
Seiko kembali memperkuat lini Astron GPS Solar dengan tiga model baru yang terasa lebih praktis untuk pemakaian harian. Perubahan paling menonjol ada pada sistem Quick-Change band, yang membuat tali jam bisa dilepas dan diganti lebih mudah lewat satu tombol.
Di tengah pasar jam premium yang makin menuntut kenyamanan, pembaruan ini terasa penting karena Seiko tidak hanya menyentuh tampilan. Merek asal Jepang itu juga membawa mesin baru, material titanium, dan fitur satelit yang tetap menjadi identitas utama seri Astron.
Tiga varian, satu basis teknis
Lini terbaru ini terdiri dari Astron HAB001, HAB002, dan HAB003. Ketiganya hadir di atas posisi model HAC001/HAC002 dan HAD001/HAD002 yang meluncur pada akhir Maret, sehingga Seiko menempatkannya sebagai opsi yang lebih premium.
Secara teknis, ketiga model ini identik. Semuanya memakai dial bertekstur 43,3 mm dengan pola segitiga saling mengunci, serta tata letak sub-dial horizontal yang simetris untuk menyeimbangkan tampilan kronograf dan dual-time.
Seiko juga menggunakan case titanium dengan lapisan super hard coating dan case back model screw-back. Di bagian luar, jam ini memakai bezel oktagonal titanium dua bagian yang diklaim membantu menurunkan pusat gravitasi dan meningkatkan kenyamanan saat dipakai.
Upgrade yang paling terasa di pergelangan tangan
Fitur Quick-Change menjadi sorotan utama karena memudahkan pengguna mengganti strap atau bracelet tanpa proses rumit. Seiko menyebut sistem ini bisa dioperasikan hanya dengan menekan tombol.
Pembaruan ini membuat Astron baru lebih fleksibel untuk pengguna yang ingin mengganti gaya dari tampilan formal ke kasual. Di kelas jam premium, detail seperti ini sering menjadi pembeda karena langsung memengaruhi pengalaman harian.
Perbedaan antarmodel terutama ada pada warna dan material strap. HAB001 hadir sebagai varian paling bersih dengan dial biru es dan bracelet titanium penuh, sementara HAB002 membawa tampilan lebih gelap dengan finishing bernuansa arang.
HAB003 mengambil arah yang lebih mencolok. Model ini mengganti bracelet titanium dengan strap karet hitam dan menambahkan aksen emas di sekitar dial, jarum, dan indeks.
Mesin baru dengan fungsi yang lebih panjang
Di balik dial, Seiko membenamkan Caliber 5X63 buatan sendiri yang ditenagai tenaga surya. Mesin ini menggabungkan pelacakan dual-time dengan kronograf 1/20 detik yang mampu mengukur hingga 24 jam.
Fungsi itu menjadi peningkatan besar dibanding Caliber 5X83 pada model seperti SSH151 dan SSH153, yang hanya memiliki kronograf 12 jam. Seiko menyebut Caliber 5X63 sebagai mesin GPS dengan performa tertinggi di jajaran Astron saat ini.
Karena memakai GPS, jam ini bisa menarik data zona waktu langsung dari satelit. Artinya, waktu pada jam akan tetap sinkron saat pengguna berpindah zona waktu, termasuk setelah mendarat di negara lain.
Seiko juga membekali jam ini dengan daya tahan baterai enam bulan dalam sekali pengisian penuh tenaga surya. Dalam mode power-save, masa pakainya bisa bertahan hingga dua tahun.
Fitur lain yang ikut dibawa mencakup in-flight mode dan perpetual calendar yang berlaku sampai tahun 2100. Kombinasi ini menegaskan posisi Astron sebagai jam perjalanan berfitur lengkap, bukan sekadar aksesori mewah.
Harga dan ketersediaan
Seiko menjadwalkan penjualan Astron GPS Solar baru ini pada Juni di sejumlah pasar besar, termasuk AS, Jepang, Australia, Inggris, dan Eropa. Harga berbeda di tiap wilayah, dengan HAB003 diposisikan sedikit lebih rendah di beberapa pasar dibanding dua model lainnya.
| Wilayah | Harga |
|---|---|
| AS | $2,700 untuk HAB001/HAB002, $2,600 untuk HAB003 |
| Jepang | ¥308,000 untuk HAB001/HAB002, ¥297,000 untuk HAB003 |
| Inggris | £2,450 untuk semua model |
| Australia | AUD 4,300 untuk HAB001/HAB002, AUD 4,100 untuk HAB003 |
Dengan kombinasi strap yang lebih mudah diganti, mesin GPS solar baru, dan bodi titanium yang lebih nyaman, Seiko tampaknya ingin membuat Astron terasa lebih relevan bagi pengguna yang menginginkan jam perjalanan premium tanpa kompromi pada kepraktisan.
Source: www.notebookcheck.net







