihat seperti third-person shooter futuristik biasa. Namun, game ini menyimpan cerita sci-fi yang serius tentang AI, identitas, dan batas antara manusia dan mesin, dengan latar Tokyo tahun 2080 yang dikuasai robot.

Disutradarai Toshihiro Nagoshi, kreator Yakuza, game ini juga menonjol lewat Consequences System yang membuat rekan AI bereaksi terhadap perilaku pemain secara dinamis.

  1. Ristar
    Ristar sering disalahpahami sebagai peniru Sonic karena tampil sebagai platformer 16-bit dengan karakter imut dan musik yang mudah diingat. Padahal, mekanik utamanya justru berbeda total karena pemain menggunakan tangan panjang Ristar untuk meraih, memanjat, dan memukul musuh.

Dirilis di masa akhir era 16-bit, game ini datang terlalu terlambat untuk mendapat perhatian besar, padahal animasinya halus dan desain levelnya terasa segar.

  1. Panzer Dragoon Orta
    Sega merilis game ini di Xbox sebagai rail shooter yang memadukan dunia surealis, naga yang bisa berubah bentuk, dan musik yang epik. Sebagai penerus spiritual seri Panzer Dragoon, Orta membawa skala visual yang lebih megah dan gameplay yang lebih dalam dari kebanyakan game sejenis.

Salah satu keunggulan terbesarnya ada pada tiga bentuk naga dengan gaya bermain berbeda, yang memberi variasi signifikan di setiap pertempuran.

  1. Jet Set Radio
    Jet Set Radio menjadi salah satu game paling berani dari Sega lewat visual cel-shaded yang ikonik dan konsep bermain yang unik. Pemain bergabung dengan geng rollerblade GGs di Tokyo futuristik untuk menyemprotkan grafiti sambil menghindari polisi.

Meski dipuji kritikus, game ini gagal besar secara komersial karena terlalu berbeda dari kebanyakan game pada masanya, tetapi pengaruhnya masih terlihat pada judul modern seperti Sunset Overdrive dan Hi-Fi Rush.

Daftar singkat alasan kenapa game-game ini layak dicoba

Game Alasan utama
The House of the Dead: Overkill Gaya grindhouse, aksi cepat, replayability tinggi
Dragon Force Strategi skala besar, pilihan delapan penguasa
Valkyria Chronicles Visual unik, sistem BLiTZ inovatif
Binary Domain Cerita sci-fi kuat, sistem reaksi rekan AI
Ristar Platforming kreatif, animasi halus
Panzer Dragoon Orta Visual spektakuler, gameplay rail shooter dalam
Jet Set Radio Gaya cel-shaded ikonik, pengaruh besar ke game modern

Bagi pemain yang ingin melihat sisi Sega yang lebih berani, tujuh game ini menawarkan alasan kuat untuk dilirik kembali. Di antara semua judul tersebut, justru yang paling jarang dibicarakan sering kali menyimpan ide paling orisinal dan pengalaman bermain yang paling sulit dilupakan.

Source: www.idntimes.com
Exit mobile version