Settings Windows 11 Akan Dirombak, Microsoft Kejar Tampilan Lebih Rapi Dan Cepat

Microsoft tengah menyiapkan pembaruan Windows 11 yang akan merombak tampilan Settings agar lebih jelas dan mudah digunakan. Perubahan ini muncul dari masukan pengguna, lalu dijadwalkan meluncur dalam pembaruan April menurut March Rogers, Partner Director of Design di Microsoft, melalui unggahan di X.

Fokus utama pembaruan ini bukan pada perubahan besar yang mencolok, melainkan penyempurnaan yang membuat Windows terasa lebih rapi dan koheren. Microsoft juga menekankan bahwa penyegaran desain ini bertujuan meningkatkan pengalaman harian pengguna, terutama saat membuka halaman Settings dan mencari informasi perangkat.

Apa saja yang berubah di Settings

Microsoft memberi sentuhan pada halaman Settings dengan memperbaiki performa loading. Selain itu, kartu Device info kini menampilkan informasi GPU dan storage agar akses data penting menjadi lebih cepat.

Perusahaan juga memindahkan kartu Device info ke bagian atas pada halaman About. Langkah ini membuat informasi inti perangkat lebih mudah ditemukan tanpa banyak navigasi.

Perubahan tersebut memang tidak mengubah sistem secara dramatis, tetapi tetap relevan bagi pengguna yang menginginkan antarmuka yang lebih ringkas. Dalam konteks pengalaman penggunaan, akses yang lebih cepat ke data perangkat sering kali lebih penting daripada desain yang ramai efek visual.

Perhatian pada fitur lama dan kebutuhan pengguna

Salah satu isu yang ikut disorot dalam percakapan di X adalah kebiasaan sebagian pengguna yang masih memilih Control Panel, terutama untuk pengaturan jaringan. Rogers menanggapi bahwa Microsoft masih terus memindahkan kontrol lama dari Control Panel ke Settings.

Microsoft juga berhati-hati dalam proses pemindahan itu. Pendekatan ini penting karena perubahan yang tergesa-gesa bisa memicu masalah pada perangkat dan driver, sehingga stabilitas tetap menjadi prioritas.

Masukan seperti ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar penyatuan tampilan. Microsoft juga berusaha menjaga agar transisi dari Control Panel ke Settings tidak mengganggu fungsi yang selama ini sudah dipakai pengguna lama.

Pembaruan lain yang ikut hadir

Selain pembaruan Settings, Microsoft juga menyiapkan perbaikan pada dialog akun agar bekerja lebih baik di dark mode. Peningkatan ini kemungkinan terasa kecil, tetapi sangat berarti bagi pengguna yang memakai Windows 11 dalam mode gelap untuk waktu lama.

Berikut beberapa pembaruan lain yang ikut disebut dalam paket update tersebut:

  1. Windows Narrator akan mendapat dukungan Copilot di semua perangkat Windows 11.
  2. Fitur deskripsi gambar yang sebelumnya terbatas pada PC Copilot+ kini bisa dipakai lebih luas.
  3. File Explorer akan mendukung voice typing untuk mengganti nama file dan folder.

Perluasan dukungan Windows Narrator menjadi salah satu langkah yang menarik. Sebelumnya, pembuatan deskripsi gambar hanya tersedia pada PC dengan Copilot+ dan NPU khusus untuk pemrosesan AI lokal.

Dengan pembaruan ini, Microsoft mengandalkan Copilot agar lebih banyak perangkat Windows 11 bisa mengakses deskripsi gambar. Aksesibilitas pun berpotensi meningkat, terutama bagi pengguna yang mengandalkan pembaca layar dalam aktivitas sehari-hari.

Arah baru Windows 11 terlihat lebih praktis

Pembaruan ini juga memperlihatkan arah desain Microsoft yang lebih pragmatis. Perusahaan tampaknya ingin mengurangi elemen yang membingungkan, lalu memusatkan perhatian pada fungsi inti yang sering dipakai pengguna.

Rogers bahkan menegaskan bahwa perubahan ini bukan sesuatu yang “wah”, tetapi ditujukan agar Windows terasa lebih halus dan konsisten. Sikap seperti itu penting setelah sejumlah eksperimen desain di masa lalu sempat memicu kritik karena dianggap kurang selaras dengan kebutuhan pengguna.

Langkah Microsoft ini juga datang setelah perusahaan sempat menjanjikan taskbar yang lebih dapat dikustomisasi dan lebih sedikit tombol Copilot yang tersebar di sistem operasi. Di saat yang sama, pengguna tetap perlu memantau stabilitas, mengingat belum lama ini ada pembaruan akun Microsoft yang bermasalah dan akhirnya ditarik kembali.

Dengan kombinasi penyegaran Settings, dukungan aksesibilitas yang lebih luas, dan pendekatan yang lebih berhati-hati pada fitur lama, Windows 11 tampak bergerak ke arah antarmuka yang lebih matang dan nyaman dipakai sehari-hari.

Berita Terkait

Back to top button