Intel meluncurkan prosesor Core Series 3 untuk laptop entry-level dan sistem edge dengan fokus pada efisiensi daya, kemampuan AI, dan konektivitas modern. Platform ini ditujukan untuk perangkat komputasi harian yang membutuhkan biaya lebih terjangkau, tetapi tetap membawa fitur yang kini banyak dicari di segmen PC baru.
Materi peluncuran Intel menunjukkan bahwa platform ini mampu menghadirkan total performa AI hingga 40 TOPS dari gabungan CPU, GPU, dan NPU. Di dalamnya, NPU sendiri memiliki kemampuan hingga 17 TOPS, sementara angka 40 TOPS merepresentasikan akumulasi seluruh sumber komputasi AI dalam platform.
Fokus pada laptop terjangkau dan sistem edge
Intel memosisikan Core Series 3 bukan hanya untuk laptop konvensional, tetapi juga untuk kebutuhan edge computing. Perusahaan menyoroti sejumlah skenario penggunaan seperti smart metering, smart building, robotika, hingga sistem point-of-sale.
Arah ini menunjukkan bahwa seri tersebut tidak semata mengejar pasar konsumen umum. Intel juga mencoba menjangkau perangkat komputasi yang ditempatkan dekat dengan sumber data dan dipakai untuk analitik atau otomasi di lapangan.
Dari sisi grafis, GPU terintegrasi pada platform ini hadir dengan hingga 2 inti Xe3. Dukungan memorinya mencakup LPDDR5x sampai 7467 MT/s dan DDR5 sampai 6400 MT/s.
Intel juga membekali platform ini dengan fitur konektivitas yang tergolong lengkap untuk kelasnya. Dukungan itu mencakup Thunderbolt 4, lane PCIe Gen 4, Wi‑Fi 7 (R2), dan Bluetooth 6.0.
Varian yang disiapkan Intel
Jajaran Core Series 3 dibagi ke beberapa tingkatan, mulai dari Core 7, Core 5, hingga Core 3. Intel menyiapkan beberapa SKU dengan konfigurasi inti, kecepatan, dan kemampuan NPU yang berbeda.
Berikut daftar model yang diumumkan Intel:
- Core 7 360: 6 core, hingga 4.8 GHz, NPU 17 TOPS
- Core 7 350: 6 core, hingga 4.8 GHz, NPU 17 TOPS
- Core 5 330: 6 core, hingga 4.6 GHz, NPU 16 TOPS
- Core 5 320: 6 core, hingga 4.6 GHz, NPU 16 TOPS
- Core 5 315: 6 core, hingga 4.4 GHz, NPU 15 TOPS
- Core 3 304: 5 core, hingga 4.3 GHz, NPU 15 TOPS
Intel mencantumkan base power 15 W pada lini ini. Sementara itu, turbo power dapat mencapai hingga 35 W, tergantung model yang digunakan.
Salah satu pembeda penting platform ini dengan Panther Lake yang berada di kelas lebih tinggi adalah penggunaan memori single-channel. Intel menyebut pembatasan ini sebagai salah satu langkah penghematan biaya untuk Wildcat Lake, platform yang menjadi dasar dari Core Series 3.
Klaim performa dan efisiensi
Intel membandingkan performa Core Series 3, terutama Core 7 360, dengan chip terdahulu seperti Core 7 150U dan prosesor generasi lama. Seluruh angka ini berasal dari pengujian internal perusahaan menggunakan platform referensi.
Dalam materi uji tersebut, Intel mengklaim skor produktivitas hingga 2,1 kali lebih tinggi berdasarkan benchmark UL Procyon, PugetBench, dan WebXPRT. Untuk beban kerja AI berbasis GPU, peningkatannya disebut bisa mencapai 2,7 kali lebih tinggi dalam Geekbench AI dan Procyon AI.
Efisiensi daya juga menjadi salah satu sorotan peluncuran ini. Intel menyatakan konsumsi daya prosesor saat streaming video dapat turun hingga 64 persen lebih rendah pada skenario pengujian tertentu.
Angka terkait daya tahan baterai yang dibagikan perusahaan juga cukup menonjol untuk segmen entry-level. Intel menyebut perangkat berbasis platform ini bisa mencapai hingga 18,5 jam pemutaran video, 12,5 jam pekerjaan kantor, dan 9,6 jam panggilan video dengan efek AI dalam kondisi uji.
Meski begitu, Intel menegaskan seluruh hasil tersebut bergantung pada konfigurasi perangkat dan pola penggunaan. Perusahaan juga menyebut hasil pengujian dilakukan secara internal, sehingga performa aktual dapat berbeda pada produk komersial dari masing-masing mitra.
Dorongan untuk beban kerja AI di edge
Untuk kebutuhan edge, Intel turut membandingkan platform ini dengan sistem seperti Nvidia Jetson Orin Nano. Dalam konfigurasi tertentu, Intel mengklaim throughput yang lebih tinggi pada tugas deteksi objek, klasifikasi gambar, dan analitik video.
Klaim ini memperlihatkan bahwa Core Series 3 tidak hanya dipasarkan sebagai chip laptop murah. Intel juga ingin menempatkannya sebagai opsi komputasi AI ringkas untuk perangkat industri dan komersial yang membutuhkan pemrosesan lokal.
Sistem berbasis Intel Core Series 3 dijadwalkan mulai hadir pada 16 April 2026. Ketersediaannya akan diperluas melalui mitra OEM sepanjang tahun, sementara sistem yang berfokus pada edge diperkirakan mulai muncul pada kuartal kedua 2026.
Menurut materi peluncuran, lebih dari 70 desain sedang disiapkan oleh mitra seperti Acer, Asus, HP, Lenovo, dan Infinix. Jumlah desain itu memberi gambaran bahwa Intel menargetkan adopsi luas di pasar laptop terjangkau sekaligus perangkat edge dengan kebutuhan konektivitas modern dan kemampuan AI yang lebih menonjol.
