Copilot Sempat Tumbang karena Gangguan Azure, Kini Pulih Meski Belum Sepenuhnya Stabil

Layanan Microsoft Copilot sempat mengalami gangguan yang membuat banyak pengguna tidak bisa mengakses asisten AI tersebut. Namun dalam pembaruan terbaru, gangguan itu dilaporkan mulai pulih meski sebagian pengguna masih dapat menemui kendala koneksi yang datang dan pergi.

Pantauan Downdetector menunjukkan masalah pada aplikasi Copilot sudah tidak lagi terlihat seperti sebelumnya. Microsoft juga menyatakan layanan Azure sedang dalam proses pemulihan, walau masih ada kemungkinan muncul latensi tinggi, konektivitas terputus-putus, atau sumber daya yang belum tersedia.

Gangguan ini penting karena Copilot bukan satu-satunya layanan yang terdampak. Microsoft mengonfirmasi bahwa insiden yang sedang diselidiki terjadi di Azure dan memengaruhi banyak layanan sekaligus.

Bagi pengguna yang sempat gagal membuka Copilot atau menerima respons yang lambat, akar masalahnya tampaknya berkaitan dengan gangguan yang lebih luas di infrastruktur cloud Microsoft. Dengan kata lain, masalah pada Copilot muncul bersamaan dengan insiden Azure yang lebih besar.

Copilot sempat dibanjiri laporan gangguan

Sebelum status mulai membaik, ratusan pengguna melaporkan Copilot tidak berfungsi. Pada saat laporan awal muncul, Downdetector mencatat lebih dari 600 laporan dan jumlahnya masih terus naik.

Lonjakan laporan itu memperlihatkan bahwa gangguan tidak bersifat terisolasi pada segelintir akun. Masalah ini terlihat cukup luas, setidaknya dari banyaknya laporan yang masuk dari pengguna dalam waktu yang berdekatan.

Microsoft tidak hanya mengakui adanya gangguan, tetapi juga menyebut sedang menyelidiki insiden yang memengaruhi banyak layanan di Azure. Informasi ini penting karena menjelaskan bahwa gangguan Copilot bukan sekadar bug kecil di aplikasi.

Apa yang terjadi di Azure

Di halaman status Azure, Microsoft menyebut insiden dipicu oleh pemadaman listrik yang meluas setelah badai petir hebat. Dampaknya, pelanggan dapat mengalami peningkatan latensi dan konektivitas yang tidak stabil, termasuk timeout saat terhubung ke sumber daya.

Penjelasan ini memberi konteks teknis mengapa layanan seperti Copilot bisa ikut bermasalah. Saat layanan cloud inti mengalami gangguan akses atau perlambatan, produk yang bergantung pada infrastruktur itu juga dapat ikut terdampak.

Microsoft juga mengingatkan bahwa fase pemulihan belum berarti semua sistem langsung kembali normal sepenuhnya. Sebagian pengguna masih mungkin merasakan performa yang belum stabil meski tren umumnya sudah membaik.

Layanan lain yang ikut terdampak

Insiden Azure ini tidak terbatas pada satu atau dua produk. Microsoft menyebut sejumlah layanan yang ikut terdampak, termasuk Azure Functions, Azure Database for MySQL flexible servers, Azure Database PostgreSQL Flexible Server, Azure Databricks, Redis, Azure SQL, Azure Managed Grafana, Virtual Machine, Virtual Machine Scale Set, Azure Kubernetes Service, Storage, dan Application Insights.

Daftar itu menunjukkan skala gangguan cukup besar karena mencakup komputasi, database, observabilitas, hingga penyimpanan. Jika sebuah organisasi mengandalkan salah satu layanan tersebut, gangguan yang muncul bisa terasa di banyak aplikasi turunan.

Bagi pengguna biasa, nama-nama layanan Azure itu mungkin terdengar teknis. Namun dampaknya bisa muncul dalam bentuk yang sederhana, seperti chatbot AI yang tidak mau memuat, jawaban yang gagal muncul, atau aplikasi yang terasa sangat lambat.

Status terbaru: mulai pulih, tapi belum tentu mulus

Dalam pembaruan terbaru, Downdetector menunjukkan Copilot tampaknya sudah tidak lagi mengalami masalah besar. Ini menjadi sinyal bahwa layanan untuk banyak pengguna mulai kembali normal setelah periode gangguan sebelumnya.

Meski begitu, Microsoft belum menyiratkan bahwa seluruh dampak telah hilang sepenuhnya. Perusahaan itu tetap menyebut sebagian pengguna mungkin mengalami konektivitas yang terputus sesekali, latensi tinggi, atau resource yang belum tersedia.

Artinya, pengalaman pengguna bisa berbeda-beda untuk sementara waktu. Ada yang sudah bisa memakai Copilot seperti biasa, sementara yang lain mungkin masih menemui error sporadis atau waktu tunggu yang lebih panjang.

Untuk saat ini, arah situasinya mengarah ke pemulihan, bukan eskalasi. Namun karena akar masalahnya terkait insiden Azure yang memengaruhi banyak layanan, proses kembali ke kondisi sepenuhnya stabil bisa berlangsung bertahap.

Source: www.androidauthority.com
Terkait