Pertarungan kamera antara Samsung Galaxy S26 dan OnePlus 15T mulai menarik perhatian justru karena posisi keduanya tidak sama di atas kertas. OnePlus 15T datang dengan sensor utama 50 MP, aperture f/1.8, dan sistem OIS dua sumbu, sementara Samsung masih mengandalkan pendekatan flagship yang disebut perlu pembaruan besar agar bisa kembali bersaing di level atas.
Yang membuat perbandingan ini penting adalah hasil pemotretan siang hari yang ternyata tidak sepenuhnya memihak Samsung. Meski OnePlus 15T bukan ponsel yang mengejar kualitas kamera kelas puncak, hasilnya dinilai sangat baik pada kondisi terang dan tetap mampu menahan tekanan dari kamera utama 50 MP milik Galaxy S26 Plus.
OnePlus 15T tampil kuat di siang hari
OnePlus 15T memakai sensor Sony LYT-700C berukuran 1/1.56 inci, sensor yang juga dipakai di Nord 5. Sensor ini dirancang khusus untuk modul kamera yang tipis, sehingga sesuai dengan desain ponsel compact yang diusung OnePlus.
Di sisi lain, ukuran sensor yang tergolong kecil membuat performanya tidak terlalu kuat saat cahaya minim. Sistem kamera OnePlus 15T juga tidak dibantu oleh kerja sama Hasselblad, karena kemitraan itu kini eksklusif untuk Oppo.
Samsung masih punya nama besar, tetapi bukan berarti aman
Samsung Galaxy S26 Plus masih membawa kamera utama 50 MP yang disebut sebagai sistem high-end yang sudah terbukti. Namun, hasil perbandingan foto menunjukkan bahwa sistem kamera Samsung perlu pembaruan menyeluruh pada generasi berikutnya agar bisa kembali bersaing di puncak.
Dalam pengujian, OnePlus 15T dinilai bisa bertahan dengan baik melawan kamera utama Galaxy S26 Plus. Ini menunjukkan bahwa kekuatan merek dan reputasi kamera Samsung tidak otomatis membuatnya unggul di setiap skenario pemotretan.
Detail dan algoritma jadi pembeda
Pada pemotretan siang hari, OnePlus 15T mampu menghasilkan foto yang sangat baik, tetapi belum mencapai kualitas terbaik di kelasnya. Keterbatasan ada pada tingkat ketajaman dan rentang dinamis yang belum setara dengan kamera flagship teratas.
Meski begitu, algoritma kamera ColorOS membantu mengangkat detail dengan lebih baik, terutama pada foto bunga. Hasil itu memberi keuntungan praktis bagi OnePlus 15T saat berhadapan langsung dengan Galaxy S26 Plus, terutama dalam pengolahan detail visual yang langsung terlihat oleh pengguna.
Low light masih jadi titik lemah OnePlus
Kekuatan utama OnePlus 15T tetap berada pada kondisi terang, bukan di pencahayaan rendah. Ukuran sensor yang kecil menjadi salah satu alasan mengapa performanya di low light tidak menonjol.
Itu berarti Samsung masih punya ruang untuk unggul jika Galaxy S26 datang dengan peningkatan nyata pada area ini. Namun, berdasarkan hasil perbandingan yang ada, Samsung tidak bisa hanya mengandalkan status flagship lama untuk mengamankan posisi terdepan.
Persaingan yang lebih ketat dari dugaan
Perbandingan ini memperlihatkan bahwa ponsel compact seperti OnePlus 15T bisa menjadi penantang serius di segmen kamera. Meski bukan kelas tertinggi dalam kualitas gambar, kombinasi sensor 50 MP, OIS dua sumbu, dan pemrosesan gambar yang baik membuatnya kompetitif.
Bagi Samsung, pesan utamanya cukup jelas: Galaxy S26 harus membawa pembaruan kamera yang lebih menyeluruh jika ingin tampil lebih meyakinkan melawan pesaing seperti OnePlus 15T. Tanpa itu, keunggulan reputasi saja tampaknya tidak cukup untuk menjaga posisi di papan atas.
