Harga Samsung Galaxy S Anjlok Gila Di 2026, Flagship Lama Kini Lebih Murah Dari Midrange

Harga Samsung Galaxy S sedang menjadi sorotan karena turun cukup tajam dan membuat banyak flagship terasa jauh lebih murah dari perkiraan. Sejumlah model yang dulu berada di atas Rp20 juta kini bergeser ke kisaran yang lebih ramah di kantong, sehingga minat beli ikut meningkat.

Fenomena ini menarik karena penurunan harga tersebut bukan datang dari penurunan kualitas perangkat, melainkan dari siklus rilis tahunan yang cepat. Saat generasi baru hadir, model lama langsung mengalami koreksi harga, padahal performanya masih sangat layak untuk kebutuhan modern.

Penurunan yang paling terasa di lini ultra

Di antara model yang paling banyak dibicarakan, Galaxy S24 Ultra menjadi salah satu contoh paling jelas. Ponsel ini yang sebelumnya berada di kisaran Rp22 juta kini turun ke sekitar Rp14 jutaan.

Galaxy S25 Ultra juga mengalami koreksi yang signifikan. Dari harga rilis Rp23 juta, perangkat ini kini bisa ditemukan di kisaran Rp17 jutaan.

Selisih harga seperti ini menunjukkan pola yang umum di pasar smartphone premium. Begitu satu generasi baru masuk, flagship sebelumnya langsung masuk fase penyesuaian harga yang cukup dalam.

Selisih harga yang membuat konsumen melirik

Penurunan harga tidak hanya terjadi pada model ultra. Galaxy S25 varian 12/256 GB misalnya, turun dari Rp19,5 juta menjadi sekitar Rp14,7 juta.

Galaxy S25 FE juga ikut terkoreksi, dari kisaran Rp10 jutaan menjadi sekitar Rp8 jutaan. Dalam beberapa kasus, harga flagship lama bahkan sudah mendekati harga ponsel kelas menengah terbaru.

Kondisi ini membuat banyak konsumen melihat ulang prioritas belanja mereka. Saat harga flagship dan midrange mulai berdekatan, pilihan ke flagship lama terasa lebih masuk akal bagi yang mengejar performa dan fitur.

Masih kuat untuk penggunaan harian berat

Meski harganya turun, daya tarik flagship Samsung Galaxy S belum ikut turun. Model seperti Galaxy S24 Ultra, Galaxy S25 Ultra, dan Galaxy S25 reguler masih membawa chipset kelas atas seperti Snapdragon 8 Gen 3 dan Snapdragon 8 Elite.

Penggunaan harian, multitasking, gaming berat, hingga kebutuhan konten kreatif masih bisa ditangani dengan baik oleh perangkat-perangkat tersebut. Samsung juga membekali lini flagship dengan material premium dan layar berkualitas tinggi yang membuat pengalaman pakai tetap terasa di level atas.

Dukungan software jangka panjang juga menjadi nilai penting. Pembaruan sistem operasi yang diberikan selama bertahun-tahun membuat flagship tetap relevan lebih lama dibanding banyak ponsel midrange.

Opsi yang dianggap paling worth it

Galaxy S25 FE muncul sebagai pilihan menarik bagi pengguna yang ingin masuk ke ekosistem flagship dengan harga lebih terjangkau. Perangkat ini menawarkan bodi premium, rating IP68, dan kamera yang sudah ditingkatkan.

Untuk pengguna yang mengincar performa maksimal, Galaxy S24 Ultra dan Galaxy S25 Ultra tetap menjadi dua nama paling kuat di daftar belanja. Keduanya menawarkan pengalaman flagship penuh, tetapi kini dengan harga yang sudah turun jauh dari posisi awal.

Momentum yang dinilai tepat untuk upgrade

Banyak pengamat pasar menilai momen sekarang sebagai waktu yang tepat untuk membeli flagship generasi sebelumnya. Harga sedang turun, sementara spesifikasi yang ditawarkan masih sangat kompetitif untuk beberapa tahun ke depan.

Fenomena FOMO juga ikut mendorong perhatian konsumen, karena stok model populer seperti varian Ultra bisa cepat habis saat harga terus bergerak. Di tengah harga yang makin mendekati kelas menengah, flagship Samsung Galaxy S justru tampil sebagai pilihan yang semakin rasional bagi pembeli yang ingin kualitas tinggi tanpa membayar harga puncak.

Terkait