Steam Controller Langsung Kehilangan Nilai Jual, Xbox Game Pass Tak Didukung Saat Rilis

Valve disebut belum menghadirkan dukungan yang memadai untuk Steam Controller baru pada game Xbox Game Pass saat perangkat itu mulai dijual. Kondisi ini langsung menjadi sorotan karena banyak gamer PC berharap kontroler tersebut bisa dipakai lintas launcher dengan lebih praktis.

Masalah utamanya terletak pada ketergantungan perangkat ini terhadap Steam Input. Artinya, fungsi dasar hingga fitur unggulan seperti dua trackpad bergaya mouse tetap membutuhkan aplikasi Steam agar bisa berjalan penuh.

Kompatibilitas yang Dinilai Terlalu Terbatas

Laporan Windows Central yang dikutip dalam artikel referensi menyebut, tanpa pembaruan driver, Steam Controller tidak ideal untuk koleksi game Xbox Game Pass. Ini menjadi kekurangan besar karena Game Pass termasuk salah satu ekosistem game PC yang punya basis pengguna loyal.

Secara teknis, Valve memang menyediakan cara untuk menambahkan game non-Steam ke launcher miliknya. Namun, pendekatan itu tidak selalu berhasil untuk game dari Xbox Game Pass karena izin Windows/UWP kerap membatasi akses pada pustaka tersebut.

Situasinya juga tidak banyak terbantu dari sisi aplikasi Xbox. Meski aplikasi itu memungkinkan pengaitan ke judul lain, langkah tersebut disebut belum memberi manfaat nyata terhadap kompatibilitas Steam Controller.

Bagi pengguna PC, hambatan ini terasa penting karena kontroler premium umumnya diharapkan siap digunakan di banyak platform distribusi game. Ketika perangkat masih sangat bergantung pada satu ekosistem, nilai praktisnya otomatis dipertanyakan.

Ketergantungan pada Steam Input Jadi Sorotan

Nama Steam Controller sejak awal memang menunjukkan keterikatannya dengan platform Steam. Meski begitu, sebagian pengguna tetap berharap perangkat ini bisa lebih fleksibel, terutama untuk kebutuhan gaming PC modern yang kini tersebar di banyak launcher.

Steam Input selama ini menjadi fondasi utama bagi pengoperasian kontroler Valve. Dari sisi fitur, sistem ini memberi keuntungan karena mendukung konfigurasi khusus dan penggunaan trackpad yang lebih cocok untuk navigasi ala mouse di ruang keluarga.

Namun, kelebihan tersebut datang dengan kompromi. Saat game tidak dapat diakses dengan mulus melalui Steam, pengalaman pengguna ikut terhambat, termasuk pada judul-judul yang diinstal dari Xbox Game Pass.

Artikel referensi menilai ada beberapa jalur solusi yang secara teori bisa ditempuh. Valve disebut dapat mengatasi kekurangan ini jika mengadopsi standar yang lebih umum seperti XInput atau DirectInput.

Pilihan lain datang dari sisi Microsoft, yakni membuat game yang dipasang lewat aplikasinya lebih mudah diakses oleh perangkat pihak ketiga. Akan tetapi, skenario itu dinilai lebih kecil kemungkinannya untuk segera terwujud.

Harga Tinggi Memperbesar Kekecewaan

Kekecewaan gamer PC juga dipengaruhi oleh harga. Valve memasang banderol $99 untuk Steam Controller, angka yang dinilai lebih tinggi dari perkiraan sebagian calon pembeli.

Dengan harga tersebut, konsumen cenderung menuntut kompatibilitas yang luas sejak hari pertama. Ketika perangkat justru belum mendukung salah satu layanan game PC populer, sebagian pengguna bisa merasa nilai beli produk ini menurun.

Perbandingan dengan alternatif lain membuat situasinya makin kontras. Kontroler Xbox standar disebut dibanderol $64.99 atau bahkan lebih murah, serta dapat bekerja dengan sebagian besar marketplace dan emulator.

Di titik ini, Steam Controller tidak hanya menghadapi persoalan teknis, tetapi juga persaingan pasar yang ketat. Dominasi Valve di PC memang besar, tetapi Game Pass dan Epic Games Store juga memiliki pengikut setia yang tidak sedikit.

Keunggulan Tetap Ada, tetapi Sasaran Pasarnya Lebih Sempit

Walau begitu, Steam Controller bukan tanpa daya tarik. Salah satu nilai jual terbesarnya adalah kehadiran dual trackpad, fitur yang tidak umum ditemukan pada banyak kontroler lain.

Trackpad itu dianggap sangat berguna untuk skenario couch gaming di PC. Pengguna yang bermain dari sofa atau ruang keluarga bisa mendapat pengalaman navigasi yang lebih nyaman dibanding kontroler konvensional.

Artikel referensi juga menyinggung bahwa beberapa fitur tertentu tidak tersedia pada aksesori yang lebih murah. Bahkan, disebut ada merek seperti GameSir yang menjadi pengecualian pada aspek tertentu, sementara opsi bawaan Sony dan Microsoft tidak menawarkan kombinasi fitur yang sama.

Meski demikian, manfaat penuh Steam Controller tetap bergantung pada SteamOS atau perangkat lunak Valve. Itu berarti produk ini tampak lebih cocok bagi pengguna yang memang sudah hidup di dalam ekosistem Steam, termasuk mereka yang tertarik pada konsep PC mini ruang keluarga dan Steam Machine.

Jika tidak ada perubahan sebelum perilisan, pembeli yang ingin memakainya untuk Xbox Game Pass kemungkinan harus mengandalkan solusi pihak ketiga. Artikel referensi mengingatkan bahwa pada generasi kontroler Valve sebelumnya, komunitas gamer pernah membuat alat bantu untuk melewati keterbatasan serupa.

Source: www.notebookcheck.net
Terkait