Jejak Kawah Meteorit Di Laos, Titik Tumbukan Purba Yang Lama Tersembunyi

Para ilmuwan mengklaim telah menemukan lokasi kawah tumbukan meteorit raksasa yang menghantam Bumi sekitar 800.000 tahun lalu di Dataran Tinggi Bolaven, Laos selatan. Area itu diduga selama ini tersembunyi di bawah lapisan lava tebal di kawasan yang kini dikenal sebagai wilayah perkebunan kopi.

Temuan ini berawal dari jejak tektit yang ditemukan di Vietnam pada 2011. Dari sebaran material yang makin tebal dan kasar, tim peneliti kemudian mengarah pada dugaan bahwa pusat tumbukan berada di Laos selatan.

Jejak kaca alami dari tumbukan

Tektit menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan ini karena terbentuk saat material Bumi meleleh akibat suhu ekstrem, lalu terlontar ke atmosfer dan jatuh kembali ke permukaan. Dalam peristiwa tumbukan besar, suhu bisa mencapai sekitar 4.000°C, cukup untuk mengubah batuan menjadi kaca alami.

Kerry Sieh, ahli geologi yang memimpin penelitian tersebut, menyebut jejak tumbukan besar memang tersebar luas, tetapi kawah utamanya belum pernah ditemukan. Pernyataan itu memperkuat dugaan bahwa struktur dampak yang dicari masih tersembunyi di bawah permukaan.

Dampak yang diduga luas di Asia Tenggara

Para ilmuwan menilai tumbukan itu tidak hanya membentuk kawah besar, tetapi juga memicu gangguan lingkungan yang luas. Peristiwa tersebut diperkirakan menyebabkan kebakaran besar dan banjir yang berdampak pada hewan serta manusia purba Homo erectus di kawasan Asia Tenggara.

Perkiraan ukuran kawahnya juga cukup ekstrem, yakni berkisar antara 15 hingga 120 kilometer. Rentang ini menunjukkan skala tumbukan yang sangat besar, meski ukuran pastinya belum bisa dipastikan tanpa bukti fisik langsung.

Masih perlu pembuktian di lapangan

Meski hipotesis lokasi kawah di Laos semakin kuat, para peneliti belum menyatakan temuan itu sebagai kepastian mutlak. Geokronolog Fred Jourdan mengingatkan bahwa kawasan Asia Tenggara memiliki banyak area vulkanik yang bisa menghasilkan ciri geologi serupa.

Untuk memverifikasi dugaan tersebut, tim ilmuwan perlu melakukan pengeboran hingga ratusan meter di bawah permukaan. Langkah itu dibutuhkan agar mereka bisa menemukan bukti langsung seperti batuan meleleh atau kuarsa kejut, dua indikator yang biasa dipakai untuk memastikan adanya tumbukan meteorit besar.

Dataran Tinggi Bolaven kini menjadi fokus baru dalam pencarian jejak salah satu peristiwa tumbukan paling besar yang diduga pernah terjadi di Asia Tenggara, dengan lapisan lava dan kondisi geologi setempat yang selama ini menyembunyikan struktur aslinya.

Source: mediaindonesia.com
Terkait