Ditolak Mahasiswa, Mantan CEO Google Diboikot Saat Bicara AI di Wisuda Arizona

Mantan CEO Google Eric Schmidt mendapat sambutan keras saat berbicara di upacara wisuda University of Arizona, ketika ia menyinggung kecerdasan buatan dan dampaknya terhadap pekerjaan serta masyarakat. Reaksi penonton di stadion berubah dari gumaman menjadi siulan dan booing setiap kali Schmidt menyebut “AI” atau “artificial intelligence”.

Schmidt tampil di hadapan ribuan lulusan yang memadati Casino Del Sol stadium untuk seremoni wisuda ke-162. Ia mulai dengan membahas lompatan teknologi masa lalu dan menyebutnya sebagai fondasi dari apa yang ia sebut “cathedral of knowledge”.

Ketegangan muncul saat ia masuk ke topik AI dan mengaitkannya dengan penghargaan Person of the Year versi Time. Schmidt mengatakan bahwa pada Desember lalu, Time memilih “arsitek kecerdasan buatan” sebagai Person of the Year 2025, dan pernyataan itu langsung memancing reaksi negatif dari banyak mahasiswa.

Booing semakin keras ketika Schmidt menanggapi kekhawatiran generasi muda secara langsung. Ia mengatakan memahami perasaan para lulusan yang takut masa depan sudah ditentukan, mesin mengambil alih, lapangan kerja menghilang, iklim memburuk, dan politik terpecah.

Ia juga menyebut kekhawatiran itu sebagai hal yang “rational” dan menyoroti peran algoritma media sosial yang menurutnya memperburuk situasi. Setelah itu, Schmidt mencoba mengubah nada pidatonya dengan menegaskan bahwa pertanyaannya bukan apakah AI akan membentuk dunia, melainkan apakah para lulusan akan ikut membentuk AI.

Dalam bagian lain pidato, Schmidt mengatakan AI akan menyentuh hampir semua bidang, termasuk bagi mereka yang tidak menaruh perhatian pada sains. Ia menambahkan bahwa apa pun jalur karier yang dipilih para lulusan, AI akan menjadi bagian dari cara kerja ke depan.

Namun, respons audiens menunjukkan bahwa banyak lulusan memang khawatir AI dapat menghapus posisi-level pemula di berbagai industri. Suasana yang memanas itu membuat pidato Schmidt lebih dikenal karena penolakan penonton daripada pesan optimistis yang ia coba sampaikan.

Schmidt memimpin Google dari 2001 hingga 2011, dan kehadirannya di panggung wisuda semula dimaksudkan sebagai momen inspiratif. Tetapi malam itu, perdebatan soal AI justru mendominasi perhatian, memperlihatkan jarak yang makin lebar antara narasi optimisme teknologi dan kecemasan generasi muda tentang masa depan kerja.

Source: www.notebookcheck.net
Terkait