
E Ink dan MediaTek sedang menyiapkan generasi baru e-reader warna yang tidak hanya menjanjikan tampilan lebih kaya, tetapi juga kemampuan AI generatif di perangkat. Kolaborasi ini menempatkan teknologi e-paper ke arah yang lebih luas, dari sekadar pembaca digital menjadi perangkat yang juga mendukung interaksi cerdas.
Langkah ini penting karena pasar e-reader warna masih bergulat dengan dua tantangan utama: kedalaman warna dan kecepatan refresh. E Ink dan MediaTek mencoba menjawab keduanya lewat kombinasi SoC e-reader generasi baru dengan Hardware Timing Controller bawaan, yang dirancang untuk platform color ePaper milik E Ink.
Dorongan baru untuk layar warna
E Ink menyebut SoC baru MediaTek akan mendukung teknologi Gallery dan Kaleido, dua jenis e-paper warna yang sudah dipakai di banyak e-reader dan tablet populer. Perangkat pertama yang akan memakai chip ePaper terbaru MediaTek disebut akan hadir di tablet generasi berikutnya dari lini Linfiny milik E Ink.
Dari sisi tampilan, E Ink mengatakan kombinasi teknologi baru ini akan menghadirkan refresh yang lebih cepat dan reproduksi warna yang lebih halus. Perusahaan juga menilai hasilnya akan membuka peluang penggunaan yang lebih luas di pasar pendidikan dan membaca, dengan pengalaman yang menggabungkan kenyamanan mata dan interaksi digital.
Targetnya bukan sekadar lebih berwarna
MediaTek dan E Ink menekankan bahwa pengembangan ini juga diarahkan untuk memperbaiki warna yang lebih akurat. SoC baru disebut mendukung kedalaman warna hingga 7-bit, sehingga teknologi Gallery bisa memperluas rentang warna untuk konten seperti komik, majalah, dan teks pendidikan.
Di sisi perangkat keras layar, teknologi 7-level high-voltage oxide TFT milik E Ink disebut akan mendukung panel hingga 13,3 inci dengan resolusi 300 PPI. E Ink juga menyebut integrasi AI generatif dapat membantu menghasilkan reproduksi warna yang lebih halus dengan mempercepat pergerakan partikel tinta pada e-paper.
AI mulai masuk ke e-reader
Selain peningkatan visual, MediaTek juga membawa fitur AI generatif ke lini e-reader E Ink. SoC AI terbaru yang disebut MT8115 dan MT8126 akan dipakai pada e-reader Linfiny, dengan fitur seperti pengenalan ucapan multi-speaker, transkripsi, ringkasan, dan terjemahan real-time dalam 20 bahasa.
Chip tersebut mendukung sistem Linux dan Android, serta menawarkan performa komputasi AI 7,4 TOPS. Karena pemrosesan dilakukan langsung di perangkat, pengguna tidak perlu terhubung ke cloud untuk memakai fungsi-fungsi itu.
Arah baru untuk pasar pendidikan
E Ink menilai peningkatan ini akan membuat pengalaman membaca terasa lebih mulus, lebih detail, dan lebih kaya fitur. Perusahaan juga menyoroti tambahan seperti refresh rate yang lebih cepat, algoritma low-ghosting dinamis, penelusuran web yang lebih baik, kemampuan pemutaran animasi yang meningkat, dan transisi layar yang lebih halus.
Pasar pendidikan menjadi salah satu fokus utama karena e-reader warna dinilai cocok untuk menampilkan grafik, diagram, dan foto dalam buku teks. Dengan kemampuan tersebut, perangkat e-paper berwarna bisa menawarkan fungsi yang lebih dekat ke notebook digital tanpa meninggalkan karakter layar yang nyaman di mata.
Antara inovasi dan risiko fitur berlebih
MediaTek menyebut pergeseran e-paper ke AI generatif sebagai perubahan paradigma. Menurut perusahaan, integrasi AI dapat membuat e-reader warna berfungsi sebagai buku catatan elektronik, sehingga menantang pasar tablet yang sudah padat fitur.
Namun, tidak semua pihak melihat arah ini secara positif. Sebagian pengamat menilai penambahan fitur AI bisa membuat e-reader kehilangan fokus pada fungsi utamanya, sementara kritik lain menyoroti potensi dampaknya pada baterai, penyimpanan, dan harga.
Di tengah perdebatan itu, E Ink dan MediaTek tetap mendorong ide bahwa e-reader warna generasi berikutnya akan tampil sebagai perangkat yang lebih pintar, lebih visual, dan lebih serbaguna. Fokusnya kini bergeser dari sekadar membaca teks ke pengalaman digital yang juga mencakup menulis, menerjemahkan, dan berinteraksi secara real time.









