Instagram kembali menyiapkan fitur baru yang memperlihatkan pola lama perusahaan itu: mengadopsi format populer dari platform pesaing. Kali ini, sorotan tertuju pada “Instants”, fitur berbagi foto yang menghilang dan dinilai sebagai langkah terbaru Instagram untuk menantang Snapchat.
Fitur ini memungkinkan pengguna mengirim foto yang hanya bisa dilihat satu kali dan tetap tersedia selama 24 jam. Skema tersebut memberi batas waktu yang lebih tegas dibanding pendekatan Snapchat, sekaligus menekankan konten singkat yang cepat hilang.
Fitur Instants dan cara kerjanya
Berdasarkan informasi yang dibagikan, Instants dirancang untuk mendorong unggahan yang terasa lebih spontan. Pengguna hanya bisa mengambil foto dengan satu ketukan langsung dari kamera di dalam aplikasi.
Instagram juga membatasi ruang pengeditan pada fitur ini. Foto tidak bisa diambil dari camera roll dan tidak tersedia opsi edit lanjutan, meski pengguna masih dapat menambahkan teks.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Instagram ingin menonjolkan sisi autentik dan minim kurasi. Model ini sejalan dengan tren konten kasual yang sebelumnya juga diusung oleh aplikasi lain seperti BeReal dan Locket.
Instants dapat dipakai melalui aplikasi utama Instagram maupun lewat aplikasi khusus Instants. Meta menyebut akses fitur ini sudah tersedia di Spanyol dan Italia, baik untuk perangkat iOS maupun Android.
Mirip Snapchat, tetapi tidak sama
Instagram bukan pemain baru dalam mengadaptasi ide dari kompetitor. Format Stories lebih dulu dikenalkan Snapchat pada 2013, lalu Instagram meluncurkan versinya sendiri pada 2016 dan berhasil membawanya ke arus utama.
Hal serupa juga terjadi pada video pendek. Format yang lebih dulu melejit lewat TikTok kemudian hadir di Instagram melalui Reels dan kini menjadi salah satu elemen utama di platform tersebut.
Pada Instants, kemiripan dengan Snapchat terlihat jelas karena sama-sama bertumpu pada foto yang sifatnya sementara. Namun, Instagram menambahkan batas ketersediaan 24 jam dan aturan satu kali lihat sebagai pembeda utama.
Perbedaan lain ada pada proses pembuatan konten yang lebih dibatasi. Dengan mewajibkan pengambilan gambar langsung dari kamera aplikasi dan tanpa edit lanjutan, Instagram tampak mencoba membangun pengalaman yang lebih mentah dan cepat.
Dorongan ke arah konten autentik
Fokus pada foto tanpa edit menandakan perubahan kecil dalam arah produk Instagram. Selama ini, platform tersebut identik dengan konten visual yang sering dipoles, dikurasi, dan dipilih sangat hati-hati sebelum dipublikasikan.
Instants justru bergerak ke arah sebaliknya. Fitur ini mendorong pengguna membagikan momen apa adanya, tanpa banyak sentuhan, dan dengan umur tayang yang singkat.
Pendekatan ini bukan hal baru di industri media sosial. Locket dan BeReal lebih dulu membangun daya tarik lewat konten yang autentik dan ephemeral, atau konten yang cepat hilang.
Karena itu, kehadiran Instants bisa dibaca sebagai upaya Instagram merespons kebiasaan baru pengguna digital. Kebutuhan akan berbagi momen secara cepat dan lebih nyata kini menjadi salah satu tren yang terus dicoba banyak platform.
Bagian dari rangkaian pembaruan Instagram
Pengujian Instants sebenarnya bukan langkah yang muncul tiba-tiba. Instagram disebut sudah menguji fitur ini selama beberapa waktu di wilayah tertentu sebelum memperluas ketersediaannya.
Di saat bersamaan, Instagram juga terus menyempurnakan pengalaman inti di platform. Salah satu pembaruan terbaru adalah opsi mengedit komentar setelah dipublikasikan, dengan jendela waktu 15 menit.
Setelah komentar diubah, platform akan menampilkan label edit untuk menjaga transparansi. Fitur ini membuat Instagram semakin dekat dengan layanan lain di bawah Meta, seperti WhatsApp, yang sudah lebih dulu mendukung pengeditan pesan.
Instagram juga sebelumnya memperkenalkan Teen Accounts di India. Fitur itu difokuskan pada filter konten yang lebih ketat, interaksi yang lebih aman, serta kontrol yang lebih besar bagi orang tua.
Rangkaian pembaruan tersebut menunjukkan bahwa strategi Instagram tidak hanya berkutat pada penambahan format baru. Platform itu juga terus menata pengalaman pengguna melalui fitur kecil yang lebih praktis dan fitur besar yang berpotensi mengubah cara orang berbagi.
Dengan Instants, Instagram tampaknya ingin memperluas ruang berbagi yang lebih spontan di dalam ekosistemnya sendiri. Jika adopsinya berjalan luas, pengguna akan punya opsi baru untuk mengirim foto sekali lihat yang aktif selama 24 jam, baik dari aplikasi Instagram utama maupun dari aplikasi Instants yang berdiri sendiri.
