Konsol pesaing Steam Machine sudah muncul lebih dulu di pasar, dan produk itu datang dari Playnix. Namun, perangkat ini tidak menyasar pembeli yang mencari harga terjangkau karena dibanderol $1,139 untuk batch penjualan saat ini.
Situasi ini muncul ketika Steam Machine milik Valve masih belum memiliki kepastian rilis dan harga. Referensi menyebut penundaan itu berkaitan dengan krisis RAM yang terjadi saat Valve bersiap mengirim lini perangkat keras barunya, termasuk Steam Machine.
Pesaing Steam Machine Sudah Bisa Dibeli
Di tengah ketidakpastian tersebut, Playnix memanfaatkan celah pasar dengan meluncurkan konsolnya sendiri. Perangkat ini diposisikan sebagai alternatif yang sudah bisa dibeli sekarang, saat produk Valve masih tertahan.
Menurut laporan yang dikutip dari VideoCardz, Playnix Console mencoba menghadirkan pengalaman yang bahkan disebut sebagai upaya untuk “mendahului” Steam Machine. Pendekatan ini membuat Playnix langsung masuk ke segmen gaming PC bergaya konsol.
Playnix juga menerapkan model produksi berbasis batch. Perusahaan itu menyatakan harga tiap unit ditentukan oleh “harga komponen yang sebenarnya, terutama RAM, pada saat produksi”.
Skema tersebut membuat harga perangkat bisa sangat dipengaruhi kondisi pasar komponen. Dalam konteks saat ini, hasilnya adalah banderol yang terbilang tinggi untuk sebuah mesin gaming ruang keluarga.
Spesifikasi Kelas Atas
Dari sisi perangkat keras, Playnix Console tidak datang dengan spesifikasi menengah. Produk ini memakai Ryzen 5 dengan 6 core, kecepatan 3.5GHz, dan TDP 65W.
Untuk grafis, Playnix membekali perangkat ini dengan GPU Radeon RDNA4 32 CU yang disebut sebagai 9060 XT. GPU tersebut memiliki TDP 150W dan dipasangkan dengan VRAM 16GB GDDR6.
Kapasitas memori sistemnya berada di angka 16GB DDR4 3200MT/s dalam konfigurasi dual-channel. Sementara penyimpanan memakai NVMe, ditambah satu slot NVMe kosong untuk ekspansi.
Sistem operasinya menggunakan PlaynixOS yang berbasis Arch. Ini menegaskan bahwa perangkat tersebut dibangun dengan pendekatan mirip PC gaming kompak, bukan konsol tradisional tertutup.
Fitur Konektivitas dan Desain
Playnix Console membawa ukuran 320 x 247 x 64 mm. Dimensi itu menunjukkan format yang cukup ramping untuk kategori PC gaming bergaya konsol.
Bagian pendingin memakai kipas Noctua dan Thermalright. Pilihan komponen ini mengisyaratkan bahwa Playnix mencoba menonjolkan kualitas termal, bukan sekadar mengejar desain ringkas.
Untuk konektivitas nirkabel, ada WiFi 6E dan Bluetooth 5. Di sektor daya, perangkat ini menggunakan PSU Flex 600W.
Port yang disediakan juga cukup lengkap untuk kebutuhan gaming modern. Tersedia 2x USB 3.0, 4x USB 2.0, 1x USB-C 3.1, 1x Gigabit Ethernet, 1x HDMI 2.1, dan 1x DisplayPort 2.1.
Dukungan tampilan menjadi salah satu nilai jual penting perangkat ini. HDMI 2.1 dan DisplayPort 2.1 disebut mendukung HDR, 4K 120Hz, hingga 8K 60Hz.
Harga Jadi Titik Krusial
Walau spesifikasinya tinggi, harga $1,139 menjadi hambatan utama bagi banyak calon pembeli. Referensi menyoroti bahwa sebagian orang masih berharap Steam Machine nantinya hadir dengan harga di bawah empat digit.
Dengan ekspektasi itu, Playnix Console berada di posisi yang tidak mudah. Produk ini memang menawarkan perangkat keras kuat, tetapi harganya membuat perbandingan dengan Steam Machine menjadi sensitif bahkan sebelum produk Valve resmi meluncur.
Di sisi lain, Playnix tampaknya tidak sepenuhnya kesulitan menarik minat pasar. Referensi menyebut penjualan konsol tersebut dilaporkan cukup baik, meski harganya tinggi.
Fakta itu menunjukkan ada segmen pembeli yang bersedia membayar lebih untuk mendapatkan perangkat serupa Steam Machine tanpa harus menunggu Valve. Terutama bagi pengguna yang menginginkan mesin gaming ruang keluarga dengan spesifikasi kelas atas dan ekosistem berbasis Linux.
Untuk saat ini, posisi Playnix masih bergantung pada satu hal yang belum diketahui publik, yakni harga resmi Steam Machine ketika benar-benar hadir. Selama Valve belum mengumumkan angka final dan jadwal rilis, Playnix Console tetap menjadi salah satu pilihan paling nyata bagi pasar yang mencari kompetitor Steam Machine dengan performa tinggi, meski harus menebusnya dengan harga premium.
Source: www.xda-developers.com