
Figure AI menayangkan uji kerja robot humanoid selama delapan jam penuh di gudang melalui siaran langsung di X. Demonstrasi ini menarik perhatian karena fokusnya bukan lagi sekadar gerakan robot yang terlihat canggih, melainkan kemampuan bekerja terus-menerus tanpa campur tangan manusia.
Robot itu menjalankan tugas memindahkan paket pengiriman ke ban berjalan dalam lingkungan yang tampak seperti gudang. Menurut CEO Figure AI, Brett Adcock, sistem yang sama sebelumnya hanya diuji terus-menerus selama satu jam, sehingga lompatan ke target delapan jam menjadi ujian penting untuk keandalan operasional.
Bagi industri robotika humanoid, tantangan utamanya bukan hanya membuat robot bisa berjalan, mengangkat, atau mengenali benda. Tantangan yang lebih sulit adalah menjaga robot tetap produktif dalam durasi panjang tanpa berhenti karena baterai lemah, gangguan teknis, atau kebutuhan intervensi manusia.
Dalam siaran itu, Figure AI menampilkan robot yang berjalan dengan sistem AI Helix-02. Adcock menyebut timnya sedang mendorong robot untuk mencapai tingkat kerja yang mendekati performa manusia dalam tugas penanganan paket.
Menurut Adcock, pekerja manusia biasanya membutuhkan sekitar tiga detik untuk memproses satu paket. Ia mengatakan robot humanoid Figure AI kini mulai mendekati level kinerja tersebut, meski tayangan langsung juga menunjukkan bahwa kecepatannya belum sepenuhnya setara dengan ritme kerja manusia.
Strategi agar kerja tetap jalan
Figure AI mengantisipasi risiko gangguan selama pengujian panjang itu dengan membangun sistem koordinasi banyak robot. Sistem ini dirancang agar pekerjaan tetap berlangsung meski salah satu robot mengalami masalah di tengah operasi.
Adcock menjelaskan pendekatan itu sebagai koordinasi multi-robot dengan strategi failover otonom. Dalam skema ini, bila satu robot mendeteksi adanya masalah, robot tersebut dapat mendiagnosis dirinya sendiri lalu meminta pengganti dari armada robot lain tanpa bantuan operator manusia.
Kemampuan itu menjadi salah satu bagian paling penting dari demonstrasi tersebut. Sebab, operasi delapan jam penuh sulit dicapai bila seluruh sistem bergantung pada satu unit robot yang harus selalu prima sepanjang waktu.
Figure AI juga mengungkap keterbatasan daya tahan baterai robot. Menurut Adcock, satu robot dapat bekerja sekitar tiga sampai empat jam sebelum tingkat dayanya menurun.
Alih-alih menunggu manusia datang untuk mengganti unit, robot dapat secara otonom meminta robot lain mengambil alih posisinya. Dengan cara itu, alur kerja tetap berjalan dan pergantian unit bisa dilakukan tanpa menghentikan proses penanganan paket.
Jika masalahnya bukan sekadar baterai, robot juga disebut mampu melakukan diagnosis mandiri. Setelah itu, robot bisa meninggalkan area kerja sendiri, berjalan ke bagian perawatan, lalu meminta pengganti dari armada robot.
Apa yang terlihat di siaran langsung
Meski berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan, demonstrasi itu juga memperlihatkan keterbatasan nyata. Gerakan robot tampak lebih lambat dibanding yang biasanya diharapkan dari pekerja manusia dalam aktivitas serupa.
Di beberapa momen, robot juga terlihat berhenti sejenak atau tampak tidak aktif sebelum kembali bekerja. Detail seperti ini penting karena menunjukkan jarak antara demo laboratorium yang mulus dengan kondisi operasi industri yang menuntut ritme stabil selama berjam-jam.
Justru karena tayangan itu dilakukan secara langsung, perhatian publik tidak hanya tertuju pada hasil akhirnya. Publik juga bisa melihat bagaimana sistem bereaksi terhadap jeda, perlambatan, dan tantangan yang biasa muncul saat mesin dipaksa bekerja terus-menerus.
Pendekatan ini menandai perubahan fokus di industri robot humanoid. Banyak perusahaan kini bergerak dari demo singkat yang mudah viral menuju pembuktian kerja industri jangka panjang, di mana reliabilitas dan kontinuitas menjadi ukuran yang sama pentingnya dengan kelincahan gerak.
Untuk sektor pergudangan dan logistik, pesan dari demonstrasi Figure AI cukup jelas. Nilai utama robot humanoid tidak hanya terletak pada kemampuannya meniru bentuk manusia, tetapi pada seberapa jauh robot bisa masuk ke alur kerja nyata dan mempertahankan produktivitas tanpa pengawasan terus-menerus.
Siaran langsung delapan jam itu belum menutup semua pertanyaan tentang efisiensi, kecepatan, dan kesiapan penerapan skala besar. Namun uji tersebut menunjukkan satu arah yang kini makin dikejar industri: robot yang tidak hanya bisa bekerja, tetapi juga bisa menangani pergantian, gangguan, dan kebutuhan perawatan secara mandiri di tengah shift panjang.
Source: www.indiatoday.in








