Microsoft ternyata memberi ruang bagi Toys for Bob untuk lepas dan kembali mandiri, tetapi dengan satu syarat penting: studio itu harus menyiapkan game untuk Xbox. Keputusan itu akhirnya membuka jalan bagi kelahiran kembali studio yang lama dikenal lewat Spyro, sekaligus mengamankan kemenangan penerbitan yang bernilai besar bagi Microsoft.
Toys for Bob sebelumnya berada di bawah Activision sejak 2005, lalu ikut masuk ke lingkup Microsoft lewat kesepakatan Microsoft–Activision Blizzard. Setelah itu, studio ini sempat lebih sering membantu pengembangan judul live-service seperti Overwatch 2 dan Call of Duty ketimbang mengerjakan proyek yang benar-benar mencerminkan identitasnya.
Dari tim pendukung ke dorongan kembali ke akar
Menurut kepala studio Paul Yan dalam wawancara dengan GamesRadar+, perubahan besar terjadi ketika COVID-19 melanda dan prioritas perusahaan bergeser. Ia menjelaskan bahwa Toys for Bob kemudian diarahkan untuk mendukung IP blockbuster besar seperti Warzone, Modern Warfare, dan Overwatch 2, sehingga timnya masuk ke struktur pendukung untuk membantu tim lain, pembaruan, fitur, dan kebutuhan produksi yang lebih luas.
Yan mengatakan perubahan itu memberi banyak pelajaran, tetapi juga membuat studio merasa kehilangan inti dirinya. Di titik itu, Yan dan anggota tim lain mulai memikirkan masa depan mereka setelah akuisisi Microsoft–Activision Blizzard dan menyiapkan rencana yang ia sebut sangat berani.
Dalam wawancara terpisah dengan GamesIndustry.biz, studio ini menyebut keinginannya untuk “buy back our independence” dan mengambil kembali kendali kreatif, organisasi, serta finansial. Tujuannya sederhana namun ambisius: menjadi perusahaan terpisah agar bisa kembali fokus pada jenis game yang paling dekat dengan hati tim, sekaligus menjaga pengalaman dan kebersamaan yang sudah dibangun selama bertahun-tahun.
Restu yang datang dengan syarat
Langkah itu ternyata tidak ditolak oleh Microsoft maupun Activision. Namun, dukungan tersebut datang dengan satu ketentuan jelas, yakni Toys for Bob harus membuat game yang akan diterbitkan Xbox.
Dari kesepakatan itulah lahir Spyro: A Realm Beyond. Game ini menjadi entri utama pertama dalam seri Spyro setelah lebih dari dua dekade, sehingga posisinya bukan hanya penting bagi studio, tetapi juga bagi penggemar lama karakter naga ungu tersebut.
Kembalinya identitas Toys for Bob
Kembalinya Toys for Bob ke jalur platformer terasa seperti penegasan ulang atas keahlian utamanya. Studio itu kini masih diterbitkan oleh Xbox, tetapi fokus pengembangannya kembali ke genre yang selama ini paling identik dengan namanya.
Spyro: A Realm Beyond juga diposisikan sebagai rilis multiplatform untuk Xbox Series X|S, PlayStation 5, Nintendo Switch 2, dan PC. Salah satu detail yang menonjol adalah kehadiran mekanik terbang naga yang disebut sebagai yang pertama benar-benar hadir untuk Spyro the Dragon.
Perubahan arah ini memperlihatkan bagaimana sebuah studio bisa keluar dari peran pendukung dan kembali ke identitas kreatifnya sendiri. Bagi Microsoft, langkah memberi lampu hijau pada proses itu menghasilkan proyek penerbitan yang kuat, sementara Toys for Bob memperoleh kesempatan untuk membangun ulang reputasinya lewat seri yang membuat namanya dikenal.
