
Xiaomi kembali memperluas lini pengisi daya portabelnya dengan menghadirkan Power Bank 20.000 mAh dengan kabel terintegrasi yang membawa fitur pemantauan kesehatan baterai. Produk ini juga hadir dengan peningkatan ketahanan panas dan perlindungan overcharge, mengikuti standar power bank baru yang berlaku di China.
Kehadiran fitur kesehatan baterai menjadi pembeda utama, karena pengguna dapat memantau kondisinya melalui web app saat perangkat dihubungkan ke PC atau laptop dengan kabel. Di sisi lain, Xiaomi tetap mempertahankan pendekatan sederhana untuk indikator daya dengan empat LED di atas port Type-C, meski perangkat ini tidak dibekali layar persentase baterai.
Fokus pada kapasitas besar dan kabel bawaan
Dengan kapasitas 20.000 mAh, perangkat ini ditujukan untuk penggunaan yang lebih panjang dibanding model 10.000 mAh yang sudah lebih dulu dikenal. Kabel bawaan juga membuatnya lebih praktis dibawa tanpa perlu membawa aksesori tambahan untuk mengisi ulang perangkat.
Xiaomi menempatkan produk ini sebagai alternatif yang menarik di kelas power bank berkapasitas besar. Namun, daya gabungan yang ditawarkan disebut lebih rendah dibanding Ugreen Nexode Power Bank yang populer, yang saat ini dipasarkan sekitar $29 di Amazon.
Fitur keselamatan ikut ditingkatkan
Selain kapasitas dan kabel terintegrasi, Xiaomi menambahkan ketahanan terhadap panas dan overcharge yang lebih baik. Peningkatan ini menjadi bagian dari penyesuaian terhadap standar power bank baru di China, yang semakin menekankan aspek keamanan penggunaan harian.
Langkah tersebut penting karena power bank berkapasitas besar umumnya dipakai untuk mendukung ponsel, tablet, dan perangkat lain saat bepergian. Dengan perlindungan yang lebih kuat, Xiaomi mencoba menawarkan rasa aman yang lebih tinggi tanpa mengorbankan portabilitas.
Harga dan ketersediaan
Xiaomi Power Bank 20.000 mAh dengan Built-in Cable versi 2026 dijual dengan harga CNY 169, atau sekitar $25, di China. Produk ini tersedia dalam dua pilihan warna, meski untuk saat ini ketersediaan internasionalnya belum diumumkan.
Meski begitu, Xiaomi sebelumnya telah menjual pendahulunya di luar China. Fakta itu membuat peluang rilis global tetap terbuka, walaupun perusahaan belum memberikan kepastian mengenai pasar mana yang akan mendapatkannya lebih dulu.
Source: www.notebookcheck.net








