Pertemuan tertutup antara petinggi Google DeepMind dan Samsung di Korea Selatan memicu spekulasi kuat soal arah kolaborasi AI berikutnya. Fokus pembicaraan disebut tidak hanya menyentuh pasokan komponen untuk chip Tensor, tetapi juga kemitraan yang lebih luas yang dinilai relevan dengan Android XR dan perangkat pintar Samsung yang akan datang.
Sinyal itu muncul saat CEO Google DeepMind Demis Hassabis menjalani rangkaian agenda penting di Korea Selatan pada akhir pekan lalu. Di tengah laju industri AI yang makin agresif, pertemuan ini menarik perhatian karena melibatkan eksekutif kunci Samsung dan berlangsung bersamaan dengan penguatan langkah Google di negara tersebut.
Pertemuan rahasia yang sulit diabaikan
Hassabis bertemu dengan chairman Samsung Lee Jae-yong. Ia juga dilaporkan bertemu Presiden sekaligus Kepala Device Experience Samsung Roh Tae-moon dan VP Mobile Experience Kim Jung-hyun.
Detail isi pembicaraan tidak dibuka ke publik. Namun, sejumlah laporan lokal menyebut salah satu topiknya adalah pasokan high-bandwidth memory untuk prosesor Tensor milik Google.
Isu itu penting karena Tensor menjadi fondasi banyak pengalaman AI Google di perangkat konsumen. Jika pembahasan benar mencakup suplai memori canggih, maka Samsung berpotensi mengambil peran lebih dalam pada rantai teknologi AI Google.
Akan tetapi, perhatian terbesar justru tertuju pada kemungkinan kemitraan yang lebih luas. Sumber lokal lain menyebut agenda itu dapat mencakup “broader partnership with Samsung”, yang dinilai sangat mungkin berkaitan dengan kerja sama Samsung dan Google di Android XR.
Keterkaitannya cukup jelas karena Samsung disebut sedang menuju pengumuman smartglasses pertamanya. Perangkat itu diperkirakan memakai platform Android XR, sehingga pembicaraan tingkat tinggi dengan kehadiran Hassabis dinilai sulit dipisahkan dari strategi AI dan komputasi imersif yang lebih besar.
Google sedang memperluas pijakan AI di Korea Selatan
Sebelum bertemu para konglomerat Korea Selatan, Hassabis lebih dulu menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Sains Korea Selatan atas nama Google. Kesepakatan ini membentuk kemitraan untuk memajukan inisiatif AI.
Salah satu proyek barunya adalah pembukaan Google AI campus di dekat Seoul. Fasilitas ini akan menjadi basis operasional bagi kemitraan baru tersebut.
Dalam acara penandatanganan, Hassabis menyampaikan bahwa perkembangan AI berlangsung sangat cepat. Ia bahkan menilai era agentic AI datang lima tahun lebih cepat dari perkiraan.
Hassabis juga menggambarkan fase saat ini sebagai masa transformasi yang sangat besar. Menurut dia, dampaknya akan 10 kali lebih besar dari Revolusi Industri dan berlangsung 10 kali lebih cepat.
Pernyataan itu memberi konteks penting pada rangkaian pertemuan tertutup yang ia jalani sehari setelahnya. Google tampak tidak sekadar mencari mitra teknis, tetapi membangun jejaring industri yang lebih luas untuk menopang fase AI berikutnya.
Samsung bukan satu-satunya target
Selain Samsung, Hassabis juga bertemu LG, Hyundai, dan SK Hynix. Daftar itu menunjukkan bahwa lawatan ini mencakup ekosistem yang lengkap, dari model AI, kendaraan, hingga memori berperforma tinggi.
Dengan Hyundai, topik yang dibahas termasuk rencana penyediaan mobil listrik Ioniq 5 untuk Waymo. Perusahaan robotaxi itu dimiliki oleh Alphabet, induk Google.
Dengan LG, pembahasan menyentuh kerja sama pada model AI ExaOne. Sementara itu, keterlibatan SK Hynix ikut menguatkan bahwa infrastruktur komputasi AI dan komponen memori menjadi bagian penting dari agenda Google di Korea Selatan.
Rangkaian pertemuan itu membuat posisi Samsung terlihat makin strategis. Samsung berada di titik temu antara perangkat konsumen, platform Android, komponen semikonduktor, dan ambisi AI yang kini didorong lebih cepat oleh Google.
Timing kunjungan ini juga punya makna simbolis
Kunjungan Hassabis ke Korea Selatan adalah yang pertama dalam satu dekade. Waktunya dinilai tidak kebetulan karena berdekatan dengan memori penting dalam sejarah AI modern.
Pada pertengahan Maret 2016, AI buatan DeepMind mengalahkan juara dunia Lee Se-dol dalam permainan Go. Dalam unggahan LinkedIn, Hassabis menyebut pertandingan itu “legendary” dan mengatakan kemenangan tersebut menandai awal dari era AI modern yang kini diakui luas.
Penandatanganan nota kesepahaman dengan pemerintah Korea Selatan juga dilakukan di Four Seasons Hotel. Tempat itu adalah lokasi pertandingan bersejarah tahun 2016 tersebut digelar.
Hassabis dijadwalkan bertemu Lee lagi dalam acara Google for Korea 2026 pada 29 April. Detail ini memperkuat pesan bahwa kunjungan kali ini bukan sekadar agenda bisnis biasa, melainkan juga upaya menegaskan posisi Korea Selatan dalam peta ekspansi AI Google.
Hassabis menyebut Korea Selatan berada dalam posisi unik untuk menjadi kekuatan besar di era AI baru. Jika dibaca bersama pertemuan dengan Samsung, pembukaan AI campus dekat Seoul, dan pembicaraan lintas industri lain, arah besarnya terlihat makin terang: Google sedang memperdalam aliansi yang bisa memengaruhi masa depan perangkat AI, chip, dan platform XR dalam satu tarikan strategi.
