Samsung Bawa Kembali Galaxy Watch 9 Classic, Desain Ikoniknya Muncul Lagi dengan Catatan Penting

Author: Qoo Media

Samsung kembali memicu perhatian di pasar jam tangan pintar setelah nama Galaxy Watch 9 Classic muncul di kode Wear OS milik Google. Temuan ini menguatkan kemungkinan kembalinya varian Classic yang sempat absen, sekaligus membuka opsi baru di lini Galaxy Watch 9.

Kabar ini penting karena seri Classic punya basis penggemar sendiri, terutama pengguna yang menyukai desain lebih tradisional dengan bezel fisik berputar. Di saat yang sama, lini terbaru Samsung juga disebut akan membawa fitur baru di sisi interaksi suara, kesehatan, dan baterai.

Nama Galaxy Watch 9 Classic muncul bersama ekspektasi hadirnya Galaxy Watch 9 reguler dan Watch Ultra 2. Namun sampai kini Samsung belum mengonfirmasi peluncuran resminya.

Kemunculan nama perangkat di software tidak otomatis berarti produk akan langsung meluncur bersamaan dengan model lain. Apalagi, varian Classic disebut belum terlihat dalam dokumen sertifikasi terbaru, sehingga muncul pertanyaan apakah perangkat ini akan hadir belakangan.

Daya tarik utama varian Classic

Jika benar diluncurkan, Galaxy Watch 9 Classic diperkirakan akan mengisi ceruk yang berbeda dari model standar dan Ultra. Varian ini disebut mengusung bezel fisik berputar dan bodi stainless steel premium, dua elemen yang selama ini identik dengan lini Classic.

Bocoran spesifikasi juga menyebut dua ukuran, yakni 43 mm dan 47 mm. Untuk layar, versi 43 mm disebut memakai panel Super AMOLED 1,34 inci beresolusi 438 x 438 piksel, sedangkan versi 47 mm menggunakan layar 1,47 inci 480 x 480 piksel.

Keduanya juga dikabarkan memakai kaca Sapphire Crystal dan tingkat kecerahan puncak hingga 3.000 nits untuk visibilitas luar ruang. Kombinasi ini menandakan Samsung tetap menempatkan varian Classic sebagai model premium yang berfokus pada tampilan dan ketahanan.

Di sektor dapur pacu, Galaxy Watch 9 Classic dirumorkan memakai Exynos W1000 3 nm. Konfigurasi memori yang disebut adalah RAM 2 GB dengan penyimpanan internal 32 GB.

Perangkat ini juga diperkirakan menjalankan Wear OS 7 dengan One UI Watch 9. Untuk konektivitas, bocoran mengarah ke dukungan Bluetooth 5.3, dual-band GPS, Wi‑Fi, NFC, dan opsi 4G LTE berbasis eSIM.

Fitur baru yang jadi sorotan

Salah satu fitur yang paling banyak dibicarakan di seri Galaxy Watch 9 adalah “raise to talk”. Fitur ini memungkinkan asisten suara aktif hanya dengan mengangkat pergelangan tangan, tanpa perlu mengucapkan wake phrase.

Pendekatan ini dinilai lebih praktis untuk penggunaan harian, terutama saat tangan sedang sibuk atau saat pengguna tidak ingin mengucapkan perintah pembuka. Konsepnya disebut mirip dengan pengalaman yang sudah dikenal pada Pixel Watch.

Ada pula spekulasi bahwa Samsung bisa membawa fitur ini ke model Galaxy Watch lama melalui pembaruan perangkat lunak. Namun belum ada kejelasan resmi soal kompatibilitas fitur tersebut untuk perangkat generasi sebelumnya.

Samsung juga disebut menyiapkan aplikasi kesehatan baru berbasis AI dengan antarmuka yang didesain ulang. Fokus utamanya adalah menyajikan data kesehatan secara lebih rapi, mudah dibaca, dan lebih personal.

Aplikasi ini disebut membagi informasi kesehatan ke dalam lima kategori utama. Kategori itu mencakup pemantauan tanda vital, skor kesehatan jantung, beban kardio harian, indeks kebugaran, serta wawasan yang lebih personal dari pemrosesan AI.

Pemantauan tanda vital disebut meliputi detak jantung, laju pernapasan, dan kadar oksigen darah secara real-time. Sementara skor kesehatan jantung akan menggabungkan data tidur, stres, aktivitas fisik, dan komposisi tubuh.

Untuk kebugaran, sistem disebut dapat mengukur tekanan kardiovaskular harian dan menetapkan target aktivitas yang disesuaikan. Indeks kebugaran juga dirancang untuk membandingkan metrik pengguna dengan pengguna lain yang serupa, sehingga hasilnya lebih kontekstual.

Di sisi sensor, Galaxy Watch 9 Classic dirumorkan membawa sensor Samsung 3-in-1 BioActive. Fitur yang disebut tersedia meliputi ECG, tekanan darah, detak jantung, BIA body composition, dan pelacakan suhu kulit berbasis inframerah.

Bocoran spesifikasi juga menyebut adanya Galaxy AI health coaching di perangkat serta penerjemahan suara real-time melalui NPU yang diperbarui. Jika terealisasi, ini akan menjadi salah satu nilai jual penting pada pengalaman wearable Samsung berikutnya.

Baterai lebih besar, pengisian tetap 10W

Peningkatan baterai menjadi bagian lain yang cukup menonjol dalam bocoran seri Galaxy Watch 9. Watch Ultra 2 dirumorkan membawa kenaikan kapasitas baterai sekitar 35 persen, sedangkan Galaxy Watch 9 ukuran 40 mm disebut naik 23 persen.

Untuk Galaxy Watch 9 Classic, kapasitas baterai yang disebut berada di kisaran 300 mAh untuk model 43 mm. Versi 47 mm diperkirakan berada di rentang sekitar 435 mAh hingga 445 mAh.

Daya tahan baterai pada model Classic disebut bisa mencapai sekitar 30 hingga 40 jam dengan Always-On Display aktif. Ini menjadi peningkatan yang relevan bagi pengguna yang mengandalkan jam tangan untuk pelacakan kesehatan dan aktivitas sepanjang hari.

Namun peningkatan ini dibayangi satu catatan penting. Kecepatan pengisian daya disebut tetap mentok di 10W wireless, yang menurut listing regulasi 3C tidak berubah meski kapasitas baterai lebih besar.

Situasi itu bisa berarti waktu isi ulang tidak banyak membaik, atau bahkan terasa lebih lama pada baterai yang lebih besar. Bagi pengguna yang mengutamakan pengisian cepat, hal ini berpotensi menjadi titik lemah utama di tengah fitur baru yang lebih agresif.

Di luar itu, perangkat ini juga dirumorkan membawa ketahanan 5ATM, IP68, dan sertifikasi MIL-STD-810H. Dengan kombinasi desain Classic, fitur kesehatan berbasis AI, serta peningkatan baterai, Galaxy Watch 9 Classic kini menjadi salah satu perangkat Samsung yang paling dinanti, meski detail peluncurannya masih menyisakan tanda tanya.

Source: www.geeky-gadgets.com
Terbaru