Deepin kembali kehilangan pijakan di ekosistem Linux. Setelah SUSE lebih dulu menghentikan paket-paketnya, Fedora kini resmi memensiunkan seluruh paket yang dikelola kelompok deepinde-sig karena persoalan keamanan dan mandeknya komunikasi dengan pihak pemelihara.
Kabar ini penting karena Deepin selama ini dikenal sebagai salah satu desktop environment Linux yang paling menonjol dari sisi tampilan. Namun, daya tarik visual itu kini dibayangi masalah yang lebih mendasar, yakni keamanan paket dan proses pemeliharaan yang dinilai tidak memadai.
Fedora ikut mencabut dukungan
Keputusan Fedora diambil setelah proses pembahasan internal yang berujung pada persetujuan untuk “retire all packages maintained by the deepinde-sig group”. Dalam keputusan yang disetujui tanpa penolakan itu, Fedora juga meminta agar paket-paket tersebut tidak diaktifkan kembali kecuali sudah lolos peninjauan ulang.
Artinya, pintu belum tertutup sepenuhnya bagi Deepin di Fedora. Namun, syarat untuk kembali kini jauh lebih ketat karena seluruh paket harus melewati review keamanan baru sebelum bisa dipulihkan.
Langkah Fedora datang tidak lama setelah SUSE mengambil tindakan serupa pada Mei 2025. Saat itu, SUSE menghentikan paket Deepin dengan alasan adanya masalah keamanan, ditambah catatan serius tentang upaya untuk melewati proses peninjauan keamanan milik SUSE.
Perkembangan di SUSE itu kemudian mendorong Fedora untuk meninjau ulang posisinya sendiri. Dalam proses evaluasi, muncul komentar internal yang menyoroti mengapa Fedora terlihat tertinggal dari SUSE dalam hal kebijakan dan mekanisme untuk meninjau perubahan paket yang sensitif terhadap keamanan.
Masalah bukan hanya teknis
Fedora pada awalnya tidak langsung mencabut Deepin. Tim Fedora sempat berupaya mendorong perbaikan bersama pihak Deepin agar paket-paket yang bermasalah bisa dibenahi.
Namun, upaya itu mulai tersendat ketika komunikasi dengan sejumlah orang kunci di balik implementasi Deepin tidak berjalan lancar. Dari pembahasan yang muncul, Fedora menilai paket DDE telah berada dalam kondisi yang sangat buruk untuk waktu yang cukup panjang.
Fedora lalu memberi satu kesempatan terakhir. Tim menetapkan jendela waktu empat minggu untuk mencoba kembali menghubungi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pemeliharaan Deepin.
Hasilnya tidak memuaskan. Sebagian tokoh penting di pihak Deepin tidak merespons, sementara yang memberi jawaban disebut menyampaikan bahwa orang-orang terkait terlalu sibuk untuk menangani persoalan Fedora.
Kondisi itu menjadi pemicu utama keputusan akhir. Bagi distribusi Linux besar seperti Fedora, masalah keamanan yang berlarut-larut dan tidak adanya jalur komunikasi yang efektif adalah kombinasi yang sulit dipertahankan.
Dampaknya bagi reputasi Deepin
Kasus ini memperlihatkan bahwa reputasi sebuah desktop environment tidak lagi cukup ditopang oleh desain antarmuka semata. Distribusi besar menuntut pemeliharaan aktif, tanggapan cepat terhadap temuan keamanan, dan kepatuhan pada proses review yang berlaku.
Deepin sendiri punya citra kuat sebagai desktop environment yang sangat menarik secara visual. Uji coba sebelumnya bahkan menyebut distro ini tampak lebih indah daripada apa pun yang dibuat Microsoft atau Apple.
Namun, keunggulan visual itu kini kontras dengan masalah operasional di balik layar. Ketika dua distro besar sama-sama mengambil jarak dengan alasan yang berkaitan dengan keamanan, tekanan terhadap proyek tentu menjadi jauh lebih besar.
SUSE menyoroti masalah keamanan dan dugaan upaya untuk menghindari review keamanan. Fedora kemudian menambahkan dimensi lain yang tidak kalah penting, yaitu buruknya kondisi paket dalam waktu lama serta kegagalan menjalin komunikasi dengan pihak pemelihara.
Masih ada peluang, tetapi tidak mudah
Walau paket Deepin dipensiunkan, Fedora tidak menyatakan larangan permanen. Peluang untuk kembali tetap ada, selama paket-paket tersebut diajukan lagi dan berhasil melewati proses pemeriksaan keamanan yang baru.
Itu berarti beban berikutnya ada pada pihak yang ingin menghidupkan kembali Deepin di Fedora. Mereka harus menunjukkan bahwa persoalan lama sudah ditangani dan proses pemeliharaan kini memenuhi standar yang diharapkan distro besar.
Untuk saat ini, posisi Deepin di distro arus utama justru makin tertekan. Setelah kehilangan SUSE dan kini Fedora, proyek tersebut menghadapi ujian serius untuk membuktikan bahwa ia bukan hanya cantik di permukaan, tetapi juga cukup matang dari sisi keamanan dan tata kelola paket.
Source: www.xda-developers.com





