Apple Rebut Puncak Pasar Smartphone Q1, iPhone 17 Jadi Mesin Pertumbuhan

Apple mencatat pencapaian penting di pasar ponsel global setelah untuk pertama kalinya memimpin pengiriman smartphone pada kuartal pertama. Data Counterpoint Research menunjukkan Apple meraih pangsa pasar 21 persen, unggul tipis atas Samsung yang berada di posisi kedua dengan 20 persen.

Kenaikan ini terjadi saat banyak merek lain menghadapi tekanan biaya akibat naiknya harga memori. Di tengah kondisi itu, permintaan kuat terhadap iPhone 17 disebut menjadi pendorong utama pertumbuhan Apple pada awal tahun.

Apple unggul saat pasar tertekan

Menurut laporan Counterpoint Research, pengiriman smartphone Apple tumbuh 5 persen secara tahunan pada kuartal pertama. Kinerja itu menonjol karena pada periode yang sama, sejumlah vendor lain justru mengalami penurunan pengiriman hingga 19 persen.

Laporan tersebut menilai posisi Apple relatif lebih aman dibanding banyak pesaing. Salah satu alasannya adalah fokus perusahaan pada segmen ultra-premium, yang membuat sensitivitas terhadap tekanan biaya tidak sebesar merek yang bermain di kelas harga lebih rendah.

Selain itu, rantai pasok Apple yang sangat terintegrasi ikut membantu menjaga stabilitas bisnis. Saat harga komponen memori bergerak naik, skala operasi dan kontrol pasokan memberi perusahaan ruang yang lebih besar untuk meredam dampaknya.

Peran iPhone 17 dan kekuatan ekosistem

Counterpoint menyebut tingginya permintaan iPhone 17 sebagai faktor kunci di balik lonjakan kinerja Apple. Produk baru itu datang saat konsumen premium masih menunjukkan minat belanja yang relatif kuat di sejumlah pasar utama.

Program tukar tambah yang agresif juga ikut mempercepat siklus pembaruan perangkat. Skema seperti ini menurunkan hambatan bagi pengguna lama untuk berpindah ke model terbaru tanpa menanggung biaya awal yang terlalu besar.

Apple juga terus diuntungkan oleh apa yang sering disebut sebagai “ecosystem stickiness”. Pengguna yang sudah berada dalam ekosistem iPhone, Apple Watch, iPad, Mac, dan layanan digital cenderung bertahan karena integrasi antarperangkat yang erat.

Di luar pasar asalnya, pertumbuhan Apple juga disebut kuat di kawasan Asia-Pasifik. Counterpoint secara khusus menyoroti China, India, dan Jepang sebagai negara yang memberi kontribusi terhadap ekspansi pengiriman perusahaan.

Peta persaingan merek lain

Samsung masih menjadi penantang terdekat Apple dengan pangsa pasar 20 persen. Namun, laporan yang sama menyebut pangsa pasar Samsung turun 6 persen pada periode tersebut.

Xiaomi menempati posisi ketiga dengan pangsa pasar 12 persen. Merek ini juga mengalami penurunan yang lebih dalam, yakni 19 persen secara tahunan.

Oppo berada di peringkat keempat dengan pangsa pasar 11 persen. Vivo menyusul di posisi kelima dengan 8 persen, dan keduanya masing-masing tercatat turun 4 persen dan 2 persen.

Di luar lima besar, Counterpoint mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi datang dari Google dan Nothing. Google tumbuh 14 persen, sedangkan Nothing naik 25 persen, meski volume pengirimannya masih belum cukup besar untuk masuk kelompok teratas.

Berikut ringkasan posisi pasar yang disebut dalam laporan:

  1. Apple: 21 persen
  2. Samsung: 20 persen
  3. Xiaomi: 12 persen
  4. Oppo: 11 persen
  5. Vivo: 8 persen

Harga RAM naik, tekanan industri membesar

Industri smartphone saat ini menghadapi tekanan dari lonjakan permintaan DRAM dan NAND untuk server AI. Kenaikan kebutuhan pada sektor tersebut mendorong harga RAM naik dan menekan biaya produksi perangkat konsumen.

Dampaknya sudah mulai terasa pada banyak vendor yang harus menyesuaikan strategi harga. Dalam situasi seperti ini, merek yang memiliki margin tipis umumnya lebih rentan karena ruang untuk menyerap biaya tambahan menjadi terbatas.

Apple dinilai lebih terlindungi karena menjual produk di rentang premium. Konsumen di segmen ini biasanya lebih menerima harga tinggi selama pembaruan fitur, performa, dan integrasi ekosistem tetap dianggap bernilai.

Arah berikutnya untuk lini iPhone

Di tengah momentum iPhone 17, perhatian pasar mulai beralih ke generasi berikutnya. Sejumlah laporan industri menyebut Apple tidak akan mengirim iPhone 18 secara penuh dalam pola yang selama ini dikenal.

Laporan tersebut menyebut Apple diperkirakan meluncurkan iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone lipat pada September. Sementara model standar iPhone 18 disebut-sebut akan ditunda hingga musim semi, bersamaan dengan iPhone 18e.

Informasi lain dari pembocor Weibo Fixed Focus Digital menyebut versi standar iPhone 18 tidak akan membawa perubahan besar pada desain eksterior. Perubahan yang muncul disebut hanya berupa penyesuaian kecil pada dimensi perangkat.

Meski detail produk selanjutnya masih menunggu konfirmasi resmi, data kuartal pertama memperlihatkan satu hal yang jelas. Ketika biaya komponen naik dan pertumbuhan industri melambat, Apple justru mampu memperbesar pangsa pasar lewat iPhone 17, program tukar tambah yang agresif, serta kekuatan ekosistem yang terus menjaga loyalitas pengguna.

Source: www.indiatoday.in
Exit mobile version