
Banyak pengguna iPhone selama ini bertahan di ekosistem Apple karena satu alasan praktis: AirDrop yang sangat cepat untuk memindahkan file ke MacBook. Kini, Xiaomi dinilai mulai menawarkan pengalaman serupa lewat fitur interkoneksi lintas perangkat yang membuat transfer file ke MacBook terasa jauh lebih mudah.
Menurut kontributor Tech Advisor, Anurag Singh, pengalaman itu bahkan bisa menjadi alasan sebagian pengguna iPhone mulai melirik Android. Ia menyebut fitur Xiaomi memberi kenyamanan yang dulu sulit ditandingi, terutama saat ponsel dipakai bersama laptop Apple.
Fitur yang Menjawab Kebutuhan Paling Dasar
Singh menjelaskan bahwa fitur “interconnectivity” Xiaomi memungkinkan ponsel terhubung dengan MacBook secara langsung. Dengan aplikasi khusus yang tersedia di App Store, pengguna bisa mengirim file hanya dalam beberapa langkah tanpa harus membuka layanan tambahan.
Prosesnya dibuat sederhana. Pengguna cukup membuka galeri atau file, menekan tombol bagikan, lalu memilih Xiaomi Share, setelah itu MacBook akan muncul sebagai perangkat terdekat.
Saat perangkat dipilih, file langsung terkirim dalam hitungan detik. Cara ini memberi pengalaman yang dinilai lebih cepat dan praktis dibanding metode transfer konvensional di Android yang kerap mengandalkan email, WhatsApp, atau layanan cloud.
Mengapa Fitur Ini Menarik Perhatian Pengguna iPhone
Singh mengaku sebelumnya AirDrop menjadi alasan utama dirinya tetap memakai iPhone. Ia menulis, “Saya selalu kembali ke iPhone karena tidak ingin kehilangan AirDrop,” sebuah pernyataan yang menggambarkan betapa pentingnya transfer file cepat dalam penggunaan harian.
Namun, pandangannya berubah setelah memakai Xiaomi 15T Pro dan kini Xiaomi 17. Menurut dia, pengalaman transfer data di perangkat Xiaomi sudah cukup dekat dengan kebiasaan yang biasa ditemui pengguna Apple.
Perubahan ini penting karena banyak pengguna tidak hanya mencari spesifikasi tinggi, tetapi juga alur kerja yang mulus antarperangkat. Dalam penggunaan sehari-hari, fitur semacam ini bisa lebih menentukan daripada sekadar angka pada lembar spesifikasi.
Lebih dari Sekadar Transfer File
Xiaomi tidak hanya menawarkan pengiriman file cepat ke MacBook. Fitur ini juga memungkinkan pengguna mengakses layar ponsel langsung dari laptop, sehingga aktivitas seperti membuka aplikasi, melihat foto, hingga membalas pesan bisa dilakukan tanpa menyentuh perangkat.
Kemudahan tersebut menjadi berguna saat ponsel sedang diisi daya atau berada di ruangan lain. Singh menyebut kemampuan itu sangat membantu karena perangkat tetap bisa dikontrol dari Mac dalam kondisi tertentu.
Berbagai fungsi tambahan juga tersedia, termasuk menemukan perangkat, mengunci ponsel, dan mengaktifkan hotspot dari jarak jauh melalui laptop. Kombinasi fitur ini membuat konektivitas Xiaomi terlihat lebih menyeluruh, bukan hanya fokus pada satu fungsi saja.
Langkah Singkat Mengirim File dari Xiaomi ke MacBook
- Buka galeri atau file di ponsel Xiaomi.
- Tekan tombol bagikan.
- Pilih opsi Xiaomi Share.
- Tunggu MacBook muncul sebagai perangkat terdekat.
- Ketuk perangkat, lalu file langsung terkirim.
Langkah yang singkat itu menjadi salah satu poin yang paling disorot karena mengurangi ketergantungan pada aplikasi pihak ketiga. Bagi pengguna yang sering berpindah antara ponsel dan laptop, efisiensi seperti ini bisa terasa sangat signifikan.
Xiaomi Mulai Menantang Kenyamanan Ekosistem Apple
Meski masih ada sedikit jeda saat mirroring layar, Singh menilai pengalaman keseluruhan tetap nyaman dipakai untuk aktivitas harian. Ia menegaskan bahwa nilai utama fitur ini bukan sekadar kemiripan dengan Apple, melainkan kemampuannya menjawab kebutuhan paling penting pengguna.
“Ini bukan soal menyalin fitur Apple, tapi menyelesaikan masalah yang paling penting, perpindahan antar perangkat,” tulisnya. Pernyataan ini menempatkan Xiaomi sebagai salah satu merek Android yang mulai serius membangun pengalaman ekosistem lintas perangkat.
Bagi pengguna yang terbiasa memakai iPhone dan MacBook, hadirnya opsi seperti ini bisa mengurangi hambatan saat ingin berpindah platform. Xiaomi kini tidak hanya menjual ponsel dengan spesifikasi besar, tetapi juga membangun alasan fungsional agar pengguna tetap nyaman meski keluar dari ekosistem Apple.









