Samsung kembali mendorong batas inovasi lewat Galaxy S26 Ultra yang resmi meluncur sebagai model tertinggi di seri Galaxy S26. Ponsel ini menonjol bukan hanya karena spesifikasi tinggi, tetapi juga karena pendekatan baru pada privasi layar, kamera low-light, dan kecerdasan buatan yang lebih dalam di sistem.
Perangkat ini menjadi sorotan karena membawa kombinasi fitur yang jarang hadir bersamaan di satu flagship. Dari layar “anti-intip” berbasis hardware sampai AI yang bisa merespons konteks percakapan, Galaxy S26 Ultra diposisikan Samsung sebagai perangkat kerja dan hiburan kelas atas untuk pengguna yang menuntut efisiensi sekaligus keamanan.
Layar privasi yang lebih serius
Samsung memperkenalkan Privacy Display sebagai fitur layar berbasis hardware yang bisa diaktifkan langsung dari sistem. Saat mode ini aktif, tampilan layar tetap jelas dari arah depan, tetapi sulit dibaca dari samping sehingga isi chat, email, dan dokumen lebih terlindungi.
Fitur ini relevan bagi pengguna yang sering bekerja di ruang publik seperti bandara, kafe, atau transportasi umum. Dalam praktiknya, pendekatan ini lebih kuat dibanding lapisan anti-spy biasa karena perlindungannya terintegrasi langsung ke perangkat.
Kamera 200MP yang lebih siap untuk cahaya minim
Galaxy S26 Ultra masih mengandalkan kamera utama 200MP, tetapi Samsung menaikkan aperture menjadi F1.4. Bukaan yang lebih besar ini membuat lebih banyak cahaya masuk ke sensor, sehingga performa foto malam meningkat signifikan.
Referensi data dari peluncuran menyebutkan peningkatan cahaya masuk mencapai 47 persen. Hasilnya, foto low-light terlihat lebih terang, detail lebih terjaga, dan noise lebih rendah, sementara video dalam kondisi gelap juga disebut lebih stabil.
Lensa teleperiscope 5x ikut ditingkatkan dengan bukaan F2.9. Kombinasi ini memberi keuntungan saat zoom dipakai pada kondisi redup, yang selama ini sering menjadi titik lemah pada banyak ponsel flagship.
Mesin performa baru di kelas premium
Di sektor dapur pacu, Samsung memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 versi khusus Galaxy. Chip ini diklaim membawa kenaikan CPU sebesar 19 persen, GPU 24 persen, dan NPU 39 persen untuk tugas berbasis AI.
Kenaikan tersebut penting bukan hanya untuk gaming, tetapi juga untuk multitasking berat dan pemrosesan fitur AI di perangkat. Sistem pendingin Vapor Chamber yang diklaim 30 persen lebih efisien juga membantu menjaga performa tetap stabil saat ponsel dipakai lama.
- CPU naik 19 persen untuk respons sistem yang lebih cepat.
- GPU naik 24 persen untuk grafis game dan visual yang lebih mulus.
- NPU naik 39 persen untuk pemrosesan AI yang lebih gesit.
- Vapor Chamber 30 persen lebih efisien untuk kontrol panas yang lebih baik.
Galaxy AI dan Bixby makin kontekstual
Samsung juga memperluas fungsi Galaxy AI di seri ini. Salah satu yang menonjol adalah Call Screening AI, yang dapat menjawab panggilan, menanyakan tujuan penelpon, lalu menampilkan transkrip teks agar pengguna bisa menilai apakah panggilan itu penting.
Bixby pun mendapat pembaruan besar dan terasa lebih natural. Contohnya, perintah sederhana seperti “Mata saya capek” bisa langsung dipahami sistem untuk mengaktifkan Eye Comfort Mode tanpa perlu instruksi teknis yang panjang.
Samsung juga menghadirkan Creation Studio untuk membuat kartu ucapan, poster, atau gambar hanya lewat prompt teks. Dukungan bahasa Indonesia membuat fitur ini lebih praktis untuk kebutuhan konten cepat dan pekerjaan kreatif ringan.
Desain lebih tipis, tetap premium
Meski mengusung layar 6,9 inci, Galaxy S26 Ultra dibuat lebih tipis dengan ketebalan 7,9 mm dan lebih ringan di bobot 214 gram. Samsung tetap memakai bingkai aluminium untuk membantu manajemen panas sekaligus menjaga kesan premium di tangan.
Pilihan warna seperti Titanium Black, Sky Blue, dan Cobalt Violet memberi karakter yang lebih elegan. Ukuran besar tetap dipertahankan, tetapi bodinya terlihat lebih ramping dan modern dibanding generasi sebelumnya.
Harga dan posisi di pasar Indonesia
Di Indonesia, Galaxy S26 Ultra dibanderol mulai dari Rp24,4 juta untuk varian 256GB hingga Rp31,9 juta untuk varian 1TB. Program pre-order disebut menawarkan bonus tambahan seperti upgrade memori gratis, cashback, dan penawaran eksklusif lain.
Dengan kombinasi layar privasi, kamera low-light yang lebih kuat, performa chipset terbaru, serta AI yang lebih kontekstual, Galaxy S26 Ultra masuk ke kategori flagship ultra-premium yang memang ditujukan bagi pengguna yang mencari fitur paling mutakhir di kelasnya.







