Proton 11 Beta Meluncur, Jalan Game PC di Android Makin Terbuka Lewat Lonjakan Performa ARM64

Valve merilis Proton 11 beta, pembaruan besar untuk lapisan kompatibilitas yang dipakai menjalankan game Windows di luar ekosistem Windows. Update ini dinilai penting karena membuka peluang performa game PC yang lebih baik di perangkat Android berbasis Arm.

Bagi pengguna Android, dampaknya tidak datang secara langsung seperti aplikasi baru di Play Store. Namun, perubahan ini bisa memperkuat fondasi emulasi game PC Windows di ponsel, tablet, dan handheld Android yang memakai chip Arm.

Proton 11 beta membawa dasar teknis yang lebih baru

Proton merupakan teknologi buatan Valve yang selama ini dikenal luas di Linux dan ekosistem Steam. Fungsinya adalah membantu aplikasi dan game Windows berjalan melalui lapisan kompatibilitas, bukan port native penuh.

Menurut informasi yang dipublikasikan Valve di GitHub dan disorot Android Authority, Proton 11 beta dibangun di atas versi terbaru Wine. Dasar baru ini penting karena Wine 11 menghadirkan dukungan NTSync, fitur yang disebut dapat mengurangi beban sistem saat menjalankan game Windows melalui compatibility layer.

Pengurangan overhead itu berdampak pada efisiensi proses. Dalam praktiknya, game berpotensi berjalan lebih mulus dan responsif dibanding implementasi sebelumnya.

Brad Lynch, analis industri XR, juga menyoroti pembaruan ini di X. Sorotan itu memperkuat indikasi bahwa update Proton terbaru bukan sekadar revisi kecil, melainkan peningkatan yang bisa berpengaruh ke berbagai perangkat di luar Linux desktop biasa.

Relevansinya besar untuk Android dan perangkat Arm

Salah satu poin paling menarik adalah hadirnya profil Proton 11 untuk perangkat ARM64. Langkah ini penting karena mayoritas perangkat Android modern memakai arsitektur Arm, bukan x86 seperti banyak PC tradisional.

Dengan profil ARM64, game yang awalnya dirancang untuk perangkat keras x86 disebut bisa lebih mudah diemulasikan di perangkat berbasis Arm. Cakupannya termasuk ponsel Android, tablet, handheld gaming Android melalui alat emulasi PC seperti GameHub, serta PC Windows berbasis Arm.

Artinya, Proton makin dekat dengan skenario yang selama ini dicari banyak pengguna: memainkan game PC Windows di perangkat mobile. Pembaruan ini belum berarti semua game akan otomatis berjalan optimal di Android, tetapi arah pengembangannya terlihat semakin jelas.

Daftar game yang kini didukung bertambah

Valve juga menambah dukungan untuk sejumlah judul di Proton 11 beta. Beberapa game memang sudah bisa dimainkan lewat versi eksperimental, tetapi ada pula yang baru didukung pada versi beta ini.

Berikut daftar judul yang disebut sudah didukung di Proton 11 beta:

  1. Universe Generator: The Golden Sword
  2. DCS World Steam Edition
  3. Resident Evil (1996)
  4. Resident Evil 2 (1998)
  5. Dino Crisis
  6. Dino Crisis 2
  7. From Dust
  8. Blaite
  9. Don’t Die Dateless, Dummy!
  10. METAL GEAR SURVIVE
  11. Warhammer: Vermintide 2
  12. Metal Fatigue
  13. SHOGUN: Total War
  14. Unknown Faces
  15. Gothic 1 Classic
  16. X-Plane 12
  17. Breath of Fire IV
  18. Deadly Premonition

Masuknya beberapa judul lawas seperti Resident Evil klasik, Dino Crisis, dan SHOGUN: Total War menunjukkan fokus update ini tidak hanya pada game modern. Valve juga memperluas kompatibilitas lintas katalog, termasuk game yang punya basis penggemar kuat.

Bukan cuma game baru, tetapi juga perbaikan untuk game lama

Pembaruan ini juga membawa daftar panjang perbaikan bug. Valve disebut menambal puluhan masalah lama pada game yang sebelumnya sudah didukung.

Aspek ini penting karena kualitas pengalaman bermain tidak hanya ditentukan oleh status “bisa dijalankan”. Stabilitas, kompatibilitas hardware, dan minimnya gangguan teknis justru sering menjadi faktor penentu apakah game nyaman dimainkan atau hanya sekadar berhasil dibuka.

Android Authority juga mencatat bahwa Proton 11 beta menghadirkan peningkatan dukungan hardware untuk judul yang sudah kompatibel. Dengan kata lain, pembaruan ini menyasar dua sisi sekaligus: menambah daftar game yang bisa berjalan dan memperbaiki kualitas jalannya game yang sudah didukung.

Ada sinyal eksperimen di perangkat yang tidak resmi didukung

Menariknya, sudah muncul laporan bahwa pembaruan Proton ini memungkinkan Steam berjalan di perangkat yang tidak didukung secara resmi. Salah satu contoh yang disebut adalah Nintendo Switch.

Informasi ini belum mengubah status dukungan resmi Valve. Namun, fakta bahwa Proton mulai terlihat fleksibel di perangkat nonstandar memberi gambaran bahwa ekosistem ini terus meluas melampaui PC tradisional.

Bagi Android, perkembangan tersebut relevan karena banyak solusi gaming mobile saat ini bertumpu pada kombinasi lapisan kompatibilitas, emulasi, dan optimasi Arm. Saat Valve memperkuat Proton di level dasar, perangkat Android berpotensi ikut menikmati hasilnya melalui tool pihak ketiga yang memanfaatkan fondasi serupa.

Valve selama ini memang dikenal lewat Steam dan distribusi game PC untuk pengguna Windows. Tetapi dalam beberapa waktu terakhir, perusahaan itu juga makin aktif membangun dukungan untuk Linux dan arsitektur Arm, sebuah langkah yang semula penting untuk perangkat seperti Steam Deck dan hardware lain yang sedang disiapkan, namun kini ikut memberi efek lanjutan pada masa depan game PC di Android.

Source: www.androidauthority.com

Berita Terkait

Back to top button