Bocoran Rekrutmen Anthropic, Interviewnya Disebut Mirip Terapi dan Gajinya Fantastis

Persaingan masuk ke Anthropic kini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis atau nama besar di CV. Proses rekrutmen perusahaan AI di balik chatbot Claude itu dilaporkan ikut menguji cara berpikir, pandangan etika, hingga keberanian kandidat untuk tidak selalu sejalan dengan perusahaan.

Daya tariknya juga sangat besar. Di tengah ledakan industri AI, Anthropic disebut menawarkan paket kompensasi yang bisa melampaui $250,000, dengan beberapa posisi senior bahkan mencapai $850,000, membuat perusahaan ini menjadi salah satu tujuan karier paling diburu di sektor teknologi.

Bloomberg melaporkan Anthropic dapat membawa kandidat melewati hingga lima putaran wawancara dan penilaian. Sebelum masuk ke tahap wawancara dengan manajer perekrutan atau tim lain, pelamar juga disebut harus menandatangani perjanjian non-disclosure agreement atau NDA.

Perusahaan itu juga umumnya tidak mengizinkan penggunaan alat AI selama wawancara, kecuali jika secara eksplisit diperbolehkan. Kebijakan ini memperlihatkan bahwa Anthropic ingin menilai kemampuan berpikir kandidat secara langsung, bukan lewat bantuan model AI.

Wawancara budaya jadi sorotan

Bagian yang paling banyak dibicarakan adalah “culture interview”. Menurut kandidat dan pelatih karier yang dikutip Bloomberg, sesi ini jauh berbeda dari wawancara korporat biasa karena tidak hanya membahas skenario kerja atau pengalaman teknis.

Pewawancara disebut bisa mengajukan pertanyaan yang sangat reflektif. Topiknya mencakup dilema etika di tempat kerja, situasi profesional yang membuat kandidat tidak nyaman, opini kontroversial yang pernah mereka pertahankan, pandangan soal risiko dan keselamatan AI, hingga apakah mereka pernah menentang keputusan yang dianggap salah.

Sejumlah kandidat menggambarkan pengalaman itu terasa “lebih seperti terapi” daripada wawancara kerja. Namun pola ini sejalan dengan posisi Anthropic yang sejak awal menekankan pengembangan AI yang bertanggung jawab.

Daniela Amodei sebelumnya menjelaskan dalam sebuah podcast bahwa perusahaan tidak mencari sistem keyakinan tertentu. Yang dicari adalah orang yang mampu mempertahankan gagasan yang benar-benar mereka yakini secara hormat, termasuk saat gagasan itu tidak populer.

Kevin Landucci, seorang career coach yang dikutip dalam laporan tersebut, mengatakan kandidat sering diharapkan menunjukkan ketidaknyamanan yang dipikirkan dengan matang terhadap situasi yang meragukan secara etis. Dengan kata lain, perusahaan tidak selalu mencari jawaban yang aman atau terlalu korporat.

Anthropic juga disebut menghargai independensi intelektual. Skeptisisme dan kemampuan berpikir kritis justru dipandang positif, sehingga kandidat tidak diharapkan sekadar memuji perusahaan atau menyetujui semua hal yang dilakukan Anthropic.

Bukan hanya insinyur yang diburu

Minat terhadap Anthropic kini datang dari spektrum profesi yang jauh lebih luas. Selain software engineer, perusahaan ini menarik pelamar dari bidang hukum, keuangan, rekrutmen, periklanan, operasional, hingga sumber daya manusia.

Chief Commercial Officer Paul Smith disebut mencari talenta yang “sangat nontradisional”. Fokusnya bukan hanya resume elite, tetapi orang yang bisa memahami pelanggan secara mendalam dan membantu perusahaan lain menempatkan AI dalam operasi mereka.

Hal itu sejalan dengan misi yang ditampilkan Anthropic di halaman kariernya. Perusahaan ingin merekrut orang yang sejalan dengan tujuan lebih besar untuk membimbing umat manusia melalui revolusi teknologi dengan cara yang aman.

Skala perekrutannya juga sangat besar. Berdasarkan data tenaga kerja publik yang dikutip dalam laporan tersebut, Anthropic kini memiliki lebih dari 3,000 karyawan secara global, dengan sekitar 1,000 orang bergabung hanya dalam beberapa bulan terakhir.

Lonjakan minat terlihat bahkan di level perekrut. Seorang recruiter Anthropic yang berbasis di London dilaporkan menerima lebih dari 1,000 permintaan koneksi LinkedIn dan ratusan pesan tidak lama setelah mengumumkan peran barunya di perusahaan itu.

Gaji tinggi jadi magnet utama

Salah satu alasan utama banyak orang berebut masuk tentu soal kompensasi. Banyak lowongan Anthropic disebut menawarkan paket di atas $250,000, sementara beberapa peran teknis dan manajerial berada jauh di atas angka itu.

Sejumlah posisi yang saat ini tercantum di laman karier Anthropic menunjukkan rentang gaji yang sangat tinggi. Research Engineer, Performance RL berada di kisaran $350,000 hingga $850,000, sedangkan Analytics Data Engineer tercantum $275,000 hingga $370,000.

Untuk Software Engineer, Safeguards, rentangnya berada di $320,000 hingga $485,000. Engineering Manager, Cloud Inference AWS tercantum di $405,000 hingga $485,000.

Posisi Staff+ Software Engineer, Privacy menawarkan $405,000 hingga $625,000. Sementara Technical Program Manager, Data Center Infrastructure tercatat di kisaran $365,000 hingga $435,000.

Besaran itu bervariasi menurut peran, pengalaman, dan lokasi. Di luar gaji, karyawan juga menerima equity grants, yang nilainya bisa semakin besar bila valuasi perusahaan terus naik.

Bloomberg melaporkan Anthropic sedang dalam pembicaraan untuk menggalang dana $30 billion pada valuasi lebih dari $900 billion. Pendapatan tahunan perusahaan juga disebut diproyeksikan segera menembus $50 billion, naik tajam dari sekitar $9 billion pada tahun lalu.

Bahkan eksekutif rela turun jabatan

Demam masuk Anthropic disebut sudah sampai pada titik ketika pemimpin senior di perusahaan teknologi lain mau menerima jabatan yang terdengar lebih rendah. Bloomberg menyoroti mantan CTO Workday, Peter Bailis, yang bergabung ke Anthropic dengan titel “member of technical staff”.

Perusahaan itu juga berhasil menarik sejumlah peneliti dan insinyur AI ternama dari pesaing seperti OpenAI dan Google DeepMind. Menurut laporan firma modal ventura SignalFire yang dikutip Bloomberg, Anthropic juga memiliki salah satu tingkat retensi karyawan tertinggi di antara perusahaan AI besar.

Ketatnya persaingan membuat sebagian kandidat menyiapkan diri secara serius bahkan sebelum melamar. Pendiri Interviewing.io, Aline Lerner, mengatakan kandidat yang sukses kerap membayar sesi simulasi wawancara dan persiapan khusus sebelum mencoba masuk ke Anthropic atau OpenAI.

Latar belakang perusahaan turut menjelaskan mengapa proses seleksinya dibuat sedetail itu. Anthropic didirikan oleh kakak beradik Dario Amodei dan Daniela Amodei setelah meninggalkan OpenAI karena kekhawatiran terkait keselamatan AI, dan sikap tersebut kini tampak membentuk cara perusahaan menilai calon karyawannya.

Source: www.indiatoday.in
Exit mobile version